FEP

Setelah jadi panitia untuk acara Meetup, keesokan harinya kami ada kegiatan FEP.

Senin… (Briefing)

“Ted, lu bisa ke kos gue dulu, nggak?” tanya gue via personal chat.

“Bisa, Jak, sebentar lagi gue mau ke kos lu.” Balas Tedy.

Sembari menunggu Tedy selesai dengan persiapannya, gue memilih males-malesan di kos sambil ditemani oleh iringan music-music yang belakangan ini lagi populer di kalangan anak muda masa kini.

Sekitar sepuluh menit kemudian seseorang mengetuk pintu kamar kos gue.

“Udah siap, Jak?” suara itu tidak asing lagi di telinga gue.

“Sebentar Ted, gue pakai baju dulu,” kata gue sambil berusaha menjangkau pakaian yang tergantung di belakang pintu.

“Ted?”

“Iya, Jak?”

“Masuk aja, pintunya nggak gue kunci, kok.”

“Oke…” kata Tedy. “Jak, pintunya lu kunci.”

Mampus, gue lupa kalau pintunya gue kunci. Karena kaki gue belum membaik, akibatnya gue kesulitan untuk menjangkau pintu. Nafas gue tersengal-sengal saat berhasil membuka pintu kamar yang di kunci dari dalam.

***

15 Agustus 2016 ruang K1D. Kepala gue terus mereplay rekaman yang tercetak di kartu Freshment Enrichment Program gue. Gue mengedarkan pandang mencari abjad K diantara kumpulan-kumpulan abjad yang tergantung di langit-langit gedung Kampus Syahdan.

“Permisi Bu, K1D di mana, ya?” tanya Tedy.

“Turun tangga, terus lurus saja ke sana. Itukan M1, ruang K1 ada di belakangnya,” terang petugas.

“Makasih ya, bu?”

Kami menuruni anak tangga dan mengikuti arahan dari petugas barusan.

Baca juga: Pengalaman Pertama Jadi Panitia

Sebagaimana maba pada umumnya, siapapun pasti ingin terlihat menarik di mata kawan-kawan baru. Gue juga gitu. Namun sayangnya gue gagal. Saat yang lain kemana-mana barengan sama teman baru, sementara itu, gue, kemana-mana di gendong sama Tedy. Ini malu-maluin banget. Gue nggak bisa nolak karena gue sendiri butuh pertolongan dia.

Setiap mata yang berpasan sama kami memasang tatapan aneh ke arah gue. Gue bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran mereka dari cara mereka memandang gue saat itu. Ada tiga kemungkinan.

  1. Kami dikira lagi bercanda.
  2. Gue dianggap melakukan penindasan terhadap Tedy supaya dia mau gendong gue ke mana-mana.
  3. Gue dikira kaum disabilitas sehingga membutuhkan penanganan khusus dari orang-orang sekitar.

Yang terakhir amit amit banget.

“Itu dia kelasnya, Ted,” gue menunjuk abjad yang tertulis K1D.

“Jak!”

Gue menoleh ke sumber suara. “Eh, ada Rinjani,” kata gue masih dalam keadaan di gendong.

“Lu kenapa di gendong, Jak?” tanya Rinjani penasaran. Dia bergeser untuk memberi sedikit ruang untuk gue duduk.

Tedy menurunkan gue dengan perlahan di tempat yang di sisihkan Rinjani. “Kakinya lagi sakit, Rin,” terang Tedy.

“Iya, kaki gue lagi sakit,” gue mengiyakan.

Setelah ngobrol sebentar, Tedy langsung pamitan untuk mencari kelasnya. “Gue pergi dulu ya, Jak, Rin?” kata dia.

“Mau kemana, Ted?” tanya Andre yang baru sampai.

“Kelas lah,” jawab Tedy.

“Makasih ya, Ted.” Kata gue.

“Yoi.”

Sejurus kemudian Tedy yang memiliki tinggi badan 190 cm itu menghilang dari kerumunan.

Baca Juga: Dikeroyok Anak Lampung

Tak lama kemudian kelas mulai di buka dan kami di persilahkan masuk. Hal paling utama yang gue lakuin ketika sudah masuk ke dalam kelas adalah mencari tempat yang nggak terlalu di belakang dan nggak terlalu ke depan. Lalu minimal di sebelahnya ada orang yang sudah gue kenal. Nggak, gue nggak males buat kenalan sama teman baru, gue cuma takut merepotkan orang-orang yang baru gue kenal.

Seperti biasa, di hari pertama selalu ada sesi untuk memperkenalkan diri di depan kelas. Kami di minta untuk maju lalu menyebutkan nama, asal daerah dan alasan kenapa memilih jurusan Sistem Informasi. Badan gue mengalami panas dingin dan jantung berdebar saat di depan kelas. Oke, jangan tegang, Za! Atur pernafasan! Batin gue saat mic sudah dalam genggaman.

“Halo, nama gue Reza Andrian. Kalian bisa panggil gue Reza. Gue asalnya dari Bengkulu. Alasan kenapa gue masuk Sistem Informasi karena gue dari jurusan IPS.” Ucap gue dengan polosnya.

“Maksudnya gimana, ya?” tanya salah satu BC yang nggak nangkep maksud perkataan gue barusan.

“Sebenarnya gue mau masuk Teknik Informatika. Tapi karena gue dari jurusan IPS, makanya gue masuk Sistem Informasi.”

“OOH!”

“Oke… berikutnya.”

Gue kembali ke tempat duduk untuk mengistirahatkan kaki-kaki gue yang mulai merasa lelah.

Baca Juga: Jangan Dekat Dekat

Selasa… Hari pertama FEP…

Jam 9 pagi gue sudah siap di ruang 403 Kampus Anggrek. Topik pertama hari ini Binusian Journey yang materinya dibawain oleh kakak-kakak Buddy Coordinator atau bahasa umumnya senior. Selesai Binusian Journey ada Bunga Rampai. Dari ruang 403 kami di arahin menuju Auditorium Kampus Anggrek. Katanya akan ada pertunjukan menarik dari masing-masing UKM di Binus.

Dari seluruh UKM yang tampil, gue tertarik untuk ikut dua UKM.

Rabu… (nggak ada penjelasan materi)

Lagi-lagi harus bangun pagi. Di hari ke dua kami semua di minta untuk bangun lebih awal supaya tidak terlambat datang ke Kampus Kijang. Hari ini nggak ada pemberian materi apapun. Senang? Tentu, tapi seluruh buddy di minta untuk hadir dalam kegiatan upacara hari kemerdekaan di Kampus Kijang.

Jadwal Kegiatan FEP Sumber: doc. pribadi
Jadwal Kegiatan FEP
Sumber: doc. pribadi

“Kamu baris di paling belakang aja,” ucap seseorang dari belakang sambil menarik tangan gue dengan lembut. Suara itu cukup kontras dengan tekstur tangannya. Sama-sama lembut. Gue menoleh ke belakang, ternyata yang narik Kak Muthia. “Kalau memang nggak sanggup lagi, istirahat aja dek,” tambahnya.

“Oke, kak.” Balas gue sekenannya.

“Nggak usah di paksain, daripada nanti lo diangkat terus di bawa ke ruang P3K. Mending duduk istirahat di belakang sini,” timbal ko Raffi.

Gue cuma mengangguk sebagaimana yang biasa dilakukan orang ketika sedang malas mengeluarkan suara.

Usai kegiatan upacara bendera, kami dibolehin beli jajanan dengan catatan nggak keluar dari wilayah Kampus. “Jam 9 nanti kumpul lagi di sini. Kita akan latihan yel-yel.” Kata ko Raffi.

Sabtu… hari terakhir!

Hari yang kami nanti-nanti sejak hari selasa pun tiba. Hari ini jadwalnya ada dua kegiatan, yakni kebersamaan dan Expo UKM yang bertempat di Kampus Syahdan. Seluruh kelas yang kebagian shift pagi, jam 7 sudah harus kumpul di areal parkir selatan kampus Syahdan. Sebelum kegiatan kebersamaan di mulai, ada doa bersama yang di pimpin oleh ketua umum kegiatan FEP. Selesai doa bersama, acara selanjutnya diambil alih oleh ketua umum Buddy Coordinator FEP 2020.

Ada yang tidur... sumber: doc. pribadi
Ada yang tidur…
sumber: doc. pribadi
Semuanya berkumpul
Semuanya berkumpul sumber: doc. pribadi

Masing-masing kelas saling unjuk kebolehan yel-yel kelasnya dihadapan ketua umum kegiatan FEP, BC dan kelas lain.

Tibalah giliran kelas kami untuk unjuk kebolehan. Semuanya berdiri. Mengencangkan ikat pinggang dan tali berwarna merah putih di lengan. “Gapapa jelek, yang penting sombong.” Kata Ivan. Sejurus kemudian gue teringat dengan karyanya Chandra Liow yang judulnya Gapapa Jelek yang Penting Sombong.

Ayo kawan… suaranya

Karena Kami DBN 03…

Kita rama-ramai

Enjoy FEP!

Ayo kawan… Suaranya

Karena kami DBN 03…

Kita ramai-ramai

Enjoy FEP!

(dinyanyikan dengan nada Pergi ke bulannya Cherrybelle).

Bukan cuma Buddy, Buddy Coordinator juga di minta untuk menunjukkan yelyelnya di depan buddy 2020.

Yel-yel BC

Video kiriman Reza Andrian (@rezaandrian_) pada

***

Selesai acara kebersamaan di areal parkir selatan Kampus Syahdan, selanjutnya ada expo UKM. Kami di ajak untuk keliling melihat-lihat stand UKM yang tersedia di Binus. Ketika ingin mendaftar di salah satu UKM, gue membuat sebuah kesalahan.

Jadi ceritanya gue nggak bisa dengar apa yang dikatakan oleh kakak di tempat pendaftaran karena suasananya saat itu lagi bising. Gue mengiyakan apa yang dia tanyakan sampai akhirnya gue sadar bahwa yang gue iyain adalah membayar uang untuk seminar UKM tersebut. Apes. Lima puluh ribu melayang begitu saja.

Sebenarnya nggak ada unsur paksaan untuk ikut seminar tersebut, tapi karena nama gue sudah ditulis di kwitansi dan gue udah terlanjur nyerahin uangnya, nggak mungkin gue bilang enggak.

Dan yang apesnya lagi, saat menulis postingan ini (iya, baru sekarang gue sempat nulisnya), gue baru nyadar kalau seminarnya di adain hari ini (7 Oktober 2016). Dan… gue nggak ikut karena lupa. Apes? Iya. Dan ini sudah yang kedua kalinya gue apes selama FEP ini.

Jadi begitulah cerita gue selama mengikuti kegiatan FEP di Binus. Bagaimana dengan kalian? Yuk, share pengalaman apapun yang kalian dapetin ketika di ospek sama senior di kolom komentar di bawah ini :)



10 COMMENTS

    • Hohoho iya Jev, sekarang udah jadi anak kuliahan :D
      Eh, bukan Tangerang loh, tapi Jakarta. Dan gue bukan anak gaul XD
      Baik Jev.. Lu sendiri apa kabar? Iya nih, gue juga udah lama nggak mampir ke blog lu :))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.