Gue pikir semakin ke atas, semakin berkurang kesibukkan seorang mahasiswa. Ternyata enggak juga. Nyatanya, makin ke sini, gue makin sibuk. Ini yang gue dan kawan satu peminatan rasakan. WELCOME TO SEMESTER GENAP!

Berhubung setiap hari gue kedatangan pembaca baru, gue rasa enggak ada salahnya kalau gue kembali memperkenalkan diri. Buat yang sudah kenal, gue mengucapkan banyak terima kasih karena sudah mau mengenal gue dan kalian boleh skip ke paragraf berikutnya. Untuk yang belum kenal sama gue, mari berteman dan saling mengenal!

Seperti yang bisa kalian lihat sendiri, nama gue Reza. Gue suka bercerita tentang apa saja dan yang gue tulis kebanyakan diambil dari pengalaman pribadi gue. Gue seorang perantau dari Pulau Sumatera. Gue merantau ke Jakarta dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikan. Kenapa Jakarta? Karena di tempat asal gue belum ada satupun universitas yang membuka jurusan yang sedang gue ambil sekarang ini.

Di sini gue tinggal sendirian; di sebuah kosan yang nggak begitu besar tapi nyaman untuk ditempati. Sekarang gue berstatus sebagai mahasiswa semester 4 di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta. Di kampus, gue mengambil jurusan Sistem Informasi dengan jenis peminatan digital business. Keren ya namanya? Tapi jangan salah! Karena masih ada empat peminatan lagi yang enggak kalah keren!

Baca Juga: Memilih Peminatan

Bukan mahasiswa namanya kalau enggak ada tugas akhir semester. Dari awal gue masuk hingga sekarang, selalu ada yang namanya tugas akhir. Nah, tugas akhir ini biasanya dikumpul dan ditampilkan pada minggu terakhir atau sebelum UAS. Masing-masing mendapat giliran untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah disiapkan selama sepuluh minggu lamanya. Format pengumpulan tugas akhir selalu sama: Slide presentasi, ada laporan tertulis, konten atau isi laporan sesuai dengan yang dipelajari selama satu semester.

Makin ke sini, rasanya semakin repot karena tugasnya makin bervariasi. Dulu waktu semester awal, tugas akhirnya cuma bikin laporan dan presentasi. Semester dua, tugas akhirnya ada laporan, presentasi dan project. Oya, tugas akhir dan project beda, ya. Bedanya apa? Kalau tugas akhir biasanya dalam bentuk laporan. Sementara kalau project hasilnya dalam bentuk aplikasi, website, codingan atau desain.

Projectnya terbagi dua. Project akhir kelas dan project lab. Project kelas beda dengan project lab. Namun jenisnya sama karena sama-sama membuat aplikasi menggunakan Bahasa Pemrograman Java dan database dari aplikasi. Projectnya bukan cuma bikin aplikasi. Tapi juga mendesain User Interface dari aplikasi yang akan dibuat. Kebayang kan repotnya gimana? Udah di suruh coding aplikasi sama database, eh, tampilan aplikasinya juga harus di desain. Tapi enggak jadi masalah karena dikerjakan secara bersama-sama: gue dapet tugas mendesain.

Semester tiga tugas akhirnya masih sama seperti semester dua. Bikin laporan, presentasi dan ada project lab. Projectnya bisa dibilang sedikit lebih gampang dibanding semester dua kemarin. Kenapa gue bilang gampang? Pertama karena enggak ada project kelas. Kedua karena projectnya mendesain dan enggak ada coding sama sekali! YEEEY! *seneng karena terhindar dari Pemrograman Java.

Meskipun desain, bukan berarti projectnya benar-benar gampang. Jangan salah, karena yang dibuat bukan sembarang desain. Kalau pada umumnya sebuah desain harus terlihat indah dan sedap di pandang, disini, aspek keindahan itu di anak tirikan.

Oke, sekarang gue udah semester empat. Tugas akhir dan project sudah pasti ada. Begitu pula tugas mingguan. Kelihatannya tugas gue semester ini makin bertambah dari semester sebelumnya. Tambah rumit, tambah banyak. Seperti yang udah gue singgung di atas, tugas akhir tuh biasanya dalam bentuk laporan dan presentasi hasil kerja. Semester ini masih sama seperti sebelumnya. Bedanya, ada tambahan tugas dalam bentuk paper. Yaelah, paper doang. Gampang!

Membuat paper
Menulis paper
sumber: pexels.com

Masalahnya enggak segampang itu. Semua matakuliah semester ini mengharuskan kami untuk bikin paper. Bukan cuma paper, tapi juga project di kelas seperti bikin website marketplace dan hasilnya harus di presentasikan. Ada lagi matakuliah yang mengharuskan kelompok untuk bikin aplikasi dan nanti akan di presentasikan di depan dosen dan para investor. Bisa dibilang semacam lomba. Jika beruntung, akan ada investor yang mendanai pengembangan aplikasi yang telah dibuat.

Lalu pada matakuliah lainnya ada pembuatan film dan presentasi hasil kegiatan sosial. Cukup ribet, ya? Entahlah. Gue nggak ngerti kenapa tugas gue makin banyak dan makin ribet aja semester ini.

Itu baru tugas dan project akhir kelas. Belum lagi dengan project laboratoriumnya yaitu bikin website. Jadi dalam satu semester ini kami harus bikin dua buah website. Satu untuk project di kelas, satunya lagi untuk project laboratorium. Apesnya lagi, tuh website e-commerce harus online dan bisa di akses oleh dosen dan seisi kelas.  Pokoknya banyak banget, deh!

Presentasi tugas dan project
Presentasi tugas dan project
sumber: pexels.com

Kalau gue inget-inget lagi, dulu enggak ada paper-paperan gitu, deh. Paling cuma nyerahin laporan yang isinya penyelesaian masalah dari kasus atau proses bisnis perusahaan yang telah kami pilih sebelumnya lalu di presentasikan di depan kelas.

Untungnya semua tugas dan project dikerjakan secara berkelompok. Tugasnya jadi sedikit lebih ringan karena bisa dibagi-bagi. Terus gue kepikiran. Kalau sekarang tugasnya kayak gitu, gimana dengan semester lima nanti? Pasti makin ribet dan makin banyak!

Mungkin karena nggak lama lagi mau skripsi. Dugaan gue begini: tugas yang biasanya dalam bentuk presentasi dari kasus, di ganti menjadi penulisan paper. Presentasi pada awal-awal kuliah hingga semester ini mewakili sidang, sementara paper pada tingkat semester empat mewakili penulisan skripsi. Oke, itu cukup nyambung. Bisa diterima dengan logika dan akal sehat.

Saran untuk temen-temen yang masih sekolah dan sebentar lagi mau menghadapi ujian, giat-giat lah belajar dan nikmatilah masa-masa sekolah. Karena begitu naik tingkat ke level mahasiswa, sedikit banyak kalian akan merindukan kembali masa-masa sekolah dulu. Dan ingat, jangan sampai salah pilih jurusan!

Lalu untuk temen-temen seperjuangan, semangat! kita pasti bisa kok menghadapi semua ini! Ujian dari dosen mah belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ujian dari Tuhan! :)

 

 

STAY CONNECTED

Facebook || Google+ || Instagram || Twitter ||

email: [email protected]

 

Punya pertanyaan? Silakan klik tautan ini

4 KOMENTAR

  1. Caileh, udah semester empat aja. Kayaknya waktu pertama ketemu yang waktu ke TIM masih semester 1 atau 2 gitu. Ehe. Kalau udah melewati semester 4, ke sananya terasa jadi lebih ringan, sih, menurut saya. Rasa males-malesan itu mulai hilang. Udah terbiasa juga sama banyaknya tugas dll. Ya, walaupun saya gagal di akhir~ Muahaha.

    Ujian dari kampus tanggalnya jelas. Ujian dari Tuhan datang kapan saja, nggak pernah ada habisnya juga hingga nanti mati. :)

  2. Jd inget zaman kuliah :p. Mati2an belajar, bersaing ama banyak siswa asing, dan berusaha banget bisa selesai tepat waktu. Krn sistemnya dulu, kalo gagal, biaya mnegulang subject yg gagal, sama ama biaya 1 semester wkwkwkwk.. Adaptasi ama dosen dr berbagai negara yg aksennya berbeda2 kalo ngomong :p. Tapi setelah lulus, semua perjuangan berasa maniiiis banget kalo diinget :)

  3. Setuju dengan kalimat terakhir.Ujian dosen belum ada apa-apanya dibanding ujian Tuhan. Lagian kalo ujian dosen biasanya masih ada kisi-kisinya, lah kalo ujian Tuhan, mana bisa direka-reka.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.