Lika-Liku di Dalam PDKT

Ada yang jomblo disini? Oke sebelum lo lanjut baca postingan ini, gue saranin elo yang jomblo sebaiknya segera menutup tab ini dan melupakan segalanya. Karena postingan ini tidak baik bagi kesehatan seorang jomblo. Terutama elo yang jomblo perak! Hahaha enggak deng, bercanda.

Cinta pertama… kalau udah ngomongin soal cinta, apalagi cinta pertama, gue selalu senyam-senyum sendiri seperti orang yang terlahir dengan keterbelakangan mental. Kebayang gak senyumnya orang idiot itu kayak gimana? Nah, seperti itulah gue kalau lagi tersenyum mengingat cinta pertama.

Baca Juga: Ceritanya Ditikung Teman Sendiri

Gue beruntung bisa hidup di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Dengan media komunikasi seperti BBM, gue bisa mendekati cewek-cewek yang gue anggap menarik. Awalnya, gue sempat mengalami kendala karena punya sifat pemalu. Gue suka malu kalau bicara sama orang yang gue taksir. Daripada gue bicara secara langsung dengan orang yang gue taksir, lebih baik gue bicara sama seekor singa liar, serius deh. Walaupun gue tau resikonya besar, tapi itu masih lebih baik daripada gue terbata-bata atau salah ucap saat berbicara sama orang yang gue taksir. Malu banget, men! Dan sekarang berkat adanya media komunikasi, kemaluan itu dapat sedikit terkendali. Oke kok kalimatnya jadi mesum gini ya… harusnya rasa malu yang menjadi kendala bisa teratasi.

Sebelum kenal sama wanita yang jadi cinta pertama gue, gue sama sekali gak kenal sama dia. Ya iyalah.

Begitu lo suka sama seseorang, lo harus pdkt terlebih dahulu supaya bisa saling kenal. Di dalam pdkt lo harus siap karena akan ada lika-liku di dalam pdkt yang akan lo alamin.

Dulu sewaktu masih SMP, gue bukanlah tergolong orang-orang yang dikenal hits di sekolah. Gue hitsnya cuman dikalangan anak kelas 9 saja. Dan itupun gue terkenalnya karena gue pintar dalam bidang teknologi saja. Salah satu yang bisa membuat nama gue melejit seantero kelas 9 adalah karena gue bisa membongkar segel internet positif. Sungguh sebuah prestasi yang tidak patut untuk dibanggakan.

Kalau gue lagi PDKT sama adik kelas, terutama yang cakep, mereka pasti bakalan nanya tentang gue dengan anak kelas 9 yang waktu itu namanya cukup hits dan punya banyak kenalan.

“Kak, tau sama kak Reza, gak?”

“Reza yang mana, dek?” temen gue yang hits ini balik nanya, karena di kelas 9 ada dua orang yang namanya Reza. Yang satu pintar di pelajaran Matematika, yang satu pintar dalam menumpas segel internet positif.

“Reza Andrian, kak.” balas adik kelas yang lagi jadi inceran gue.

“Oh… kenal, dek. Ada apa ya?”

“Nggak kak, aku cuman mau nanya aja. Menurut kakak, Reza itu orangnya kayak gimana sih?” tanya dia, penasaran.

“Dia itu orangnya pinter, terus baik dek.” jawab temen gue. Gue seneng waktu dia ngomong gini ke adik kelas yang jadi target gue.

“Oya? Dia pinter dalam hal apa kak?”

“Dia pinter dalam hal buka segel.”

“Segel apa, kak?” tanya adik kelas, semakin penasaran.

“Segel internet positif.”

Besoknya kontak BBM adik kelas yang jadi inceran gue hilang dari daftar pertemanan. FAAAK!!! Terkenal sih terkenal… tapi imej gue jadi jelek karena dikenal bisa buka segel internet positif! Kebanyakan adik kelas yang sedang gue ajak kenalan jadi ilfeel dan menjauh.

Seketika gue jadi depresi karena terus mengalami kegagalan. Udah susah-susah beli paket BBM supaya bisa chatting sama cewek, eh dijauhin karena ilfeel sama prestasi gue dalam hal buka-membuka segel.

Baca Juga: Disangka Tuyul

Awal dari melenjitnya nama gue dikalangan kelas 9 bermula dari teman gue yang minta tolong buat dibukain segel internet positifnya. Karena diantara anak-anak kelas 9 waktu itu yang paling pinter dalam urusan teknologi adalah gue, gue sempat jadi buronan teman seangkatan.

Waktu itu gue lagi menikmati semilir angit di depan pintu kelas gue. Inilah nikmatnya kelas di lantai atas, bisa menikmati angin sepoi-sepoi dari pintu kelas. Tiba-tiba segerombolan pria dengan tampang sangar mendatangin gue.

“Za!”

“Apa?” tanya gue, datar.

“Ada masalah, Za!”

“Masalah apa?” tanya gue penasaran.

“Ini.” memberikan laptop. “Gue butuh pertolongan lo, Za! Lo pinter TIK, kan?”

“I-Iya. Kenapa?”

“Tolongin gue. Tolong hilangin internet positif di laptop gue, Za!”

“B-Bentar… Internet positif?”

“Iya!”

“Enggak ah. Males.”

“Nih,” sambil menyelipkan selembar uang 20.000 rupiah. “Bisa kan, Za?”

“Eh.. apaan ini.. kamu mau nyogok gue ya? Gak. Gue gak mau,” gue menolak tawaran temen.

“Nanti lo pulang bareng gue, trus sebelum pulang kita makan pangsit di Simpang Skip. Gimana?”

Gue berubah pikiran dan menerima tawaran itu, “Oke, deal,” kata gue, senyum sumringah.

Setelah kejadian itu, semakin banyak ‘pasien’ yang datang ke gue buat dibukain segelnya. Ada yang langsung datang ke rumah, ada yang disekolah dan ada juga yang di rumah orangnya langsung. Lumayan bisa makan gratis. Disisi lain, gue jadi ngerasa berdosa karena sudah mempermudahkan jalan mereka.

————————————

Awal pertemuan gue sama sang cinta pertama, bermula dari sebuah pesan singkat di BBM. Kami sama-sama berasal dari kalangan kurang hits, tapi gue lebih hits sedikit dari dia karena prestasi gue tadi.

Gue tuh ngerasa kalau kami mempunyai banyak kesamaan seperti misalnya gue suka makan, dia suka makan. Gue suka bernafas, dia suka bernafas. Gue suka mandi, dia suka mandi. Mungkin ini yang namanya jodoh. Punya banyak kesamaan. Hanya saja ada satu hal yang sangat disayangkan… jenis kelamin gue sama dia berbeda. Eh gimana gimana?

Seiring berjalannya waktu gue dan dia semakin dekat. Kedekatan gue sama dia layaknya Al*amilk sama Indomei. Deket banget. Sampai tibalah kami pada proses pertukaran foto. Gue tau sama dia karena dia sering masang foto sendiri di BBM-nya sementara gue jarang. DP BBM gue itu lebih sering gambar meme. Ingat ya, meme dibaca mim. Bukan me-me.

Dia mengatakan kalau gue ganteng. Otomatis kepercayaan diri gue buat deketin dia jadi makin tinggi. Merasa sudah dapat lampu “hijau”, gue mulai mengatur strategi seperti sering memberi dia perhatian. Ini strategi supaya dia jatuh hati sama gue.

Baca Juga: Orang Pendek dan Busway

Layaknya orang yang lagi pdkt-an, berbagai pertanyaan menstrim pun digunakan supaya menimbulkan kesan yang baik seperti: udah makan atau belum? Mau disuapin gak makannya? Sampai pertanyaan yang paling ekstrim: Mau disholatin gak?

Ketika lagi pdkt-an, balasan chat dari doi dianggap penting. Bahkan selalu di nanti-nantikan. Kadang suka kecewa sendiri ketika ada notifikasi yang masuk berharap itu balasan dari doi, tau-taunya broadcast gak penting: segera sebarkan broadcast ini ke 100 orang di kontak BBM kamu atau kamu akan mati! Lah kalau kontaknya cuman 70 gimana dong? Masa iya mati cuman gara-gara kontaknya cuman 70 orang 🙁

Setelah proses yang cukup panjang dalam sebuah pdkt, akan tiba saatnya dimana cowok menyatakan cintanya pada si cewek. Bagi seorang cowok yang pemalu alias kurang pede, menyatakan cinta adalah momen dimana lo berada di antara hidup dan mati. Kalau diterima, lo hidup tapi kalau ditolak, lo mati. Mati karena depresi. Sungguh memalukan, men! Mati cuman gara-gara cinta ditolak. Apa kata malaikat di alam kubur nanti.

Proses pdkt gue sama dia terbilang cukup lama. Mungkin hampir 3 bulan lamanya. Iyasih pdktnya 3 bulan, tapi waktu itu dia jadian sama cowok lain selama hampir 1 bulan 🙁

Saat tau gue merasakan yang namanya kecewa. Sakit hati. Gue sadar kalau gue terlalu bego untuk nyatain cinta sama doi. Begonya lagi, setelah mendengarkan penjelasannya, gue terima aja alasan dia.

15 COMMENTS

  1. lo telat ngungkapin mungkin za,, ah kemaluan ini ma, eh.. malu-maluin maksudnya..

    tapi boleh juga prestasi lo.. “buka segel kyubi”

    satu lagi.. gue baca meme = MEME.. MEEMEEE… Muahahhaa.

  2. Waaah ini orang ke tiga yg gue tahu namanya reza yg ahli IT dari sejak masuk sekolahan.

    Anak IT emang biasanya gitu bro, kalau urusan pacaran atau cewek selalu kalah di banding dari anak-anak yang punya kemampuan lainnya.

    • Buset.. orang ketiga namanya juga reza? Kenapa dunia ini dipenuhi sama orang yang namanya Reza 🙁
      Betul… anak IT unggulnya saat jarak jauh doang. Giliran pas ketemuan (tatap muka), mereka kaku. Bahkan ada juga yang maluan 🙁

  3. ohhh meme dibaca mim…. XD XD *kurang update* oh iya, yg sabar ya kak Reza! pengalaman adalah pelajaran paling berharga, hoho. semangat terus, semoga segera ketemu jodoh, dan keep up being awesome!

  4. baru berniat nutup tab, tapi untung iman gue cukup kuat.
    mungkin buat cowok pemalu menyatakan cinta memang antara hidup dan matai, tapi untuk cowok yang super pemalu mendekati seorang wanita aja udah terbilang antara hidup dan mati.

  5. Hits karena bisa buka segel internet positive… Ih, gimana emang internet positive teh? Internetnya melendung kayak orang hamil, gitu? 🙁
    Acieeee jago TIK. Aku juga dulu suka ditanya-tanya da kalo urusan IT sama komputer. Suka heran sendiri aku mah sama mereka, napa nanyanya ke aku gitu? 🙁
    Tapi bedanya, kita beda kelamin dan aku nggak terkenal karena itu. -.-
    Ah Za, kalo w sih ya mending dikasih uang 20k daripada ditraktir makan. Uangnya ditabung. Aciee dibilang ganteng. Tsahhhh.
    Berarti dia bukan dipilih buat kamu Za. Positive thinking weh, jangan cuma bisa buka segel internet positive aja. Azek.

    • Wah ternyata kamu belum kenal sama internet positif ya 😀
      Loh, kok bisa ditanya? Bukannya kamu ahli dibidang accountant :p
      Hm.. jadi sebenarnya waktu itu gue dikasih selembar uang 20k + ditraktir makan dan dianter pulang sampai rumah. Enak bukan? Syulololo~

  6. uhuk. jaman sekarang emang edan, mau deketin cewek tinggal add. tinggal chat.
    tapi kalau perasaanya nggak diterima juga.. resiko deh tuh. meskipun pdkt dengan durasi yang terbilang lama… pedih memang itu ya :”)

Tinggalkan Komentar

Setelah berkunjung, yuk jangan lupa untuk ninggalin jejak dengan cara meninggalkan komentar kalian di kolom yang sudah gue sediakan! Oya, kalian juga boleh ajak sanak, gebetan atau bahkan keluarga buat main-main ke blog gue. Pssst kalau kalian ada seorang kenalan cewek, bisa kali kenalin dia sama gue. Kali aja jodoh :p Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.