Tamu Dari Negara Luar

Hari ini sekolah gue kedantangan tamu yang tak di sangka-sangka. Ya, awalnya gak ada yang tahu bahwa sekolah kami akan di datangi oleh tamu terhormat. Hal ini di umumkan langsung sama kepala sekolah—kalau telinga gue gak salah denger waktu upacara kemarin—maklum aja, badan gue terlalu kecil untuk melihat ke depan pada saat upacara bendera karena terhalang oleh teman-teman dengan postur badan yang lebih besar dari gue.

Gue dengan tinggi badan yang hanya 150-an cm ini nekat ingin berbaris di barisan tengah. Karena gue pribadi bosan baris di depan. Selama 10 tahun gue selalu berada di barisan paling depan saat sedang upacara. Coba kalau berbaris mendapatkan perhatian sang pujaan hati, gue rela dan siap berada di barisan paling depan untuk mendapatkan perhatiannya! *IniSerius

Baca Juga: Terkenal Karena Sebuah Gosip

Selama 10 tahun itu pula gue selalu berada di barisan paling depan. Kadang gue berpikir, “Kapan gue bisa berada di barisan belakang? Atau setidaknya barisan tengah,” Namun kemudian muncul sebuah ide agar gue gak selalu berada di barisan paling depan ketika sedang upacara, “Gue harus jadi lebih tinggi lagi!”

Dengan semangat yang membara!

Gue mulai giat berolahraga agar tinggi badan gue bisa naik. Ya, gue jadi sangat rajin berolahraga sampai-sampai orang tua gue heran dan berkata, “Tumbenan olahraga Bang, biasanya jam segini udah nangkring di depan komputer,” kata ibu gue.

“Oh iya!”

Gue langsung berhenti olahraga dan menyalakan komputer.

Beberapa hari kemudian gue lupa dan mulai jarang berolahraga. Susah memang jika tidak di barengin dengan niat yang kuat.

“Yes! Berarti hari ini gak belajar!” gue kegirangan ketika mendengar penjelasan dari pembina upacara.

Barisan pun dibubarkan. Namun tiba-tiba siswa laki-laki disuruh untuk tetap berada dibarisannya. “Apakah kami akan dihukum karena ribut?” pikir gue. Maklum aja, karena waktu upacara barisan kelas gue cukup ramai. Mata gue melihat ke seluruh lapangan. Ternyata bukan siswa laki-laki dari kelas gue aja yang tetap berada di barisan, melainkan seluruh siswa laki-laki dari kelas X sampai XII tetap berada di barisannya. Ini mimpi buruk!

Benar saja, mimpi buruk itu benar-benar datang. Ada yang berusaha kabur dari mimpi buruk itu, dan ada juga yang sudah pasrah dengan keadaan. This is razia rambut massal!!

Gue jadi kasihan sama mereka yang terjaring razia rambut. Kalau aja bisa ditukar, gue siap menggantikan teman-teman gue yang rambutnya akan di potong *IniBohongan. Gue? Tentu aja gue tetap stay cool. Karena sabtu kemarin gue sudah memangkas rambut gue! HAHAHA! *tawa jahat*

 Usai razia, seluruh siswa laki-laki diperbolehkan kembali ke dalam kelasnya masing-masing.

Jam pelajaran pertama gue hari ini adalah olahraga. Jadi, gue langsung ganti baju untuk bersiap mengikuti olahraga. Hari ini kami akan ambil nilai olahraga lari mengelilingi lapangan sebanyak delapan kali dengan batas waktu dua belas menit. Gue gak terkejut, karena waktu smp gue juga pernah ambil nilai seperti ini. Tapi bedanya waktu smp gue lari mengelilingi gedung olahraga sebanyak sembilan kali untuk laki-laki dengan catatan waktu yang sama, yaitu dua belas menit.

Seperti biasa, setiap jam pelajaran gue mendadak menjadi orang kaya baru *Ini penting*. Memiliki dua buah mobil dan tujuh buah gadget dan empat pasang jam tangan merk terkenal. “Bos, ntar nebeng pulang dong,” kata Apip, teman gue.

Baca juga: Orang Kaya Baru

“Ini, ambil aja kunci mobil ini,” kata gue sambil nyerahin kunci mobil. “Gue udah bosan sama mobil itu. Jadi mobil ini untuk kamu aja.”

“Yakin bos? Makasih banyak bos.”

Lalu teman gue datang lagi.

“Bos. boleh pinjam mobilnya gak? Untuk hari ini aja.”

“Pinjam? HAHAHA! Ini, ambil aja mobil ini,” kata gue. “Mobil itu sekarang jadi milik kamu.”

“Wah, makasih banyak bos!”

“Iya, sama-sama,” balas gue.

Padahal kenyataannya: Gue ngasih kunci mobil itu ke pemilik asli-nya. Begitu juga dengan keenam buah gadget dan tiga buah jam tadi. Lho kok enam gadget dan tiga jam? Kan tadi tujuh sama empat? Hehe, karena salah satu dari gadget dan jam tangan itu punya gue :p

Kembali ke inti cerita.

Usai ambil nilai, kami tidak ada kegiatan. Kelas kami betul-betul kosong. Gak tahu harus ngapain. Main gadget, jaringan lemah. Jadi untuk mengisi kekosongan itu, gue dan teman-teman menghabiskan waktu dengan mengobrol. Ya, walaupun ngobrolnya gak jauh-jauh dari game yang saat ini sedang ngetrend banget, COC. Buat yang belum tahu apa itu COC, COC (Clash of Clans) adalah salah satu game yang ada platform Android dan iOS.

Lama-lama mendengarnya membuat gue bosan dan akhirnya gue keluar mencari udara segar. Begitu keluar, mata gue langsung tertuju ke ‘dia’, orang yang sangat gue taksir. Jantung gue berdegub kencang. Ia semakin dekat dan semakin dekat dan membuat jantung gue berdegub semakin kencang. Dia melewati gue begitu saja, dan itu rasanya perih. Gue hanya bisa memendam rasa ini sedalam-dalamnya. Huft. Bego lo, Za!

Baca Juga: Senangnya Ketika Seseorang Tiba

 

Jam 1 siang, kami disuruh ke lapangan sekolah. Seperti yang diumumkan saat upacara tadi, ada tamu yang datang ke sekolah gue. Dan tamu itu adalah Komjen Amerika Serikat Beserta Rombongan TNI AL dalam rangka memperkenalkan Budaya Amerika Serikat. Sebuah kehormatan bagi kami karena kedatangan tamu terhomat, Komjen Amerika Serikat.

“Pantasan aja para TNI AL datang ke sekolah, rupanya ingin mempersiapkan segala hal untuk menyambut Komjen Amerika Serikat,” batin gue.

Meskipun sekolah gue menjadi tuan rumah untuk menyambut para tamu kehormatan ini, tapi gue dan beberapa teman gak begitu tertarik melihatnya. Tapi ini hanya menjadi sebuah awalannya saja. Saat mulai masuk ke inti acara, tiba-tiba ada semacam nyanyian atau apalah gitu namanya gue juga gak tau. Karena suatu hal, gue jadi tertarik untuk melihat langsung.

Lagi-lagi postur tubuh gue yang kecil ini membuat gue gak bisa melihat langsung karena terhalang oleh orang-orang yang naik ke atas kursi untuk melihat. Tapi gue beruntung karena ada yang menggendong sehingga gue bisa melihat langsung.

“Wah, ini kan kebudayaan Suku Indian,” kata gue.

Suku Indian

Gue menjadi tertarik melihat langsung kebudayaan Suku Indian ini. Perlu di catat,

Orang dari Suku Indian adalah pemukim pertama dari Amerika Utara yang datang dari Asia lebih dari 2000 tahun yang lalu

Sumber: Wikipedia

Mengingat ini adalah moment yang sangat langkah, gue tak melewatkan sedikitpun moment ini. Karena biasanya gue cuman bisa melihat orang dan kebudayaan dari Suku Indian ini melalui layar televisi dan juga film, gue tak ingin melewatkan sedetik pun moment ini.

Setelah melihat secara langsung, gue merasa sangat puas. Ya, benar-benar puas bisa melihat langsung kebudayaan Negara Amerika Serikat.

Fyi, tulisan ini sama sekali tidak ada faedahnya. Jadi, terima kasih karena kalian sudah mau meluangkan waktu untuk membaca blog post gue ini! :)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.