Pertanyaan Nyebelin Sewaktu Lebaran

Lebaran… kalau lagi lebaran, atau sedang kumpul bersama keluarga besar saat lebaran, selalu saja ada pertanyaan yang menghiasi moment lebaran kita. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh si penanya ini ada yang biasa aja, gak nyakitin hati, kita yang di tanya juga jawabnya bisa santai.

Tak jarang ada juga penanya yang melemparkan pertanyaan ‘mematikan‘, pertanyaan ‘mematikan’ itu sendiri membuat kita yang di tanya langsung ‘skak mat‘. Biasanya gejala awal akibat pertanyaan ‘mematikan‘ itu membuat kita gak bisa berkata apa pun. Dan bisa lebih parah lagi. Gejala tingkat lanjutnya meliputi: Baper, Depresi, dan yang lebih parahnya lagi ada serangan jantung.

Baca Juga: Ngomongin Kue Lebaran

Nah, kali ini gue akan membahas soal pertanyaan-pertanyaan nyebelin sewaktu lebaran. Baik yang gue alami sendiri mau pun berdasarkan pengamatan gue selama ini. Berikut adalah pertanyaan nyebelin sewaktu lebaran:

1. Kapan Nikah?

Ini tuh pertanyaan paling nyebelin nomor satu saat lebaran. Waktu lagi silahturahmi dan salam-salaman sama saudara gitu kan, terus ada yang nanyain, “Kapan Nikah?” atau “Mana Pasangannya?”. Biasanya sih orang yang di tanya adalah orang-orang yang usianya cukup matang untuk segera nikah. Untung gue masih muda. Belum merasakan bagaimana sakitnya ketika di tanya, “Kapan Nikah?”.

Sumber: memegenerator.net
Sumber: memegenerator.net

Cara menghadapi: Cara untuk menghadapi pertanyaan ini adalah dengan lo gak usah merayakan ulang tahun. Seiring berjalannya waktu, usia lo akan bertambah. Cara paling mudah adalah dengan cara ‘gak usah merayakan moment ulang tahun’. Atau kalau ini terlalu sulit, cukup dengan cara kejang-kejang aja sewaktu di tanya.

Lanjut ke pertanyaan nyebelin sewaktu lebaran berikutnya…

2. Kapan punya momongan?

*ngelirik pasangan yang belum punya momongan*

Setelah di tanya kapan nikah, akhirnya lo nikah juga. Orang-orang senang. Keluarga senang. Sewaktu kumpul bareng keluarga besar lo gak diberikan pertanyaan nyebeli nomor satu atau ‘kapan nikah?’. Lo akhirnya bisa bernafas lega. Namun lo gak akan bisa bernafas dengan lega karena lebaran tahun berikutnya, lo akan dihadapkan kembali dengan pertanyaan nyebeli nomor dua atau “Kapan punya momongan?”. Biasanya sih, yang nanya ini adalah kakek-nenek yang ingin segera menggendong cucu.

Cara ngehadapin: Gak usah nikah. Kalau gak nikah, lo gak akan di tanya, “Kapan punya momongan?”.

Resiko: Lo akan ditanya-tanya lagi “Kapan Nikah?”

3. Kapan Wisuda?

Ini adalah pertanyaan yang cukup nyebelin bagi para mahasiswa/i yang kuliahnya gak kelar-kelar. Udah 10 tahun kuliah tapi belum tamat juga. Waktu lagi lebaran bersama keluarga besar trus di tanya, “kapan wisuda?” atau “wisudanya kapan?” akan terasa sangat menyakitkan. Oke, lu bisa mengalihkan pertanyaan itu dengan topik yang lain. Lalu tiba-tiba waktu lo berhasil mengalihkan topik pembicaraan dan lo mau salaman sama yang lain, seseorang dengan kumis tebal nanya, “Kapan wisuda?”

“Loh, pak dosen?” ternyata dosen di kampus lo adalah keluarga lo sendiri. Malunya double. Kelar idup lo!

Kapan Wisuda

Cara mengatasi: Segera selesaikan kuliah lo. Dan bila lo gak nyelesain kuliah, secara gak sadar lo akan perlahan menjadi tua dan dinobatkan sebagai “mahasiswa abadi yang kuliahnya gak kelar-kelar”.

Lo mau dapet gelar mahasiswa abadi?

4. Udah Dapat Pekerjaan Belum?

Pertanyaan ini cukup nyebelin. Apalagi kalau lo adalah mahasiswa yang udah lama banget lulusnya tapi belum nemu pekerjaan juga. “Wisuda udah, kapan kerja?”

Lulus salah, belum lulus juga salah. Jadinya serba salah. Lulus tapi gak dapet pekerjaan, belum lulus tapi di tanya-tanya, “Kapan wisuda?”.

Cara menghadapi: Segera cari pekerjaan. Manfaatkan koneksi dari teman-teman. Setidaknya ada satu atau dua orang teman lo yang punya kenalan di salah satu kantor atau perusahaan. Jangan memilih-milih. Karena sekarang ini mencari lapangan pekerjaan itu cukup sulit. Atau kalau lo gak mau repot cari sana-sini, ciptakan lah lapangan pekerjaan itu sendiri!

Karena keterbatasan ruang kerja saat ini mau gak mau lo harus berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Sehingga gak ada lagi tuh yang namanya ‘pengangguran’.

Kecil-kecilan juga gapapa. Yang penting adalah halal. Selagi itu halal, hajar aja karena lo gak akan terlihat buruk di mata masyarakat banyak.

5. Pacarnya mana?

Ini adalah pertanyaan nyebeli nomor lima. Setelah lo lulus, lalu berhasil mendapatkan/menciptakan pekerjaan, lo di tanyain, “pacarnya mana?”. Padahal lo udah terlihat mapan dengan pekerjaan itu dan saudara nanya, “pacarnya mana? Gak laku-laku ya?”. Duh, nyes banget itu rasanya.

Dan pertanyaan ini juga kadang nyebelin banget buat para pelajar mau pun mahasiswa. Oke ini adalah pertanyaan biasa buat orang yang saat ini sedang ingin ‘single’ karena memang ia sedang mencari pasangan yang tepat. Bagaimanapun juga, wajar kalau dia jual mahal karena dia pasti laku berkat ketampanan/kecantikannya.

3622302

Lain ceritakan kalau misalkan lo yang tampangnya menyedihkan dan berstatus ‘jomblo abadi’ ditanyain soal ‘Pacarnya mana’ atau ‘udah punya pacar?” pasti rasanya ingin segera menenggak racun rumput yang sudah kadaluarsa bukan?

Cara mengatasi: Segera cari pacar! Emangnya lo mau gak punya pacar padahal lo sendiri udah terlihat mapan? Orang yang belum mapan aja udah punya pacar, masa lo enggak? Trus, emangnya lo mau gak nikah-nikah juga karena belum punya pacar atau jodoh?

Buat pelajar atau pun mahasiswa, perbaiki penampilan lo! Ubah supaya terlihat menarik.

Dan btw, gue juga di tanya kayak gini waktu lebaran. Bahkan setiap tahunnya. Gak usah sedih, karena gue juga bernasib sama seperti kalian :’)

6. THR-nya mana?

Ini juga pertanyaan yang paling nyebelin. Waktu mudik ke Padang kemarin saudara-saudara gue yang masih kecil nanya sama gue, “THR-nya mana, bang?”

Duh dek, abang mau beli pulsa untuk ambil paketan aja susah. Apalagi harus memberi THR sama kalian. Maaf ya, nanti kalau abang sukses abang akan kasih kalian THR yang banyak :’)

Dan untungnya, papa gue kemarin memberikan dana bantuan.

Papa: Nih, bang. Kasih THR ini buat adik-adik. Abang boleh menyebutkan atas nama abang.

Gue: Pas, mantap pa!”

Papa: Eiits… tapi uang ini adalah kredit.

Gue: …..

( ( ( Kredit bro ) ) )

Pada akhirnya gue menolak dana bantuan dari papa gue. Gue takut kalau nantinya gak bisa ngeganti uang itu. Dan pada akhirnya gue tetap memberikan THR pada adik-adik sepupu gue. THR: Tabokkan Hari Raya.

Haha, enggak deng. Gue terpaksa narik uang dari tabungan gue buat ngasih THR itu ke adik-adik sepupu gue. Ya walaupun jumlahnya kecil, tapi gue belajar untuk memberi dan mengikhlaskan. Karena tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah :’)

Pertanyaan nyebelin berikutnya…

7. Ranking/Juara berapa?

Ini tuh pertanyaannya nyebelin banget. Oke kalau misalnya yang di tanya orangnya pintar. Kalau misalnya yang ditanya biasa-biasa aja atau bahkan maaf bodoh gimana? Kalau di jawab jujur malah maluin diri sendiri, dikucilkan dari keluarga, kalau bohong tapi malah menimbulkan dosa. Jadinya serba salah gitu mau jawab apa.

Cara mengatasi: kejang-kejang!

Itu dia Pertanyaan Nyebelin Waktu Lebaran versi gue. Kalau kalian punya Pertanyaan Nyebelin Sewaktu Lebaran, silah berkomentar di box comment yang ada di bawah ini 😀

8 COMMENTS

  1. Hahahah, pertanyaan gak ada habisnya..
    Belum wisuda? Ditanya kapan selesainya..
    Udah wisuda, ditanyain lagi kapan nikahnya..
    Udah nikah, ditanyain lagi udah ada anak belum..
    Udah punya anak, ditanyain lagi kapan lagi ada adeknya..

    T_T

Tinggalkan Komentar

Setelah berkunjung, yuk jangan lupa untuk ninggalin jejak dengan cara meninggalkan komentar kalian di kolom yang sudah gue sediakan! Oya, kalian juga boleh ajak sanak, gebetan atau bahkan keluarga buat main-main ke blog gue. Pssst kalau kalian ada seorang kenalan cewek, bisa kali kenalin dia sama gue. Kali aja jodoh :p Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.