Ada berita besar yang terjadi baru-baru ini. Seberapapun kalian sering membaca koran atau portal berita online, gue yakin, kalian pasti belum tahu informasi yang satu ini karena setau gue, wartawan dari berbagai macam media besar belum ada yang meliput berita ini. Karena belum ada yang meliput, maka secara enggak langsung beritanya belum keluar di mana-mana.

Maka daripada itu, berita ini secara eksklusif gue hadirkan untuk pembaca blog ini. Gue udah mewawancara narasumbernya langsung sehingga bisa dipastikan bahwa informasinya betul-betul dapat dipercaya dan sesuai dengan fakta di lapangan.

Mau tau apa beritanya? Gini, beritanya adalah uang bulanan gue hampir habis. Jadi dengan kata lain gue mewawancarai narasumber yang ternyata si narasumber itu adalah diri gue sendiri. Dan sebelumnya gue belum pernah merasa sesedih ini.

*Lalu pembaca sepakat untuk beramai-ramai mensleding leher penulis*

Etapi serius. Uang jajan gue hampir habis dan gue sedih banget. Buat anak kos pasti udah biasa lah mengalami kehabisan uang. Apalagi dipenghujung bulan gini. Kalau gue telisik lebih jauh, sebenernya fenomena kehabisan uang jajan ini hampir sama kayak PMS yang terjadi pada wanita—ada dan pasti terjadi setiap bulannya.

Tapi sebenernya gue sedikit berbeda dari kebanyakan anak kos. Setiap akhir bulan gini, uang jajan gue enggak bener-bener terpakai sampai habis. Biasanya selalu tersisa dan gue tabung untuk membeli sesuatu. Misalnya kayak buku, token listrik atau keperluan lainnya.

Kalau dibilang boros sih, sebetulnya enggak juga. Arti boros sendiri menurut gue adalah orang yang menggunakan uangnya untuk berfoya-foya dan membeli sesuatu yang enggak penting. Apakah itu berarti gue enggak pernah berfoya-foya? Oh, tentu pernah, dong. Bedanya, gue lebih cerdik dalam mengatur pengeluaran.

Dulu gue pernah mencoba seperti orang-orang pada umumnya—bersenang-senang pada awal bulan. Hasilnya gue terpaksa makan mi instan atau nasi pakai telur dadar selama akhir bulan. Sedih tapi begitulah kenyataannya. Dan ini tuh terjadi pas awal-awal gue masuk kuliah. Ya maklum deh, Namanya juga maba, gengsinya masih tinggi banget. Huhuhu.

Belajar dari pengalaman tersebut, sekarang gue udah cukup pinter mengatur keuangan gue sendiri. Adakalanya gue bersenang-senang di awal bulan, dan adakalanya pula gue bersenang-senang saat akhir bulan. Tergantung situasi saat itu apakah gue lagi butuh hiburan atau enggak.

Jadi kalau kalian melihat gue seneng-seneng di akhir bulan, bukan berarti uang jajan gue banyak. Sama sekali enggak! Uang jajan gue tetep ada batasannya kok. Kalau ditanya berapa, jawaban gue cuma satu, “biarkan itu menjadi sebuah misteri.”

Misteri
Ya, misteri.
sumber gambar: Spongebob Wikia

Setelah dua tahun setengah menetap di Jakarta, baru kali ini uang jajan gue bener-bener terpakai habis. Kejadian pas awal masuk kuliah kemarin terjadi lagi. Dan sekarang uang gue cuma tersisa sembilan puluh ribu lagi. Iya, sembilan puluh ribu. Dan yang lebih sedihnya lagi, gue enggak bisa mengisi “toples harapan” buat pergi ke Qatar.

Kenapa harus Qatar? Bagi yang sudah baca tulisan sebelum ini pasti mengerti kenapa gue bisa sesedih ini. Buat yang belum tahu, habis ini, sebaiknya kalian baca juga tulisan gue yang berjudul dua orang paling bahagia. Di situ gue ada jelasin kenapa gue pengin banget pergi ke Qatar. Oke, lanjut.

Gue sebel banget karena uang jajan gue udah hampir habis. Begitu gue selidiki, ternyata uang gue habis terpakai untuk membeli beberapa hal. Jadi, berikut ini adalah rincian pengeluaran gue akhir-akhir ini. Pertama, gue ada membeli empat buah buku lewat Google Play. Dan seperti yang bisa kalian lihat sendiri, inilah buku yang gue beli baru-baru ini.

Membeli Buku-Buku
Ya, inilah dia buku-buku yang gue beli.
sumber: doc. Pribadi

Setelah membeli buku, berikutnya gue sempat membeli token listrik—kan repot ya kalau gelap-gelapan. Dan baru-baru ini juga gue habis membeli tiket untuk sebuah acara yang bernama Rphapsodie with Scraft atau dengan kata lain adalah acara pensi salah satu SMA di Jakarta. Alasannya sederhana, karena band favorit gue akan tampil di acara tersebut.

Sebetulnya gue sangat menyadari kalau kondisi finansial gue saat ini sedang buruk. Dan karena kesempatan enggak datang dua kali, maka tanpa pikir panjang gue langsung memesan tiket tersebut dan seketika merasa gembira karena sebentar lagi bisa melihat band kesayangan tampil secara langsung.

Acaranya sendiri akan diadakan di Balai Sarbini, tanggal 11 Agustus nanti.

Sebelum gue lanjut ada sedikit cerita. Jadi sebelumnya gue kurang suka dengan lagu-lagu indie. Awal mula gue bisa sesuka ini tuh karena doi merancuni gue dengan lagu-lagu kesukaannya. Meski dia menyukai dan meracuni gue dengan lagu-lagu Fourtwnty dan Adhitia Sofyan, bukan berarti gue akan ikut menyukai apa yang dia sukai. Soal lagu, kami punya selera yang berbeda. Gue pribadi lebih menyukai Fletch dan lagu-lagunya Figura Renata.

Saat sedang kasmaran, bukankah pria cenderung ikut menyukai apa yang disukai oleh wanitanya? Hahaha.

Kembali ke topik awal. Jadi yang akan tampil saat acara pensi nanti adalah Fletch, Adhitia Sofyan dan penyanyi-penyanyi lainnya. Dan alasan gue datang ke acara tersebut adalah karena gue ingin melihat Fletch. Sebuah kebetulan kah? Kalau menurut kalian gimana?

Menonton Band Kesayangan
Menonton Band Kesayangan
sumber: pexels.com

Meskipun gue merasa gembira karena akan bertemu dengan band kesayangan, satu sisi gue ikut menyesal karena sehabis membeli tiket, siang dan malam gue terus kepikiran satu hal: BESOK GUE MAU MAKAN APA?! UANG SISA 90 RIBU DOANG! NUNGGU TANGGAL 5 NIH BARU DAPAT KIRIMAN! HUHUHU

Kepada para pembaca budiman, gue mau minta saran juga ide dari kalian. Dengan sisa 90 ribu ini, sebaiknya gue makan apa ya selama beberapa hari ke depan? Ya, paling enggak untuk bertahan sampai gue dikirimin uang sama bokap. Makanannya jangan yang aneh-aneh, ya! Awas lo! Hahaha.

 

 

11 KOMENTAR

  1. Saranku buat ngelola uang tersisa 90 ribu buat sampai tanggal 5 ntar , eh ini kan udah tanggal 3 ya …, berarti 2 hari lagi udah dateng kiriman dari ortu dong ya …, sementara ini makan cukup diirit saja.
    Misalnya beli makanan di warteg, lauknya minta dipisah buat makan 2 kali.
    Pagi cukup roti.

    Itu saranku …, maklum aku pernah ngerasain ngekost dan kehabisan uang gegara aku pernah ngebet beli tas mahal tanpa perhitungan yang pas.
    Jadinya aku ngirit abeeeees sampai nunggu gajian lagi … wuakakaka

  2. Kamu nisa masak di kost an? Ato ttp beli? Kalo beli, mending warteg deh. Tp terpaksa lauknya terbatas dan yg murah2 aja. Kalo bisa masak, cari resep simple. Kayak orek telur dan kubis. Resepnya banyak di internet dan gampang. 1 resep udh ada lauk dan sayurnya sekaligus. Ga abisin banyak dana.

    Btw ke qatar mau nonton PD nanti yaaaa???? :D. Aku jugaaaaa. Udah planning, jauh2 hr hrs siapin semua :p. Ga ush sampe selesai nontonnya, yg ptg bisa nonton pas jerman main :p

    • Sedikit-sedikit sih bisa, kak. Kayak masak sayur bening, apapun yang di goreng (kecuali nasi goreng karena belum pernah nyoba), mi instan, gitu-gitu. Hehe.
      Iyaa kak! Hahaha, kujuga udah nyiapin dananya dari jauh hari. Ini juga udah mulai nabung sedikit demi sedikit. Iya! Yang penting bisa nonton tim kesayangan main :D
      Btw, makasih untuk sarannya, kak! Nanti aku praktekin, deh. Habis bosen makan telur dadar mulu :( hahaha

  3. Saran paling bener sih minjem duit aja. Ngirit bukan berarti harus makan sama bumbu indomie kan? Hahahahaha

    Hari ini lo minjem duit 50 atau 100. Nanti pas dapet kiriman gantiin. Nah, ke depannya jangan dulu beli ebook atau tiket konser. Untuk antisipasi nggak kebobolan lagi. Bulan depan baru deh belanja-belanja lagi. :p

    • Sebetulnya gue paling gengsi sama yang namanya minjem duit. Apalagi kalau belum mendesak banget. Huhu. Tapi iya, rencananya gue mau minjem duit, nih, kalau memang enggak cukup. eh ternyata kemarin bokap ngabarin, kalau uang udah dikirim. Pas gue cek, beneran dong, udah dikirim. Hahaha. Jangan-jangan bokap baca tulisan gue yang ini nih makanya cepet banget ngirimnya? xD
      Bokap memang mengakui, kalau dia sama adek gue suka baca-baca blog gue. Entah apa yang sebenernya di cari dari tulisan gue, padahal isinya enggak penting-penting banget :( tapi gue menjadi bersyukur, sih. Karena kalau bokap enggak baca, mungkin gue belum nerima duit saat ini.

      Kalau beli ebook memang udah jadi agenda wajib tiap bulannya. Tiap bulan paling enggak gue ada beli 1 apa 2 buku. Baru kali ini aja, nih, gue beli sampai 4 buku dalam satu waktu. Kebablasan banget sih ya XD

  4. Komen gue masuk nggak sih? Kayaknya nggak. Tulis ulah deh. Hahahaha

    Saran paling bener ya minjem duit. Temen lo kan banyak. Minjem 50 atau 100. Nanti kalau udah dapet transfer baru ganti. Ngirit bukan berarti makan sama bumbu indomie kan? Berat men megang 90 di Jakarta buat empat hari.

    Gue sih bakal milih lelang baju aja di Facebook kalau nggak ada temen yang mau minjemin. Hahahahaha

    • Komentar yang tadi masuk kok, Gip. Memang sengaja gue moderasi biar bisa dipilah-pilah lagi mana komentar spam sama mana yang bukan spam. Soal notifikasi kayak di blog memang enggak gue bikin, sih. Repot bikin validasinya. Wqwq
      Memang! Berat banget! Mana gue sering banget lagi nonton vlog makanan di IG sama Youtube. Kayak semalem, tuh, gue nonton perang makanan by Radit. Gue jadi kebelet pengin makan bakmie, dong!-_- untung udah dikirimi uang bulanan sama bokap. Jadi bisa makan enak lagi, deh. Hahaha

  5. seperti cerita temenku tapi kurang tau deh endingnya gimana. tanggal 28 lalu cerita kalo uang tinggal 100ribu padahal gajian masih tanggal 3 (ya genap seminggu), ku pinjemi ngga mau pun.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.