Bagi para pembaca baru pasti penasaran sama #Mami Story kan? Apasih sebenarnya #Mami Story itu? Buat yang belum tau, sebenarnya #Mami Story itu adalah cerita mengenai kisah malam minggu yang gue lalui. Jadi setiap minggu, gue selalu menceritakan mengenai kisah malam minggu yang gue lalui, melalui #Mami Story ini.

Kalian bisa membaca cerita malam minggu gue sebelumnya dengan mengklik ini.

#Mami Story sendiri sengaja gue dedikasikan buat para pembaca yang ingin mengetahui malam minggu yang gue lalui.

Yok, langsung saja simak cerita singkat malam minggu gue!

[divider]

Jadi, semalam kan gue udah berbagi sedikit tips mengenai strategi malam minggu. Buat yang belum baca, tinggal mengklik ini saja.

Baca juga: Strategi malam minggu 1

Langit perlahan mulai gelap. Gue, udah bergaya cukup rapih. Dengan menggunakan kemeja kotak-kotak, dan celana panjang. Karena hari ini bapak gue libur kerja. Setelah semprat semprot parfum sana sini hingga menimbulkan aroma wangi parfum yang sangat semerbak hingga tercium keluar rumah, tiba-tiba bapak gue mengetuk pintu kamar.

Tok tok..

Bapak: Bang?

Gue: Iya, pa? Masuk aja gapapa.

Lalu bapak gue masuk ke dalam kamar gue.

Uhuk… uhuk..

Tiba-tiba bapak gue batuk waktu masuk ke dalam kamar gue.

Gue: Dek, ambilkan papa minum!

Adik: Iya bang, sebentar.

Bapak: Udah bang, gak usah.

Gue: Papa gapapa kan?

Bapak: Iya bang. Jadi papa cuman mau menyampaikan sesuatu.

Gue: Apa itu pa? Oh.. jangan-jangan Papa mau belikan abang perangkat baru untuk komputer abang ya?

Bapak: Bukan itu bang.

Gue: Terus?

Bapak: Malam ini kayaknya kita gak jadi keluar deh.

Lalu gue berhenti menyemprotkan parfum.

Gue: Loh? Kenapa pa?

Bapak: Soalnya malam ini Papa sama Mama mau pergi ke acara taziah kawan papa.

Gue terdiam sebentar, lalu berucap kembali.

Gue: Yaudah pa. Gapapa kok kalau gak jadi.

Padahal gue berusaha tegar, karena selama ini gue jarang di ajak pergi keluar menikmati malam minggu bersama keluarga.

Bapak: Beneran bang? Yaudah, nih papa kasih uang jajan untuk abang.

Lalu menyerahkan uang jajan untuk gue.

Menerima uang jajan
Menerima uang jajan

Gue: Makasih pa!

Gue batal kecewa. Karena udah di sogok sama uang jajan. Muehehehe.

Bapak: Sama-sama. Oya, kalau mau makanan, ambil aja di lemari. Udah papa restock makanannya.

Gue: Siap boss! *lalu memberi hormat

[divider]

Gue langsung mengganti pakaian. Dan malam minggu kali ini gue lalui sendirian, lagi. Tapi meskipun sendirian, gue udah terbiasa sama keadaan ini. Yak, malam minggu pun dimulai.

Awalnya gue nonton-in film-film yang belum sempat gue tonton. Karena ada begitu banyak sekali film di laptop yang belum gue tonton. Karena belakangan ini gue sangat sibuk sekali sehingga gak sempat nonton-in film-film yang ada di laptop.

 Uangnya? Uang jajan di kasih bapak gue tadi, gue simpan untuk masa depan yang lebih cerah. *jiaahhh

Setelah selesai nonton-in salah satu film yang ada di laptop, gue berhenti. Kenapa? Gue rasa gak ada faedahnya kalau cuman nonton film. Jadi, gue langsung menghidupkan jaringan internet dan memulai salah satu kegiatan yang rutin gue lakukan, yaitu blogwalking.

Blogwalking tentunya sangat asyik. Kenapa? Karena gue bisa menambah jaringan pertemanan antar sesama blogger, mempererat tali silahturahmi. Mendapatkan manfaat dari setiap cerita yang gue baca melalui blog-blog yang gue kunjungi. Menambah ilmu, dan masih banyak lagi hal yang sudah gue dapatkan melalui blogwalking.

Setiap cerita yang gue baca, pastinya memiliki makna tersendiri yang bisa gue petik melalui sebuah tulisan. Sambil blogwalking, gue ditemenin sama cemilan yang sudah di restock sama bapak gue. Bapak gue bener-bener bapak yang sangat mengerti gue. Dia tau, kalau gue sangat hobi nyemil. Jadi setiap minggunya bapak gue selalu menyediakan stock cemilan untuk gue.

Di tengah blogwalking, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah gue.

Tok… tok… tok…

“Reza…”

Gue mengintip dari gordeng jendela. Muka tamu itu tidak asing lagi di mata gue.

Gue mendiaminya agak lama. Lalu ketika tamu itu menghidupkan kendaraannya untuk pergi karena mengira gak ada orang di rumah, saat itu pula gue langsung membuka pintu rumah gue.

Ceklek.. suara gue membuka kunci rumah.

Kendaraan itu langsung berjalan.

“Den! Bentar…,” kata gue.

Motornya langsung tancap gas. Sepertinya dia gak mendengar suara gue.

Tancap gas
Tancap gas

Apes! Padahal ada sahabat lama gue yang mampir ke rumah, tapi pergi karena mengira gue gak ada di rumah. Padahal aslinya gue ada di rumah, cuman gue lagi pengen isengin dia aja karena dulunya dia juga sering ngerjain gue, dengan cara yang sama seperti gue lakukan.

Gue duduk di beranda rumah, sambil meratapi lampu kendaraan roda dua itu perlahan lenyap dalam pandangan. Malam yang seharusnya akan menjadi malam yang mengasyikan, seketika apes karena ulah gue. Memang, kadang kalau gue mau ngerjain seseorang selalu aja gak seperti yang gue harapkan.

Waktu itu gue juga pernah iseng ngumpetin sandal seorang nenek. Padahal niatnya gue pengen ngumpetin sandal teman gue. Gue senyum-senyum sendiri ketika melihat teman gue itu. Dia pun bertanya, “Kamu kenapa ketawa sih, Za?”

Gue menjawab, “Gak ada apa-apa kok”, padahal aslinya gue senyum-senyum karena gue mau ngerjain dia dengan cara ngumpetin sandalnya.

Namun setelah selesai sholat, temen gue enjoy-enjoy aja. Dia bahkan memanggil gue dari gerbang masjid. Gue pun heran, lalu bertanya-tanya, “Darimana dia mendapatkan sandal itu? Padahal kan udah di umpetin di tempat yang aman”.

Lalu gue melihat ada seorang nenek-nenek terlihat kebingungan. Seperti sedang mencari-cari sesuatu.

“Ada apa, Nek?” tanya gue.

“Ini cu.. nenek lagi nyari sandal nenek yang hilang,” jawab nenek itu.

“Memang, sandal nenek yang kayak gimana sih?” tanya gue kembali.

“Sandal nenek swallow warna ijo,” jawab nenek itu kembali. Masih mencari-cari sendalnya yang hilang.

Lalu teman gue tadi datang.

“Seperti ini nek?” tanyanya.

“Iya, yang seperti itu sandal nenek.”

Lalu gue berbisik ke teman gue tadi, “Sandal yang aku umpetin tadi kamu temuin dimana?” tanya gue.

“Ha? Ini memang sandal aku kok.” kata teman gue tadi.

Ternyata gue salah target. Sandal yang gue umpetin tadi ternyata adalah sandalnya nenek! Gue langsung mengambil sandal itu di tempat yang gue sembunyikan. Benar. Sandal itu masih ada di tempatnya. Gue langsung membawa sandal itu ke nenek.

“Ini ya nek?” tanya gue.

“Iya, yang itu cu..” kata si nenek.

Gue memasangkan sandal itu kepada si nenek lalu meminta maaf. Untung neneknya gak baper. Coba kalau baper, bisa dikutuk jadi batu gue!

[divider]

Sambil meratapi dan menyadari kesalahan, tiba-tiba ada suara motor berhenti. Gue menoleh ke belakang. Ternyata itu adalah teman gue. Yang tadinya gue isengin. Setelah diisengin, ternyata gue diisengin balik. Bener memang, gue gak bisa ngerjain mereka. Setiap berhasil ngerjain, gue pasti dikerjain balik.

Ya.. malam minggu gue kali ini terasa sangat menyenangkan. Karena gue mendapat kawan-kawan sesama blogger melalui blogwalking yang rutin gue lakukan. Gue dikasih uang jajan, ya meskipun untuk gue tabungkan juga. Gue kedatangan temen lama gue yang gokil.

Bagaimana dengan malam minggu kalian? :)



6 COMMENTS

  1. Wah suka nulis cerita series juga ya. Keren keren. Anime? Manga? I love it too. \:D/
    Cie malem mingguan juga. Gue mah apa di kamar doang batuk-batuk kayak nenek-nenek gabut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.