Ganti Domain, Ya atau Tidak?

Bagi seorang blogger, domain merupakan suatu hal yang sangat penting. Selain menjadi sebuah alamat, domain juga bisa menjadi suatu brand yang mampu menjelaskan apa isi dan tujuan dari sebuah blog.

Domain ada beragam macam bentuknya. Mulai dari TLD (Top Level Domain) sampai ccTLD (Country code Top Level Domain).

Ngomongin masalah domain, bicara soal kerisahan gue yang baru-baru ini terjadi.

GUE LUPA BAYAR TAGIHAN DOMAIN GUE!!!

DAN SEKARANG GUE LAGI DI KEJAR-KEJAR SAMA DEBT COLECTOR YANG MAU MEREBUT KEPERAWANAN GUE!!!

Eh anu…. Maksudnya KEPERAWANAN DARI DOMAIN GUE INI!!! HELP ME PLS!!! JANGAN SAMPAI KEPERAWANAN DOMAIN GUE DI REBUT! NTAR MALAH MUNCUL PEMBERITAAN YANG NGGAK-NGGAK SOAL DOMAIN GUE DENGAN TAGLINE: NGGAK SANGGUP BAYAR, KEPERAWANAN DIREBUT DEBT COLECTOR!

Kan kampret kalo beneran terjadi. Gue nggak mau keperawanan domain gue di ambil sama orang lain. Apalagi kalo orangnya nggak ganteng. Bisa rusak image domain gue. Lagian, kalo yang merebut keperawanannya berasal dari bibit terbaik, maka hasilnya juga akan baik(?)

Ah dasar bubur basi. Kalo yang di atas beneran terjadi, mungkin itu tandanya dunia sudah terbalik.

Baca Juga: Ini Dia Kenapa Blogspot Berubah Menjadi co.id

Tanggal 15 Desember ini gue akan berangkat ke Jakarta buat ngurusin persiapan buat kuliah nanti. Ada pun persiapan yang ingin gue urus adalah: pembuatan rekening baru di KCP Bina Nusantara.

Yang mana dari tujuan pembuatan rekening tersebut adalah supaya nanti gue bisa membayar biaya kuliah langsung dari rekening tersebut. Kan nggak enak kalo bayar biaya kuliah langsung dari rekening pribadi. Yang ada malah gue khilaf.

Nyokap: Bang, mama sudah transfer uang ke rekening abang. Segera bayar biaya kuliahnya ya bang! Jangan di pake untuk hal-hal yang lain.

Gue: Siap, ma!

Malamnya gue tergiur sama diskon belanja dari online shop dan dalam hitungan detik uang buat bayar kuliah ludes karena dipake buat beli iPuL 699 ++++. Biar di cap sebagai orang tajir brayyy…

Nah oleh karena itu demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (khilaf dalam penggunaan uang dalam satu rekening), makanya Desember ini gue mau berangkat ke Jakarta.

Ya itung-itung liburan gitu…

Tapi sebelum keberangkatan gue itu, ada dua hal yang membuat gue bingung, stress, galau dan juga resah! Hal-hal apa sajakah itu? Sesuai judul di atas. Ya.

d.o do. m.a ma. in. Domain.

Trus yang satunya lagi?

Yang satunya lagi nggak akan gue bahas di sini. Hmm… mungkin akan gue bahas di next post.

Sebelum berangkat ada hal yang mesti gue kerjakan supaya nggak menjadi beban pas gue lagi liburan. Kan nggak enak gitu, pas lagi di perjalanan liburan tiba-tiba muka gue tampak sedih karena ada hal yang belum gue kerjakan dan selesaikan.

Gue punya masalah. Masalah domain. Jadi waktu itu, tepatnya tanggal 28 November, gue mendapat sebuah email yang berisi tagihan pembayaran domain untuk tahun selanjutnya. Awalnya gue nggak mempermasalahkan hal ini karena uang gue ada jutaan dollar di bank. Bank monopoli dan dollar monopoli.

Kemudian gue kepikiran buat ngelakuin satu hal terhadap domain gue, sebelum gue berangkat ke Jakarta. Gue harus ngelakuinnya sebelum berangkat karena kalo sudah berangkat maka gue belum tentu bisa duduk di depan PC atau Laptop. Namun, ketika gue hendak mengerjakannya tiba-tiba ada sebuah masalah.

DATA GUE DI BAWA KABUR SAMA TEMEN!!!

Gue udah marah banget waktu itu. Rasanya pengen nimpuk orang pake duit palsu biar dikira orang kaya. Kan duit palsu kalo dilihat dari kejauhan nggak kelihatan palsunya. Malah kelihatan kayak uang asli. Ini memberikan gue ide untuk menyetorkan uang tersebut ke bank supaya nanti kalo uangnya udah banyak gue bisa beli Rumah dan Hotel yang banyak.

Emang orang bank mau nerima duit palsu?

Ya mau dong.

Nggak takut di hukum?

Loh untuk apa takut di hukum orang gue nyetor duit palsunya ke Bank Monopoli.

——————————————————-

Lalu gue mengirimkan email ke perusahaan domain dan hosting yang letaknya berada di luar negeri tersebut. Iya, email. Bukan ticket. Ticket hanya khusus untuk orang yang memiliki akses menuju akun pengguna sementara gue nggak punya akses ke akun pengguna gue.

Loh kok nggak punya? Trus gimana lo bisa setting domain lo kalo nggak punya akun?

Masalahnya gue kemarin beli domain di temen gue yang kebetulan dia adalah resseler di tempat penyedia domain tersebut. Karena waktu itu gue pusing mau beli domain dimana, akhirnya dia menawarkan diri. Gue percaya aja karena dia temen.

Baca Juga: Melawan Banjir

Harga domain pas. Sesuai dengan harga domain pada umumnya. Dikejarkan langsung sama dia waktu gue minta kerjain. Cuman waktu itu dia nggak ngasih akses menuju akun pelanggan. Dia cuman memberikan akses menuju setting-an domain.

Taunya tahun depan (sekarang), dia nggak bisa dihubungin lagi. Data gue (akun pelanggan) juga di bawa kabur. Padahal gue berniat ingin melakukan transfer domain.

Transfer domain? Emang domain bisa di transfer ya?

Bisa dong. Bukan cuman uang dan pemain bola aja yang bisa di transfer, rasa sayang dan cinta aja dapat di transfer ke si “dia”. Apalagi domain. Aseeeek.

Gue udah nanya sana sini tentang kontak dia (temen gue), tapi nggak dapat juga. Sebenarnya gue nggak begitu membutuhkan dia. Gue cuman butuh data gue itu karena dalam data itu gue bisa melengkapi persyaratan untuk melakukan transfer domain.

Kalau datanya nggak dapet, ya habis deh gue. Domain gue bakal di jual ke publik dan keperawanannya bakal terenggut. Dan lagi gue juga udah nanya sana-sini sama penyedia domain lokal tentang kelengkapan apa saja yang mesti di siapkan sebelum melakukan transfer domain.

Tetap aja gue membutuhkan data tersebut.

Akhirnya gue mengirimkan email ke perusahaan tersebut tentang masalah ini. Email gue di jawab. Tapi kok rada kampret juga ya syaratnya.

Kemudian gue cuman bisa pasrah. Merelakan domain ini expired dan di jual kembali ke publik. Gue berusaha untuk ikhlas. Mengikhlaskan keperawanannya direnggut oleh orang lain yang  juga memiliki nama yang sama dengan punya gue, “Reza Andrian”.

Dan mungkin diluar sana ada banyak manusia yang bernama sama dengan nama gue. Yang hobi ngeblog juga atau bahkan baru belajar ngeblog.

Gue iseng-iseng ngecek Facebook dan mengetikan nama Reza Andrian, ternyata hasilnya cukup mengejutkan.

Buset! (1)
Buset! (1)
Buset! (2)
Buset! (2)

Ternyata bukan cuman nama “Reza” aja yang pasaran. Tapi “Reza Andrian” dan “Reza Andrian Saputra” juga banyak. Udahlah, gue pasrah aja dan menyerah dengan domain ini :(

Gue sempat kepikiran buat merelakannya dan mengganti dengan nama baru. Brand baru. Dan tulisan baru. Beberapa pilihan nama sudah gue dapatkan dan gue bandingkan. Gue cocokin sama brand baru nanti.

Kemudian kepikiran lagi. Ganti domain, ya atau tidak? Begitu banyak pertimbangan yang gue lakukan. Menimbang ini dan itu. Saat lagi memikirkan ganti domain atau tidak, muncul lagi pikiran jahat lainnya. Apa gue berhenti ngeblog aja ya?

Biar kecewanya lebih maksimal, gue buka email lagi dan menemukan balasan baru.

Setelah berpikir panjang dan juga pasrah, akhirnya gue memberikan password untuk mengakses domain management gue. Gapapa, lagian gue akan segera menggantinya dengan domain baru.

Tak berselang lama kemudian, kira-kira sekitar 7 menit, gue dapat email lagi. Berisi persyaratan yang dibutuhkan untuk mentransfer domain. Gue nggak tau bagaimana menggambarkan kesenangan gue kala itu. Pokoknya gue joget-joget nggak jelas saking senangnya.

Segala jenis goyang gue praktekin. Mulai dari goyang ngebor, goyang itik, sampai goyang dribble yang ya gue sadar kalo gue nggak punya bola bagian atas. Demi mewujudkan kesenangan itu, gue nekat mengganti bola atas yang mana tidak dimiliki oleh laki-laki dengan bola bawah. Jadi gue bisa goyang dribble sesuai dengan goyang aslinya.

Alhamdulillah, akhirnya permasalahan domain gue terselesaikan tanpa harus menempuh jalur ganti. Ganti domain, ya atau tidak? Gue rasa tidak perlu. Karena keperawanan domain ini batal di jual ke publik :))



20 COMMENTS

  1. Aku jg beli domain nitip temen. Yg ngaturin dia semua. Tp untungnya aku dikasih akses buat masuk akun. Soalnya kmarin ada settingan yg lebih jd domainnya error

    yg sbr ya

  2. Emang domain penting bangeett buat blog kita. Dan kalo udah kayak gitu ya mau gimana lagi, pasrah dah. Btw, ini kali pertama gue baca-baca di sini, ya. Nice post!

  3. Saya gak rela domain saya dibeli orang lain, perjuangan bro dah setengah tahun ngelolanya. Page viewnya juga udah lumayan tinggi. Pokoknya saya nggak akan rela dibeli orang lain.

  4. Sianjis. Gue serasa naik roller coster, diajak belok-belok naik turun dulu buat dapetin inti tulisannya.

    Btw, syukurlah kalo nggak jadi ganti domain. Btw, ini pake hosting apaan?

  5. setelah mengarungi kerasnya dunia internet demi domain, akhirnya permasalahan terselesaikan ya. sampe-sampe menemukan fakta bahwa reza andrian ternyata merupakan nama yang cukup pasaran, hahaha.

  6. Yaelah za, kirain judul ganti domain, ya atau tidak? Ngebahas soal saran kamu buat orang2 yg mau ganti domain, eh ternyata ini tentang kengenesanmu yah? :p

  7. Wwkwk… warbiasah nih perjuangan buat dapetin domainnya ya gan.
    Lebih nyesek lagi kalo domain nama kita udah dipake dulu oleh orang lain sementara kita benar – benar pengen domain itu >.< *ane ngalaminnya gan*..

    Besok – besok harap lunaskan sebelum jatuh tempo ya gan, xixi :D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.