Beberapa minggu yang lalu gue dapet kiriman. Cukup besar untuk tiga bungkus keripik maicih; cukup mewah untuk sebuah paket karena paketnya dilapisi oleh boks kayu. Kebetulan lima hari sebelumnya gue ikut preorder keripik maicih level 10 di salah satu online shop. Kebetulan waktu itu harganya cukup murah. Lebih murah bila dibandingkan dengan minimarket sebelah kampus. Ukuran sama, level sama, harga jauh lebih murah.

Setiap rupiah yang keluar sangat berarti untuk kehidupan anak kost seperti gue. Tentu, melihat perbandingan harganya yang cukup jauh, gue lebih memilih untuk preorder daripada jalan kaki ke minimarket untuk beli sebuah keripik.

Gue menebak-nebak apa isi dari paket tersebut. Untungnya ada lampiran bukti pengiriman dibagian badan sehingga gue enggak perlu bersusah payah membuka paket yang dilapisi kayu untuk mencari tahu apa isinya dan siapa pengirimnya. “Akhirnya nyampe juga nih paket,” gumam gue sambil berkecak pinggang di depan kotak hitam berlapis kayu.

Karena saat itu gue lagi enggak punya cukup tenaga untuk membuka kotak kayu, gue mengambil gambar lalu mengabari kawan sekaligus minta bantuan mereka untuk membuka kotak kayu ini.  “Sini gua bantu,” Jordi menawarkan diri.

“Tapi gue nggak punya alatnya. Gimana dong, Jor?”

“Gampang. Gue cuma perlu sendok doang.”

Gue berpikir keras saat dia mengatakan “gue cuma perlu sendok”. Iya, gue tahu badan dia gede. Tenaganya besar. Tapi gue nggak bisa membayangkan gimana caranya buka kotak kayu yang di paku dengan paku ukuran besar dengan modal sendok. “Yaudah, gue percayakan sama lu, Jor.”

“Jam 5 nanti gue ke sana. Sekalian buka puasa.”

Karena waktu baru menunjukan pukul 3 sore, gue pamit tidur untuk ngembaliin jam tidur gue yang kurang. “Nanti kalau mau ke sini bilang-bilang, ya.”

Dua bulan lalu gue sempat ikut giveaway yang diadain Youtuber kondang, Chandraliow – Tim2one selaku brand ambassadornya Asus ROG. Buat yang belum tahu, kalian bisa nonton video giveawaynya di sini.

Waktu itu gue sama sekali nggak tahu kalau Chandra sedang mengadakan kompetisi blog dan video. Bahkan gue dapat informasi tersebut dari dua orang temen gue, Rico dan Ahong. Sebagai teman satu kelas, Ahong menyarankan gue untuk ikut kompetisi tersebut. “Paling ujung-ujungnya kalah.” Kata gue.

“Dicoba dulu Za. Mana tahu lu menang.”

“Nggak, Hong. Gue tahu, ujung-ujungnya pasti kalah.”

Setelah melewati berbagai perdebatan, gue menghargai niat baik sohib gue yang satu ini dengan cara menuruti sarannya. “Oke. Kalau gue nggak menang, nggak ada lagi itu lomba-lombaan!” gue membatin. Kesal, karena selama ini belum pernah terpilih sebagai pemenang giveaway.

Faktanya gue jarang ngikut kompetisi ngeblog. Dari sekitar tiga kompetisi blog yang pernah gue ikuti, semuanya kalah. Dan jika gue ikut yang ini, maka ini adalah kompetisi keempat yang gue ikuti sepanjang sejarah gue ngeblog.

Periode kompetisinya pun berlangsung selama satu bulan. Dari tanggal 11 Agustus – 11 September 2017. Waktu itu gue baru selesai ujian semester pendek. Karena masih ada sisa libur 2 minggu, gue memutuskan untuk pulang kampung. Lumayan buat hemat uang jajan. Posisi gue saat itu belum nulis apa-apa. Bahkan gambarannya pun belum punya.

Sampai di kampung halaman, gue ngadain riset kecil-kecilan. Berulang kali memutar video giveawaynya Chandra. Mencatat setiap hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Satu hal yang gue garis bawahi dari video tersebut yaitu buatlah sekreatif mungkin.

Setelah paham dengan aturan mainnya, waktu yang gue miliki tersisa sedikit. Yaitu tinggal 4 hari lagi dan itu sudah termasuk deadline. Begitu tulisan gue selesai, gue langsung publish dan mendaftarkannya. Mampus! Belum gue rapihi!, kata gue.

Di sini bagian yang bikin gue deg-degan. Udah satu bulan berlalu sejak batas pengumpulan dan belum ada kabar dari Chandra mau pun dari pihak Asusnya sendiri. Gue deg-degan. Menang nggak, ya? Menang nggak, ya? Begitu pikiran gue selama sebulan.

Gue juga bolak-balik buka Instagram dan channel Youtubenya Tim2one. Siapa tahu pemenangnya udah diumumi. Lalu tak terasa sudah 2 bulan berlalu. Temen gue Rico menanyakan perkembangan kompetisi yang gue ikuti. “Jadinya gimana, Za? Pemenangnya udah dapet?” tanya dia saat sedang kelas.

“Belum, nih. Gue deg-degan.”

“Jangan-jangan nggak ada pemenangnya, Za.” Kata dia. Menakut-nakuti.

“Ah, nggak mungkin. Lihat aja nanti,” gue kembali memerhatikan dosen yang sedang menyampaikan materi. Kelas berakhir dan gue kembali ke kost dengan jalan kaki seperti biasanya. Lalu tidur siang seperti biasa.

Malamnya hape gue banjir notifikasi. Gue baca sekilas, dari Rico. Kenapa nih anak? Tumben dia mention gue di grup, gumam gue. Awalnya gue malas baca. Tuh anak biasanya memang suka enggak jelas kelakuannya. Tapi tetep aja gue tergelitik untuk membaca isinya. Aplikasi pesan instan pun terbuka dan menampilkan ratusan pesan yang masuk. Isinya sungguh mengejutkan.

doc. pribadi

Detik itu juga hidup gue berubah setelah membaca pesan tersebut. Gue terpilih sebagai pemenang untuk kategori blog dan Remi Triadi terpilih sebagai pemenang kategori video. Nama gue dan Remi terpajang di videonya Chandra sebagai pemenang kompetisi tersebut dan mendapatkan hadiah berupa laptop baru. Nggak tanggung-tanggung, hadiahnya yaitu satu unit laptop gaming Asus ROG untuk masing-masing pemenang.

Betul, padahal baru diomongin tadi pas di kelas
doc. pribadi

Di sini gue nggak akan nyebut spesifikasinya seperti apa, yang pasti masuk jajaran laptop high-end dengan ukuran RAM yang cukup besar. Lebih besar dari laptop gue sebelumnya yakni 4GB.

Gue nggak langsung percaya. Bisa aja itu ulah iseng Rico. Untuk membuktikannya, gue langsung nonton video yang baru di publish Chandra. Nonton sampai habis supaya nggak ada bagian yang terlewatkan atau terpotong. Barangkali video tersebut cuma prank. Biasalah, namanya juga Youtuber. Siapa yang tahu, kan? Hahaha.

Selepas nonton video tersebut gue buru-buru melepas headset yang sedang gue kenakan dan melakukan sujud syukur. Lalu dilanjutkan dengan makan beling. Oke, itu terlalu ekstrim. Tentu saja gue nggak berani. Gue nggak sekuat itu. Sehabis sujud syukur gue cuma rebahan di kasur. Menutup kepala dengan bantal dan bersorak sekeras yang gue bisa. MAAAK! ANAKMU MENANG GIVEAWAY! DAPET LAPTOP MAHAL!

Yah, lebih kurang begitu. Norak sih, tapi, ya, biarlah. Bodoamat. Sesaat setelah menyaksikan video tersebut sampai habis, gue tuh ngerasa kayak berhasil menyelesaikan sebuah misi. Yup, achievement unlocked karena gue memenangkan kompetisi tersebut; mengalahkan ribuan kontestan lainnya dan mendapatkan laptop ROG dari Chandra Liow dan Asus.

sumber: instagram @rezaandrian_

Unboxing? Udah. Sesuai janji, sahabat gue, Jordi, datang tepat pada waktunya. Sesuai janjinya juga, dia membuka boks kayu tersebut dengan modal sendok. Sedikit bersusah payah dan mengerahkan banyak tenaga. Lalu dua buah sendok menjadi korban. Gapapa, yang penting boksnya berhasil terbuka :’)

Waktu itu gue sempat kepikiran untuk bikin konten video; setidaknya live di Instagram. Setelah melihat usahanya Jordi, gue pikir, sebaiknya nggak usah. Akhirnya gue nggak ada bikin videonya. Males. Lagipula saat paketnya sampai, gue sedang sakit. Jadi sebagai gantinya, gue cuma foto hadiahnya terus upload di Instagram Stories yang fitur komennya gue matikan. Hehe.

Ini dia hadiah laptop baru yang dibicarakan
doc. pribadi
tanda terima dari pihak asus
doc. pribadi

Enggak nyangka juga, ya, gue terpilih sebagai pemenang setelah gagal sebanyak tiga kali dalam berbagai giveaway. Yah, ketiga kompetisi yang gue ikuti tersebut memang hadiahnya nggak begitu besar. Bahkan salah satunya gue ikuti karena ingin meramaikan giveaway yang temen gue adakan. Pada percobaan keempat, alhamdulillah, gue menang dan mendapatkan hadiahnya yang sangat besar untuk ukuran hadiah atau “pendapatan” dari ngeblog. Memang, yah, Allah selalu menyiapkan rencana terbaik untuk orang-orang yang tidak kenal kata menyerah :’)

Akhir kata gue ingin berterima kasih kepada Chandra Liow dan Asus selaku penyelanggara giveaway karena tanpa giveaway tersebut mungkin liburan gue jadi nggak bermakna karena gabut di rumah. Gue nggak tahu apa yang kalian lihat dan nilai dari tulisan gue, tapi yang pasti gue sebagai penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih karena sudah memilih dan mempercayakan gue sebagai pemenang giveaway “KENAPA HARUS ASUS ROG?” untuk kategori blog pada tahun ini.

Tak lupa juga gue pengin ngucapin terima kasih banyak kepada para teman dan sahabat gue yang terlibat. Seperti Aldo, Jeff Joe dan Willy karena tanpa kalian gue enggak tahu mau nulis apa; dan tulisan gue akan berbeda tanpa adanya kalian. Kepada Jordi, terima kasih banyak karena udah mau bantuin gue unboxing. Maaf udah ngerepotin. Hehe.

Untuk kalian para blogger, baik pemula mau pun yang udah berpengalaman, andaikata kalian punya pengalaman yang sama seperti gue: sering kalah kompetisi, ingatlah bahwa Tuhan sudah menyiapkan skenario terbaik untuk kalian. \o/

 

 

Contact

Facebook || Google+ || Instagram || Twitter ||

e-mail: [email protected]



15 COMMENTS

  1. ohhh my godnesss enak bener hadiah dapat asus rog, yakin dah ini beruntung banget plus jadi penasaran sama tulisan kemenangannya…

    btw selamat yaaa,

    jangan kapok ikut lomba blog, tuh achievment unlocked, goodluck di kompetisi berikutnyaa broo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.