Demi Nonton

Beberapa waktu yang lalu adik gue mengajak salah seorang temannya datang ke rumah untuk ngerjain tugas bersama. Temannya ini cewek. Namanya Fitri. Sama seperti nama adik gue, Fitri juga. Jadi dalam satu atap ada dua orang bernama Fitri dengan jenis kelamin yang sama dan memiliki jenis otak yang sama juga: rada bego.

Adik gue ini orangnya nggak bego-bego amat. Berhubung dia anaknya “kurang usaha” dan kalau ngerjain tugas selalu ngadelin otak bokap, mangkanya dia gue bilang rada bego. Belum juga usaha mencari jawaban di dalam buku untuk tugas sekolahnya, dia selalu beralasan “dibuku nggak ada jawabannya”. Pas gue bantu cari di dalam buku rupanya ada. Namanya juga males dan kurang usaha.

Bagus deh, pikir gue ketika si adik bawa temen sekolahnya untuk ngerjain tugas di rumah. Paling enggak malam nya dia nggak ngerepotin bokap lagi.

Dia tampak begitu pede dengan celana pendek berwarna hijau tosca yang dikenakannya siang itu. Kaos berbentuk tanktop dengan paduan warna pink-putih dan tali yang sedikit melorot, yang biasanya dikenakan oleh anak-anak remaja perempuan dia kenakan siang itu seolah mengisyaratkan bahwa dirinya layak dicap sebagai anak remaja. Padahal anak seusia dia masih dianggap sebagai anak bawang. Baru juga kelas lima SD. Masih bocah.

Gue kalau di posisi dia bakal nggak nyaman mengenakan celana pendek yang pahanya kelihatan kemana-mana. Padahal gue laki, loh.

Kalau mau keluar biasanya gue begini: make celana panjang biar yang lain (terutama cewek) nggak bisa menonton aurat gue secara cuma-cuma. Ehem, gue bukan lelaki murahan. Kalau mau lihat ya kudu bayar, eh. Selain biar auratnya nggak dilihat, gue malu punya betis putih bersih.

Temen adik gue tadi, betis sama pahanya kalah sama punya gue. Punya gue lebih putih dan lebih bersih. Sementara dia sedikit hitam dan korengan. Hii. Gue jadi malu sama diri gue sendiri karena berhasil mengalahkan anak perempuan dalam urusan kebersihan kaki, betis dan paha.

Nyokap selalu berkata begini ke gue, “Betis sama paha tuh harus di jaga. Biar mudah nyari kerja”. Jujur, sampe sekarang gue masih bingung hubungan antara betis yang bersih dengan mencari kerja tuh apa? Perasaan nggak ada kaitannya deh.

Sumber: http://www.bni-life.co.id/
Sumber: http://www.bni-life.co.id/

Atas sugesti dari nyokap yang biasanya dia ucapkan setiap sebelum tidur, gue menjadi anak laki-laki yang memegang teguh kebersihan betis sama paha.

Baca Juga: Duka yang Sering Gue alami

Kalau mau kemana-mana biasanya gue make stocking dan sun block dulu biar nggak hitam. Oke, yang barusan itu boongan.

Mereka berdua menatap layar kaca yang saat itu sedang memutar kartun asal Malaysia, Upin & Ipin di MCC TV. Untungnya rumah gue dipasang Usee Tv. Tayangan-tanyangan yang tak sempat di tonton bisa diputar kembali sampai rentang waktu satu minggu. Lewat dari satu minggu maka tayangannya udah nggak bisa di tonton lagi.

Karena mereka berdua sedang mengerjakan tugas sambil ditemani Upin & Ipin gue mengurungkan niat untuk ngisengin si adik. Malangnya jadi adik gue karena dapet abang kek gue yang kerjanya ngejahilin mulu tiap hari. Tak jarang kejahilan gue membuat si adik nangis dan terkadang sampai berang. Kadang juga sampe berantem karena gue kelewat jahil.

Sebelum niat jahil timbul, baiknya gue tidur siang. Mengistirahatkan tubuh sejenak supaya bugar kembali ketika bangun.

Gue mengunci kamar sebagai tindakan pencegahan. Mata gue perlahan makin berat dan siap untuk terlelap. “Nonton Anak Jalanan aja, Fit!”

Gue terkejut dan langsung terbangun. Suara itu menyebabkan gue tidak jadi tidur. “Aii… Upin & Ipin aja Fit” ujar adik gue, lembut.

“ANAK JALANAN AJA! BOY SAMA REVA LAGI MESRA BANGET TUH!”

Baca Juga: Perang Dingin

Astagfirullah. Jauh-jauh datang kemari demi nonton Anak Jalanan. Jadi tugas hanyalah alasan supaya bisa nonton shitnetron yang semalam tak bisa dia tonton karena rebutan televisi sama emaknya di rumah. Untung di rumah lagi nggak ada bokap sama nyokap. Kalau enggak mungkin udah diusir tuh anak.

Adik gue takut sama dia. Nggak salah kecurigaan gue sama kedatangan dia ke rumah. Bagaimana mungkin dia bisa meringankan tugas sekolah sementara dia asik nonton shitnetron. Ketika nyokap marah sama kedatangan dia, adik gue justru membela dia dengan alasan, “Adek nggak ngerti tugas itu ma. Cuman dia yang ngerti”

Entalah, gue nggak habis pikir sama jalan pikiran adik gue. Padahal kalau keduanya diadu, masih lebih pintar adik gue. Dan bagaimana mungkin nonton shitnetron dapat menyelesaikan tugas matematika. Mana adik gue nggak ngerti sama tugas tersebut. “Udahlah Fit, kerjain di sekolah aja besok. Sekarang aku mau nonton anak jalanan dulu.”

Gue benar-benar mendengar dia berkata demikian. Telinga gue nggak salah. Gue nggak jadi terlelap saat itu karena suara dia membangunkan gue.

Tontonan mempengaruhi tingkah dan perilaku seseorang. Jadi bila tak ingin adik atau keluargamu memiliki sifat buruk, larang lah dia menonton tanyangan yang tak seharusnya di tonton oleh anak seumurannya. Bimbinglah adik-adik kalian saat sedang menonton. Dan bila dirasa channel Indonesia tidak sehat untuk ditonton, nggak ada salahnya untuk minta dipasangin televisi kabel atau singkatnya parabola.

Semenjak adik gue mulai hobi menonton tayangan yang tidak sehat gue minta langsung ke bokap buat dipasangan televisi kabel dan syukur bokap langsung menuruti. Oya, dulu gue sempat menyindir hal ini di salah satu postingan gue yang berjudul Tontonan Anak Masa Kini. Silahken dibaca.

Lebih baik membayar mahal dengan tontonan yang aman daripada murah tapi yang ditonton tidak sehat seperti tontonan temen adik gue. Walaupun pake televisi kabel, yang ditonton sebenarnya juga tidak lah selalu aman. Mau pake televisi kabel kek, mau enggak, paling aman ya dengan cara membimbing adik-adik saat menonton tayangan yang dia suka.

Jadi pelajaran hari ini adalah:

  1. Banyak-banyakin bersabar kalau punya abang atau kakak yang suka jahil.
  2. Kalau adik kalian mulai suka nonton shitnetron, tegur lah dia.
  3. Kalau nggak bisa ditegur, minta sama bokap buat pasangin tipi kabel.
  4. Tegurlah kalau dia nonton tayangan yang tak sesuai umurnya
  5. Bimbinglah adik kalian ketika menonton agar dia terhindar dari perilaku buruk yang mungkin dia dapatkan dari tontonannya.

Halah, ngomong apasih gue. Mulai ngelantur gini ngomongnya. Demikian, sampe jumpa di postingan berikutnya.



14 COMMENTS

  1. Emang ya punya adik yang masih kecil itu kadang suka bikin ngehe. Ponakan gue aja yang umur 5 tahun suka banget sama sinetron anak jalanan. Gue yang udah segede ini malah lebih suka nonton film animasi/kartun. Muahahaha :D

    Channel indonesia emang banyak yang ga bermutu, jadi ya kudu pinter-pinter memilih dan membimbing yang sudah terjerumus tontonan yang ga sehat ke yang sehat. :)

  2. Njiirrr… Cowok kakinya bersih (baca: ga ada bulu kaki) lucu juga ya hahaha

    Istilah “paha harus di jaga biar mudah cari kerja” kadang ada benarnya. Beberapa perusahaan ada yang mengharuskan berpenampilan bersih luar dalam apalagi kalau jabatan yang berhubungan dengan client. Waktu test kesehatan biasanya bakal ketahuan tuh ada tato atau bekas luka (maaf: cacat) karen kalau test kesehatan biasanya harus bugil.

  3. yg ini beneran gak sih? “Nyokap selalu berkata begini ke gue, “Betis sama paha tuh harus di jaga. Biar mudah nyari kerja”. Jujur, sampe sekarang gue masih bingung hubungan antara betis yang bersih dengan mencari kerja tuh apa? Perasaan nggak ada kaitannya deh.”

    betis gua juga kek nya mulus deh tp ampe sekarang gua masih nganggur aja haha

  4. Yup.. Kita sebagai kakak kudu sabar-sabar dah, apalagi kalo bandel banget. Yang antum lakukan udah bener sih, ya kalo bisa sama sekali gak ada televisi di rumah. Kasih tontonan para sahabat nabi, cerita islam. Allah Yuftah Alaikum untuk kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.