Sebenernya gue agak geli saat mengenakan ini— dua orang paling bahagia —sebagai judul postingan. Kalau kalian perhatikan lagi, sebenarnya gue jarang memakai kalimat-kalimat bernada lebay sebagai judul tulisan. Kalau clickbait, sih, pernah. Itu pun hanya sekali. Hehe.

Sebenarnya enggak ada alasan khusus dibalik penggunaan judul ini. Karena, gue menulis berdasarkan apa yang gue alami, gue lihat, dan gue rasakan. Entah itu pada saat peristiwa berlangsung atau pada saat proses menulis. Singkat kata, gue memang harus meminjam kalimat menggelikan ini sebagai judul karena belakangan ini gue sedang betul-betul merasa bahagia. Kenapa? Jadi begini ceritanya.

Waktu itu gue sedang menonton siaran piala dunia di kamar kos. Sebagai anak kos yang enggak punya televisi, gue menggunakan layanan streaming yang disediakan secara gratis di sebuah situs yang direkomendasikan oleh salah seorang teman. Saat sedang fokus menonton, lampu tanda notifikasi menyala; menampilkan pesan masuk dari aplikasi WhatsApp. Pesannya berbunyi seperti ini:

Doi: nonton bola seru juga dah.

Doi: 4 tahun yang lalu gue sampai begadang lho nonton piala dunia!

Selama sembilan bulan gue mengenalnya, gue baru tahu kalau dia menyukai bola. Gue kaget ketika mengetahui bahwa pada saat yang sama dia juga sedang menonton piala dunia. Sama seperti gue. Padahal gue sama sekali enggak menyebutkan bahwa gue ingin atau sedang menonton piala dunia. Bahkan gue sengaja menyembunyikannya dari orang-orang banyak termasuk teman-teman di media sosial.

Waktu itu sedang ada pertandingan antara Brazil melawan Meksiko. Ditengah-tengah permainan gue iseng bertanya ke dia.

Gue: Brazil apa Meksiko?

Doi: Brazil! Tau enggak, gue sampai berhenti ngerjain tugas loh demi nonton bola!

Dukung Brazil di Piala Dunia
“Brazil dong!” balas dia.
sumber: pexels.com

Niat juga nih anak, pikir gue sambil membayangkan ia mengatakannya dengan muka riang. Dan mulai sejak itu kami selalu ngomongin bola. Mulai dari strategi, mereview pertandingan, latarbelakang pemain, dan hewan-hewan peramal yang turut meramaikan piala dunia.

Dalam percakapan-percakapan yang lahir dari euforia piala dunia, kami seolah menjadi dua orang paling bahagia saat itu. Setiap saat selalu berbicara mengenai bola dan hukum. Rasanya senang memiliki seseorang yang bisa diajak ngomongin berbagai hal.

Sebagai laki-laki gue merasa beruntung karena memiliki kesempatan untuk nonton bola dengan tenang. Sementara itu, sebagai perempuan, dia enggak akan merasa diabaikan karena kami sama-sama sedang menonton siaran piala dunia. “Ternyata gini ya rasanya sama-sama suka bola. Bisa nonton bareng jadi enggak ada yang dicuekin,” gumam gue.

Seumur-umur gue mengenal yang namanya wanita, gue sangat jarang menemukan wanita yang menyukai bola. Ya, sebenarnya ada banyak wanita di luar sana yang menyukai bola. Sangat banyak. Tapi bukan begitu. Yang gue maksud di sini adalah wanita di dalam lingkup pergaulan gue. Dan gue rasa dia memang serius menyukai bola.

Pada pertandingan tertentu yang diadakan pukul 1 dinihari, kami pernah sama-sama terjaga semalaman. Sekali waktu dia pernah membujuk gue untuk ikut bergadang nonton bola. Padahal saat itu gue sedang dalam kondisi demam tinggi. “Ayo lah, nonton. Biar cepet sembuh. Hahaha,” kata dia.

Gue gemas. Betul-betul gemas dengan kata-katanya barusan. SEJAK KAPAN BERGADANG BISA NYEMBUHIN PENYAKIT?! Batin gue, kesel tapi gemes. Gue balas pesannya, “Iya. Lihat nanti, deh, kalau agak mendingan gue nonton.”

Pada saat itu gue memang udah minum obat penurun panas yang gue beli di warung. Dan sesuai janji, ajakannya untuk bergadang pun gue turuti dengan senang hati. Alasannya sederhana, gue enggak mau dan gue enggak akan biarkan dia merasa kesepian pada saat nonton piala dunia. Toh, lagipula gue udah agak mendingan dan enggak meriang lagi.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh penonton di berbagai belahan dunia telah tiba. Babak final piala dunia 2018! Meski saat itu gue masih dalam suasana berkabung karena Inggris kalah dari Belgia, gue tetap enggak mau melewatkan babak final piala dunia tahun ini. Bicara soal jagoan, khusus untuk final ini, gue menjagokan Prancis dan dia menjagokan Kroasia. Dan seperti yang kita semua tau bahwa Prancis keluar sebagai juara piala dunia 2018. Gue menjadi orang paling bahagia pada malam itu.

“Eh, btw piala dunia selanjutnya di Qatar lho,” kata dia sehabis menonton final piala dunia.

“Iya! Pengen deh rasanya nonton langsung di sana.”

“Hahaha,” dia tertawa. “Gue juga pengen. Tapi kita harus lulus dulu, Za. Udah itu baru deh nonton piala dunia langsung.”

Nonton Piala Dunia Langsung
Ayo kita nonton piala dunia langsung di Qatar
sumber: pexels.com

Iya. Ayo, nanti kita sama-sama nonton piala dunia langsung di Qatar! Batin gue. Dan gue enggak berani mengatakannya langsung karena gue enggak mau menjanjikan sesuatu yang belum tentu bisa gue tepati. Ya, untuk sekarang ini gue berpikir realistis aja. Syukur-syukur kalau nanti masih jalin komunikasi.

Ngomongin Qatar, ya, kita semua tau kalau biaya untuk pergi ke sana itu enggak murah. Belum lagi biaya penginapan, transportasi dan uang makan selama di sana. Nah, untuk menjawab persoalan tersebut, terhitung sejak tanggal 18 kemarin, gue mulai mengumpulkan uang-uang receh yang didapat sehabis jajan di minimarket.

Ya, gue akui kalau ini memang terlalu awal untuk menabung. Tapi ya engga apa apa, lah, biar nanti kalau gue udah kerja, udah punya penghasilan sendiri, gue tinggal nambahin secukupnya dan sebagiannya lagi bisa gue alokasikan untuk tabungan masa depan.

Tapi jujur, gue merasa sangat beruntung bisa mengenal dia. Dan gue enggak akan pernah lupa momen itu. Momen di mana gue menyatakan perasaan ke dia. Dalam doa gue berharap, semoga piala dunia berikutnya kami masih saling bertukar kabar dan bisa sama-sama pergi ke Qatar untuk menonton tim kesayangan bermain di ajang piala dunia.

17 KOMENTAR

  1. Kenapa tulisan orang kasmaran selalu geli, sedangkan orang patah hati mendadak bijak? Nggak ngerti gue. Tapi ini emang geli sih. Jadi inget masa-masa gue kasmaran sama seseorang di tahun 2013 silam, mana LDR pula. Sama lah gemesnya kayak gini. Geli. Dulu sih pas nulisnya gue seneng dan ngerasa sweet. Sekarang pas udah putus, kalau disuruh baca ulang tulisan itu, mending disuruh ngerjain PR Fisika deh gue. :p

    Tapi selamat ya, semoga jadian, men. Dan semoga bisa ke Qatar! \m/

    • HAHAHA BETOL. Gue sendiri juga bingung, kenapa tulisan gue bisa selebay ini. Padahal tekniknya sama kayak teknik menulis pada umumnya. Pun kalau beda, paling bahasanya sedikit diperhalus.

      Aamiin. Makasih, Gip doanya :)

  2. Tulisan yang dibuat lagi kasmaran itu lebih kerasa berbeda, kayak ngena dihati
    Kayak tulisan curhat mas Reza ini.

    Semoga langgeng jadiannya dan kesampaian nonton piala dunia di Qatar.

  3. Banyak tau cewe yg suka bola. Mas nya kurang mengenal byk cewe kayaknya hehehe
    Saya malah tergila gila sama motogp.
    Udah py hobby yg sama cuz jadian aja hehe

    • Hahaha iya sebeetulnya banyak yang suka bola. Tapi dilingkar pertemanan gue dikit banget. Kalau dibilang kurang mengenal banyak cewek, malah sebaliknya, Mas. Gue kenal banyak cewek. Hihihi.
      Hahaha iya. Doakan aja ya mas :D

  4. Punya kekasih yang memiliki hobby dan kegemaran yang sama tuh enak banget..
    Sama sama saling perhatian dan saling mengerti akan kesukaan pasangannya..

    Btw, template nya bagus mas.
    Pake template apaan ini namanya?

    • Iya, betul banget mas. Enggak akan pernah kehabisan topik kalau hobinya udah sama :D
      Makasih, saya pakai template dari tagdiv, mas. Memang harganya mahal sih, tapi worth kok :)

  5. Tosssss… Semoga kita ketemu di qatar :). Aku ama suami udh pernah bikin target, 1x ajaaaaa kita berdua hrs nonton PD di negara mana kek. Nah kebetulan nextnya di qatar, ga terlalu mahal tiketnya, dan visa gampang krn VOA. Paling cuma mikirin penginapan dan tiket nontonnya nanti :D. Ga ush sampe Final, krn pasti mahal itu. Yg ptg bisa nonton jerman sekali :p

  6. sebagai anak yang gak suka bola dan nyetel bola justru biar ngantuk, gue amazed loh sama wanita-wanita macem gini. btw itu hampirrr gue sangka mau promosi tiket ke qatar

  7. AHEY! Sebahagia itu yaa padahal cuman tau kalo doi suka bola, tapi kadang gitu sih. Kalo ada chat tibatiba masuk, bisa bikin senyum senyum sendiri hahahaha lulus dulu tuh jangan lupa :D

    *golongan orang yang gampang bahagia dengan cara yang sederhana, duile*

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.