Minggu, 24 Juni 2018

Senang dan Penderitaan

Kembali melanjutkan postingan gue kemarin yang membahas masalah kevakuman gue dalam dunia blogger. Nggak afdol rasanya kalo nggak ngikutin dari awal, saran gue, buat kalian yang ingin baca postingan ini, sebaiknya baca dari awal, deh. Soalnya cerita ini gue bagi ke dalam beberapa series postingan. Kalo mau ngikutin dari awal, kalian bisa membacanya di sini. Di seri awal, gue menceritakan...

KOK SEPI SIH

Belakangan ini mood gue sedang dalam masa keemasannya, dimana gue merasa bahagia mengerjakan kewajiban gue sebagai murid kelas dua belas. Untuk mengerjakan segala macam bentuk aktivitas sehari-hari, apalagi aktivitas berat seperti berpikir, diperlukan hubungan yang harmonis antara mood dan pikiran yang sehat. Jika hubungan keduanya harmonis, maka terciptalah jiwa yang produktif. Dibalik orang yang produktif selalu ada keharmonisan antara mood...
Ini adalah series terakhir dari cerita berseries gue. Nggak kerasa ya akhirnya gue bisa sampai di penghujung cerita berseries ini. Penginnya sih di ceritain semua, tapi takut jadi panjang. Jadi gue sengaja persingkat aja biar cerita berseriesnya nggak kepanjangan. Kalo mau baca cerita berseries gue selama berada di rumah sakit, kalian tinggal klik di sini aja ya. Huuffft.. capek juga ya...
  Belakangan ini jadwal gue lagi nggak sibuk-sibuk banget. Kuliah sore, pulang malem. Pagi sampe siang nggak ada kegiatan apa-apa. Karena punya banyak waktu senggang, gue manfaatin buat baca-baca blog temen. Salah satunya adalah tulisan Kak Sefin. Pada postingan yang gue baca, lebih dan kurang dia berbicara mengenai standar kulit. Orang-orang mengomentari warna kulitnya yang cenderung gelap dan nggak menuruti standar...
Di Selasa siang yang sangat cerah... ada seorang pria tampan dengan tubuh kekar pulang ke rumahnya ketika gue pulang ke rumah sambil membawa selembar kertas yang diberi oleh kakak-kakak dari Binus, nyokap gue yang waktu itu lagi telponan sama keluarganya yang di Jakarta langsung menutup teleponnya ketika gue memasuki jenjang rumah. Bukannya di sambut dengan hangat seperti, "bagaimana pelajarannya...

Media Sosial

324PengikutMengikuti
594PengikutMengikuti
981PengikutMengikuti

Postingan Baru