Ceritanya Ditikung Teman Sendiri

Setelah kemarin gue sempat membahas soal problematika yang sering terjadi dalam suatu hubungan, kali ini gue akan membahas persoalan cinta yang terjadi dalam kehidupan gue sendiri. Jujur, gue orangnya sangat tertutup terhadap kisah perjalanan asmara di dalam hidup gue. Mungkin dengan menceritakannya, gue bisa sedikit lebih plong karena tak ada yang perlu gue tutup-tutupin lagi. Gue ingin menceritakan bagaimana bodohnya gue dalam persoalan cinta.

Cerita ini bermula ketika gue pacaran untuk yang pertama kalinya. Di sebuah bangku Sekolah Menengah Pertama, gue perlahan mulai tumbuh dewasa dengan tanda-tanda “mulai menyukai lawan jenis”. Sebenarnya gue mulai menyukai lawan jenis sejak SD. Di bangku sekolah dasar mulai menyukai “lawan jenis” lebih sering disebut sebagai cinta monyet. Tapi gue nggak jatuh cinta sama monyet. Gue jatuh cinta sama makhluk ciptaan Tuhan yang bernama “wanita”. Di tingkat sekolah dasar gue nggak sampai ke tahap “menyukai”. Gue hanya sampai ketahap mengagumi sang lawan jenis dari kejauhan. Iya, gue udah kayak Hinata yang jatuh cinta sama Naruto hanya saja posisi gue saat ini sebagai Naruto dan lawan jenis yang gue sukai itu sebagai Hinata. Ah tidak. Mungkin gue lebih seperti Naruto yang menyukai Sakura tapi dengan sifat seperti Hinata yang pemalu.

Apa yang bisa gue lakukan sebagai laki-laki yang memiliki sifat pemalu? Ya hanya mengagumi dari kejauhan. Mengamati setiap hal yang ia lakukan dari kejauhan. Orang yang lagi jatuh cinta mungkin bisa disebut sebagai penguntit. Yang punya informasi lebih mendalam tentang orang yang di kaguminya. Gue nggak akan membahas hal itu lebih dalam karena tidak ada kaitannya sama postingan ini.

Oke, cerita ini bermula saat gue di bangku sekolah menengah pertama.

Lulus dari bangku sekolah dasar dengan nilai yang terbilang tinggi pada masanya itu, gue masuk ke sebuah sekolah menengah pertama yang cukup favorit di kota gue. Hal yang bikin gue sedih saat itu adalah: tidak adanya teman dari sekolah gue sebelumnya yang mendaftar di SMP ini. Apalagi saat itu gue belum punya pengalaman naik angkot sendirian. Namun kesedihan itu segera berakhir sejak gue sadar bahwa di SMP yang gue masukin ini, banyak cewek cantiknya! Yap, cewek-cewek cantik pada umumnya pasti larinya ke sekolah favorit.

Laki-laki pemalu pada umumnya tidak memiliki kelebihan dalam hal berinteraksi di depan umum. Terutama di depan lawan jenis. Laki-laki pemalu, pada umumnya akan sangat grogi ketika apa yang ia lakukan dilihat oleh wanita. Terutama jika wanitanya adalah wanita jadi-jadian. Apalagi lokasi SMP gue berdekatan dengan wilayah banci-banci mencari nafkah yang biasanya beroperasi pada malam hari. Bisa dibayangkan betapa seramnya kegiatan yang lo lakuin di lihat oleh wanita jadi-jadian? Gue aja nggak sanggup ngebayanginnya. Untung mereka mangkalnya pada malam hari. Kabarnya sekarang banci yang sering mencari nafkah di sana sudah mulai berkurang. Beruntunglah kalian angkatan baru karena tidak di cap sebagai “banci” lagi.

Di kelas tujuh, gue sama sekali tidak berhasil membuat lawan jenis melirik apalagi memikat mereka. Yeah, tidak heran kenapa gue gagal membuat lawan jenis melirik gue, soalnya pada saat itu gue melakukan yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak laki-laki. Menangis. Mungkin peralihan dari usia anak-anak menuju usia remaja yang membuat gue gagal.

Di kelas delapan, gue perlahan mulai berubah. Terutama dari segi suara. Suara gue yang sebelumnya seperti suara anjing chihuahua terjepit, perlahan-lahan mengalami perubahan jadi seperti suara orang dewasa. Teman gue yang saat itu menelepon ke nomor gue sempat salah paham dengan suara gue yang mulai berubah. Meski suara dan tingkah laku gue mulai berubah seperti orang dewasa, tapi gue tetap aja tidak sukses membuat cewek melirik gue.

Nah, di kelas sembilan inilah gue memulai perjalanan cinta gue untuk yang pertama kalinya. Saat itu gue mulai dekat sama seorang cewek dari luar daerah. Cuman dekat sih, nggak ada rasa suka sama sekali. Tapi temannya memaksa gue untuk nembak dia. Lah, laki-laki mana coba yang mau nembak cewek yang tidak ia sukai sama sekali? Tapi ya sudahlah, demi menghormati perasaan si cewek, gue melakukan hal yang seharusnya tidak gue lakuin: Nembak si cewek yang sama sekali tidak gue sukai.

Baca Juga: Fenomena Ceker Babat Yang Sedang Ngetrend

Sebulan berlalu sejak gue dan dia berstatus “pacaran”. Karena memang tidak ada unsur saling suka, hubungan gue dan dia berakhir dengan tragis. Yang mana si cewek mengancam mau membunuh gue karena telah membuat dia bersedih. Bagi gue bodo amat lah ya. Kalau memang mau ngebunuh gue, coba aja lakuin. Toh gue saat itu udah ngejelasin sama teman-temannya kalo gue sama sekali nggak menyimpan rasa sama dia. Tapi temannya tetap memaksa gue untuk nembak dia, yaudah, begini jadinya :))

Cinta tidak bisa di paksakan. Kalo memang tidak cocok, yaudah, buat apa di paksain. Itu sama aja seperti lo maksa untuk ngebuka gembok dengan sebuah kunci yang sudah jelas tidak cocok dan ujung-ujungnya patah karena terlalu dipaksakan :))

kunci-dan-gembok

Gue sama sekali nggak menganggap cewek itu menjadi cinta pertama gue. Ya memang karena tidak ada unsur saling suka :))

Beberapa minggu berlalu sejak tragedi yang tidak mengenakan itu. Gue mulai dekat lagi sama seorang adik kelas yang tidak satu sekolah sama gue. Dia sedikit tomboy dan merupakan anak Drumb Band di sekolahnya yang juga bersekolah di sebuah SMP favorit di kota gue. Gue dekat banget sama dia. Bahkan terlalu dekat. Pagi, siang, sore dan malam tangan gue tidak bisa lepas dari handphone karena saat itu lagi ngetrend sama sebuah aplikasi keluaran Blackberry. Yap, adalah Blackberry Messenger yang membuat kami semakin dekat. Jujur, tanpa Blackberry, mungkin gue nggak akan bisa kenal sama dia. Nggak akan bisa dekat sama dia. Dan nggak akan timbul rasa suka sama dia. Ini semua gara-gara Blackberry! Blackberry Messenger lah yang membuat gue bisa semakin dekat sama dia. Sekarang seiring berjalannya waktu, tingkat kepopularitasan Blackberry semakin menurun karena aplikasi unggulannya, Blackberry Messanger juga tersedia di Android dan iOS. Meski begitu, gue nggak akan melupakan jasa Blackberry yang sudah membuat kami berdua jadi semakin dekat :’)

Laki-laki pemalu pada umumnya tidak punya keberanian untuk berbicara secara lisan dengan orang yang di sukainya. Lelaki yang mempunya sifat pemalu, lebih unggul dalam hal berkomunikasi secara tidak langsung. Bisa dibilang lebih ke tulisan. Singkat cerita gue sukses memikat adik kelas yang berbeda sekolah dengan gue. Namun disinilah mulai timbul sebuah masalah. Gue ditantang untuk ketemuan. Ngobrol empat mata dan mengenal satu sama lain secara lebih dekat lagi. Karena ketidaksanggupan itu, gue sering menghindari ajakannya dan suka mencari-cari alasan supaya tidak ketemuan. Mungkin karena hal itu, dia mengira kalo gue cuman main-main. Meski begitu, kami tetap berkomunikasi. Hanya saja ada satu hal yang membuat gue sedih, dia udah jadi milik orang lain :’)

Mungkin ini adalah hukuman buat gue karena tidak berani bertindak. Dan gue rasa ini pantas di dapatkan oleh orang-orang bego seperti gue. Gapapa, gue kuat kok :’)

——————————————————————————-

Akhirnya gue bertemu dengan cinta pertama gue. Seorang adik kelas, yang juga satu sekolah sama gue. Kalau kata orang sih, jodoh itu mirip. Ada begitu banyak kemiripan antara kami berdua. Tidak begitu banyak sih. Ada yang berbeda antara kami berdua. Selain jenis kelamin yang berbeda, postur tinggi badan gue sama dia beda jauh. Dia tinggi dan sedangkan gue kayak Kurcaci. Pendek. Lagi-lagi karena sifat pemalu gue, gue nggak berani ketika di ajak ketemuan. Dia tau sama gue. Tapi waktu di ajak ketemuan, gue nggak memiliki keberanian. Lagi-lagi karena sifat pemalu gue, dia jadi milik orang lain. Tapi saat itu juga dia langsung jujur sama gue. “Kak, maaf aku menyakitin perasaan kakak. Aku sama sekali nggak bermaksud menyakitin perasaan kakak, kok. Hanya saja, kakak terlalu lambat menyatakan perasaan kakak kepadaku.”

Ini pertama kalinya gue ketemu sama cewek yang jujur langsung akan perasaannya. Biasanya sih ya, cewek nggak mungkin berkata demikian setelah dia menyakiti perasaan sang cowok. Namun, setelah tau apa yang sebenarnya terjadi, gue memaafkannya. Ya bagi gue nggak masalah kalo memang begitu kenyataannya. Asalkan dia mau jujur, gue pasti mau memaafkan. Pelajaran buat cewek nih, jangan cuman bisa kasih kode. Tapi berikan kepastian juga sama si cowok bahwa kamu memang suka dan siap untuk di tembak. Jangan cuman bisa ngasih kode-kode yang tidak kami mengerti. Karena kami bukan anak pramuka yang terbiasa di kode-kode. Kami tau maksud kode yang kalian berikan, hanya saja kami tidak mau disangka kegeeran :))

Satu bulan berlalu. Akhirnya dia putus juga dari pacarnya. Dan saat itu juga gue langsung nembak dia. Karena tidak ada lagi yang perlu disembunyikan. Semunya sudah jelas. Proses tembak-tembakan berjalan dengan mulus. Tidak ada korban jiwa. Yang ada hanya dua insan yang saling mencintai satu sama lain :p

Ya meskipun gue nembak hanya via BBM, tapi gue beruntung karena dia memahami sifat gue.

Sebuah pesan diterima. Gue membuka pesan dan membacanya secara perlahan, “Sayang, ini aku, hp aku hilang :'(“

Saat itu gue nggak langsung percaya. Gue udah sering nerima pesan model begini. Kalo bukan salah sambung ya pasti orang iseng. Atau orang aneh yang ujung-ujungnya mau minta pulsa. Gue langsung nge-bbm dia. Tak terkirim. SMS, tak terkirim. Gue lupa kalo pulsa gue habis. Kampret. Pergilah gue ngisi pulsa buat memastikan kalo hp dia nggak hilang. Pulsa terisi, gue lupa kalo gue punya kontak sahabatnya. Ngapain coba gue beli pulsa? Rugi deh :(

Temannya pun mengkonfirmasi bahwa hp dia benar-benar hilang. Padahal saat jam istirahat sekolah (kebetulan gue nggak sekolah karena sedang sakit) gue dan dia masih sempat chatting-an di bbm. Nggak nyangka aja, sepulang sekolah hp dia udah hilang aja.

Semenjak hpnya hilang, gue jadi orang yang boros pulsa. Karena gue dan dia yang menggunakan jenis operator yang berbeda, memaksa gue harus rajin-rajin isi pulsa karena pulsa gue sering habis. Gapapa, cinta butuh pengorbanan. Pernah saat itu, malam hari, jam 10-an, gue keluar rumah buat nyari penjual pulsa. Penjual pulsa dekat rumah gue udah tidur. Mau nggak mau gue harus jalan lebih kurang 2,5 KM buat nyari penjual pulsa. Sialnya saat itu gue nggak punya kendaraan buat keluar rumah. Jadi ya gue jalan kaki sendirian buat nyari penjual pulsa. Ditemanin oleh hembusan angin malam yang dinginnya menusuk tubuh. Setelah pulsa terisi, apa yang gue dapatkan? Gue di marahin gara-gara balasnya telat. Gimana mau balas coba, pulsa aja habis. Gue jadi ngerasa sia-sia jalan kaki jauh-jauh buat ngisi pulsa demi membalas sms dia. Gue tersadar, mungkin dia lagi dapet. Dia bisa memahamin gue, masa gue nggak bisa memahamin dia? Karena saking marahnya dia sama gue, gue ditinggal tidur. Pada saat itu gue cuman bisa menuliskan pesan “Selamat tidur sayangku. Mimpi indah. Semoga ketika kamu terbangun nanti, kamu sudah tidak marah lagi padaku.”

3 tahun berlalu sejak gue putus sama dia. Semenjak putus, gue sama dia jadi lost contact. Dan baru bulan puasa kemarin lah gue berkomunikasi lagi sama dia. Sekarang dia udah beda banget sama yang dulu. Dia jadi lebih cantik ketimbang tiga tahun yang lalu. Sementara itu, gue sedikit lebih percaya diri ketimbang gue di masa SMP. Namun ada yang berbeda darinya. Dia sudah tak seperti yang dulu. Dia lebih ngikutin gaya cewek-cewek zaman sekarang. Lebih suka main kode. Menurut gue dia berubahnya terlalu jauh. Gue lebih suka dia yang dulu. Yang mana ia lebih jujur sama perasaannya. Apa yang ada di perasaannya, itu yang akan dia katakan. Tapi itu dulu. Sekarang? Udah jauh banget. Gue males ngelihatnya. Dia sempat ngasih kode buat balikan. Gue paham. Tapi gue nggak mau kalo cewek yang ngejar gue. Mungkin kami saling suka. Tapi mengingat gue yang saat ini berada di posisi laki-laki, gue nggak mau aja kalo dia yang merebut tugas gue. Jadi ya gue berpikir bagaimana caranya supaya dia berhenti memberi kode. Biar gue yang melakukannya dengan cara gue sendiri. Karena bagi gue, mendekatin cewek adalah sebuah tantangan. Kita tidak tahu bagaimana perasaan si cewek terhadap cowok. Dan cowok tidak tau bagaimana perasaan cewek terhadapnya. Gue lebih suka sama mode yang begini. Karena tidak saling tahu perasaan satu sama lain. Kalau memang mau, ya berusaha.

Waktu lebaran, gue berencana mau merebut hatinya dengan cara gue sendiri. Tapi sungguh disayangkan, dia sudah punya pacar. Oke, kejadian ini terulang kembali seperti 3 tahun yang lalu. Lalu beberapa minggu yang lalu dia putus dari pacarnya. Gue sempat mau beraksi. Tapi sangat disayangkan, gue udah ditikung duluan sama temen gue sendiri. Ya, ceritanya ditikung teman sendiri.

Mungkin gue udah seperti mobil sejuta umat dan temen gue adalah mobil sportnya. Gue yang punya tampang pas-pasan, dikalahkan oleh temen gue yang punya tampang jauh lebih ganteng daripada gue. Apalagi dia ahli dalam memikat hati wanita. Gue yang punya sifat pemalu bisa apa? Mungkin gue hanya bisa mengikhlaskan dan mendoakan supaya dia bisa bahagia bersama teman gue. Ya, hanya itu saja yang bisa gue lakuin. Mengikhlaskan dan mendoakan dia dari kejauhan :))

Bagaimana dengan kisah cinta kalian? Apakah kalian pernah mengalami permasalahan seperti yang gue hadapin saat ini? Yuk, share pengalaman itu di kolom komentar \o/



68 COMMENTS

  1. Sabar bro… Akan ada penggantinya yg lebih baik.
    kalo gw sendiri sekarang lg punya sahabat cewe, tapi lama2 makin sayang aja ke dia, tp bukan sbagai sahabat, perasan sebagai seorang lelaki ke wanita. Punyaa masukan?

    • Iya Dian! Semoga saja begitu. Gue juga dalam tahap ngelupain dia, kok. Hmm… mungkin bisa dengan lo nunjukin rasa sayang lo ke dia. Lo punya sifat pemalu gak? Kalo lo orangnya blak-blakan, mungkin bisa dengan nunjukin + nyatain secara langsung. Tapi kalo lo pemalu (kayak gue), mungkin bisa dengna nunjukin rasa sayang dan bukti nyata kalo lo sayang sama dia. Kalo wanita menuntut laki-laki untuk peka, berarti dia juga harus peka dong? Hehe :))

  2. tp suatu saat nanti, saat dikau bertemu dg yg namanya cinta sejati *aseg, dikau harus menyampirkan si pemalu ke kantong celana, dan mengundang si berani utk memperjuangkan cinta *aseglageee

  3. kenapa Naruto harus sama hinata? matanya aneh gitu :”(

    Pelajaran buat cewek nih, jangan cuman bisa kasih kode. Tapi berikan kepastian juga sama si cowok bahwa kamu memang suka dan siap untuk di tembak —> cewek kayak gini cuma ada FTV

    klo dari yang gw baca sih, lo bukannya ditikung tapi temen lo yang merecycle milik lo, dan itu tidak melanggar peraturan kawan

  4. Jadi pengen nangis baca ceritanya gan. Yang sabar aj jodoh pasti bertemu hehehe. Dalam dunia percintaan biasanya siapa yang paling banyak berkorban maka dialah yang paling sakit kalau putus. #RealStory :3

  5. Tetap semangat gan! Yakin deh bakal ada perempuan yang lebih baik lagi yang dipersiapkan buat agan :)
    Oiya, ngomong-ngomong tentang ditikung temen, saya juga pernah mengalaminya. Tapi demi persahabatan, ya diikhlasin dah, daripada ribut gara2 cewek hehe

  6. Kalo flashback masa SMP, gue inget akan hal cinta dalam hati selama 3 tahun. Aku males ceritanya, Za. Sakit, sih. Lagi males ngungkit. Ada sih, di blog aku judulnya Cinta dalam Hati. U baca aja. WKWKWK JADI W YANG PROMOSI.
    Aku termasuk orang yang bisa memendam perasaan, tapi kalo udah muak, langsung diungkapin. Serius, Za. Aku pernah bilang ke teman yang dulu pernah aku suka, kalo aku suka sama dia, intinya, jujur. Pernah lostcontact, tapi nyambung lagi. Tapi pas masuk SMA, malah lost contact banget. Huft.
    Aku sih memaklumi kalo cowok malu menyatakan perasaannya, jujur itu kan sulit, Za. Bahkan ada aja risiko besar kalo diungkapin. Antara jadian dan malah menjauh dianya. Apalagi jaman SMP atuhlah, jaman-jamannya alay dan mencari jati diri. Huft.
    Oh, ya, Za. Kita juga punya hal yang sama, lho, nggak menganggap pacar pertama sebagai cinta pertama! Dulu juga aku pernah kenalan sama cowo, beda sekolah. Aku terpaksa sama dia soalnya mau coba move on dari si cowo yang bikin aku mengalami Cinta Dalam Hati. Tapi… aku sama dia Cuma pacaran 2 hari. I can’t. Pas punya pacar lagi, aku anggap dia sebagai cinta pertama. Wkwkwk anjir. X))
    Kan kalo kamu di BBM, kalo aku di Twitter, Za. Cuma karena twitter, aku deket banget sama dia nyampe jadian. Nembaknya di SMS, dan First Date-nya pas jadian. X))
    Btw, Za. Itu serius kamu beli pulsa jam 10 malem?! Gila banget. Udah gitu, jalan 2,5 km lagi! Disangka orang hilang, nggak? Ih, aku mah kalo gitu mending antengin aja da. Biarin doi marah. Huft.
    Di cerita-cerita terakhir, itu ceritanya kamumau ajak dia balikan? Sedih banget tiba-tiba ditikung gitu. Huft, sabarin aja. Bisa aja ntar ketemu dia pas kamu sama dia berdampingan di kursi pelaminan. Azek!
    Btw, udah ah komennya. Kebawa seru, jadi serasa posting blog. xD

    • Gue udah move on, Ris. Semoga aja gue kuat untuk tidak mengingat dirinya lagi :)
      Iya.. gue keluar rumah jam 10 malem buat nyari pulsa. Waktu itu nyokap gue belum punya hp. Bokap gue belum pulang kerja. Jadi mau gak mau gue kudu keluar buat beli pulsa. Jauh lagi! Fak men! Pas udah beli malah dimarahin! KZL tau gak! huhuhu :(
      Iya Ris, tapi ya lupakan aja :(

  7. Sabar aja, gue juga gitu, malaha gue masih pacaran, eh!! Baru aja semalam gx chatingan udah di tikung ma sahabat gue sendiri!, emang susah di percaya orng skarang, bahkan temen bisa makan teman!, pagar bisa makan tanaman

  8. Semangat Bro……… Lupain Dia Ntar Juga Pasti Ada Yg Lain Cewek Kan Banyak Bukan Atu Ajjh BTW Cerita Lo Sama Kayak Cerita Gua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.