Apapun yang Kamu Mau

ssrrk ssrrkk bunyi lembaran-lembaran buku yang saling bergesekkan ketika halamannya berganti. Yap, malam minggu gue kemarin lebih bermakna dan lebih berkualitas ketimbang malam minggu-nya para jones yang berdoa minta hujan di malam minggu. Ehm, posisi gue disini sebagai seorang jomblo, tentu, gue tau kebiasaan-kebiasaan para jomblo ini karena gue dulu juga begitu. Oops, keceplosan deh.

Gue takut dirajam sama para jomblo yang emosi karena aib buruknya sudah ketahuan. Maka, gue akhiri perbincangan ini demi menjaga kesehatan para jomblo. Sip.

Gue bener-bener menikmati malam minggu kemarin layaknya orang-orang yang sudah lama tak bersua dengan sahabat lamanya. Setiap detiknya betul-betul dihargai karna belum tau secara pasti kapan bisa dipertemukan kembali. Bisa aja sehabis pulang dari pertemuan itu salah satunya ada yang kecelakaan karena mobilnya mengelak dari anak semut yang sedang melintasi jalan. Setelah diselidiki orang yang mengelak tadi rupanya seorang pecinta hewan yang nggak mau menyakiti si hewan. Oke, ini ngarang.

Nggak ada hujan nggak ada badai, timbul keinginan dalam diri gue buat ngebuka salah satu buku yang ada di susunan-susunan buku di kamar gue. Brak, bunyi buku-buku yang agak dibanting di atas meja. Gue mengatur posisi senyaman mungkin dan mulai membuka halaman pertama dari buku tersebut. Gue masih ingat kalimat pertama yang gue baca dari buku tersebut. Bunyinya: Bintarto (1981): Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional. Gimana? Keren nggak tuh malam minggu baca buku geografi?

Sebenarnya gue mau baca novel Itelegensi Embun Pagi yang sempat gue beli minggu lalu di Gramedia. Berhubung tubuh gue memberi signal untuk baca buku Geografi, ya, mau nggak mau gue mengalah dulu untuk sementara waktu.

Baca Juga: Perdebatan Soal Buku

Start dari pukul 20.00 dan finish pukul 23.30. Rekor baru tercipta dalam sejarah hidup gue membaca buku pelajaran Geografi! Sebelum-sebelumnya nggak pernah baca selama itu. Paling lama juga 1 – 2 jam.

Minggu pagi gue bangun dalam kondisi segar bugar karena semalam tidurnya nyenyak berkat buku geografi yang gue baca. Gue kalau udah baca buku tidurnya dipastikan nyenyak. Bangun-bangun badan segar. Selain mendapatkan badan segar sebangun dari tidur, gue juga mendapati mimpi indah. Gue mimpi ikut dalam sebuah penelitian soal aktivitas gunung yang ada di Indonesia. Dalam penelitian itu gue langsung belajar di lapangan untuk membuktikan teori-teori yang gue pelajari dari buku.

Lucu nggak sih apa yang lo pelajari sebelum tidur yang materinya sulit dipahami tiba-tiba terjawab melalui sebuah mimpi? Gue rasa lucu, karena ini kejadian langka.

Belajar geografi tentang teori pembentukan permukaan bumi aja gue kebawa mimpi, praktik langsung dilapangannya. Pertanyaannya: Gimana kalau sebelum tidur gue mempelajari biografi tentang reproduksi manusia? Mungkin jadinya gue mimpi mempraktekkan bagaimana proses terbentuknya makhluk hidup baru yang bernama manusia. Persetan sama matematika, habis ini gue mau belajar biografi aja!

***

Keesokan harinya.

Sorenya, selepas dari potong rambut gue kembali membuka buku pelajaran geografi yang sedari tadi gue letakkan di atas meja belajar. Sehabis potong rambut pikiran gue cerah secerah sinar mentari di pagi hari.

Yah, potong model begini gue rasa nggak ada salahnya. Mungkin ini rahasianya bang radit supaya bisa jadi penulis besar. Kejeniusannya dalam menulis mungkin disponsori oleh rambut pendeknya yang tidak menghalangi perambatan sinar matahari menembus kulit kepala melalui celah-celah rambutnya yang pendek.

Ini kali pertama gue potong model begini di tahun 2016. Dan… terakhir kali gue potong pendek begini itu sekitar tiga tahun yang lalu saat ingin mengikuti ujian praktek SMP.

rahasia-sukses-raditya-dika
Potong pendek

Baca Juga: Hal-hal yang terjadi saat ujian praktek

Gue belajar lagi dan lagi. Saat sudah masuk waktunya mandi gue mandi dan membersihkan sisa-sisa potongan prambut yang ada di kepala gue. Selesai mandi gue belajar lagi dengan ditemani secangkir mocchachino hangat. Ah, alangkah nikmatnya membaca sambil ditemani minuman favorit, pikir gue sambil menirukan gaya orang-orang yang biasa nongkrong di warung kopi.

Nggak ada hujan nggak ada badai, tiba-tiba nyokap dengan penuh keyakinan dan perencanaan yang matang, nyokap menyuarakan apa yang ada di benaknya, “Mau apa, Bang?” tanya nyokap dengan wajah berseri-seri. “Mama beliin deh, apapun yang abang mau!”

Sepertinya nyokap lagi bahagia, pikir gue. “Ah, abang mau bakso aja, Ma?” jawab gue, agak ragu sama perkataan nyokap barusan.

“Bener nih cuman mau bakso aja?”

“Iya. Apalagi emangnya?”

“Yaudah deh.” kata nyokap, mengakhiri percakapan.

Gue kembali belajar. Selang tiga puluh menit kemudian terdengar langkah kaki nyokap dari luar kamar gue. “Sini, makan dulu bang.” kata nyokap, dari luar.

Ah iya, udah lewat jam makan nih, pikir gue. “Iya, ma.” jawab gue kemudian.

Sudah tersedia empat bungkus bakso di atas meja makan. Nggak nyangka, ternyata nyokap berbaik hati menuruti keinginan gue sebelumnya yang lagi pengen makan bakso. Keraguan gue barusan terjawab dengan tersedianya empat porsi bakso di atas meja makan. Gue berhenti sejenak dari kegiatan belajar. Sudah waktunya untuk makan.

Selesai makan gue lanjut belajar sampai pukul 23.10.

Yah, rekor baru tercipta kembali. Belajar dari pukul 16.20 – 23.10. Mantep! Cuman belajar geografi doang.

Hari ini, ketika ujian, yang gue pelajari semalam memang tidak semuanya masuk di dalam soal ujian. Paling enggak ya gue bisa menjawab sebagian besar dari soal tersebut. Dari 40 soal yang ada, yang berhasil gue jawab sekitar 35 soal. Hell yeah, ternyata belajar seru juga, ya!

Ps: ketika disuruh belajar sama nyokap, nggak usah belajar sampai nyokap ngeluarin petuah, “apapun yang kamu mau, mama beliin deh asal kamu belajar!” oke, ini sesat banget pesannya.

Keinginan untuk belajar itu bukan datang ketika disuruh oleh orangtua. Tapi keinginan itu akan datang dengan sendirinya ketika hatimu sudah merelakan dan mengikhlaskan waktu yang ada untuk hal yang mungkin tidak kamu sukai (baca: belajar). Kalau kamu sudah mengikhlaskan, maka apapun yang kamu pelajari akan masuk dan mudah memahami dengan sendirinya. Dan jika hati belum ikhlas, maka hasil yang akan kamu dapatkan ketika selesai belajar sama dengan enol besar.



16 COMMENTS

  1. Besok diriku mau seleksi onmipa tapi mager banget buat belajar lagi hari ini, iseng buka blog dirimu eh jadi mood belajarnya muncul lagi.
    tapi bener deh kalo kita udah niatan rahamatanlilalamin buat baca buku, buku apapun (apalagi yang belum pernah di baca) jadi gatel pengen nyelesain sampe abis! hahaha

  2. Udh lama nggak belajar. Soalnya udh bukan pelajar. Itu geografi tuh pelajaran yang nggak suka. Nggak tau kenapa pas SMA nggak cocok sama pelajaran jurusan IPS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.