Lelaki Sejati

Ngomongin bagaimana kriteria lelaki sejati memang tiada habisnya. Setiap orang punya pendapatnya masing-masing ketika di tanya, “lelaki sejati itu yang seperti apa, sih?“. Beberapa mungkin akan mengatakan kalau lelaki sejati itu yang badannya gede, berotot, dan suka fitnes. Beberapa lagi mungkin ada yang beranggapan bahwa, lelaki sejati itu yang nggak pernah bikin ceweknya menangis.

Sebelum membahas lebih jauh soal lelaki sejati, mari kita tanyakan pendapat Bang Raditya Dika mengenai lelaki sejati menurut pendapat dia. Berikut diantaranya adalah pendapat soal Bang Raditya Dika soal Lelaki sejati yang gue kutip dari tweet-tweet dia.

Boleh juga. Kalau boleh menyimpulkan, berarti menurut bang Radit seorang lelaki sejati itu yang memiliki jiwa ekstrim. HIDUP SEPERTI LARRY!

HIDUP-SEPERTI-LARRY
Source: http://rezpectorarea29.blogspot.co.id/

Tentu, gue juga pendapat tersendiri soal lelaki sejati. Nah, kali ini gue pengen ngomongin kriteria lelaki sejati menurut pendapat gue. Croooot crooot croot!

Ahem, gue cerita dikit ya.

Jadi sabtu kemarin gue dibangunkan oleh suara alarm hape yang sengaja gue atur untuk berbunyi ketika waktu menunjukkan pukul 05.30. Dalam keadaan setengah sadar, samar-samar telinga gue menangkap ucapan bokap, “Sarapan di sekolah aja ya bang. Uang jajan ada di atas meja.”

Pas alarm bunyi gue nggak langsung bangun. Gue goler-goler dulu. Ngumpulin nyawa. Generasi muda macam apa gue ini!

Baca Juga: Satu Minggu

Pas gue bangkit dari kasur, gue lihat rumah dalam keadaan sepi. Bokap, nyokap sama adik gue udah berangkat ke View Tower untuk persiapan acara Senam Anti Kekerasan. Karena bokap nggak bisa ngantar gue ke sekolah, mau nggak mau gue harus berangkat sendiri. Gue bersiap, tanpa sarapan pagi (karena nggak ada yang bisa di makan waktu itu) gue bergegas ke sekolah tanpa sarapan dan berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.

Lelaki sejati berangkat sekolah nggak sarapan dan perginya berjalan kaki.

Bete, nyokap belum pulang dari View Tower. Satu-satunya yang bisa gue lakuin saat itu dengan asik menatap layar hape, membuang rasa jenuh yang gue rasain siang itu. Sambil menunggu kepulangan nyokap. Biasanya habis dari acara nyokap selalu bawain kue atau nasi padang gitu buat makan di rumah. Diem-diem air liur gue netes ngebayanginnya.

Nyokap akhirnya pulang. Sesuai harapan gue sebelumnya, nyokap bener-bener bawa nasi padang dan beberapa kue. Fix! Kalau begini gue bisa gemukan! Nggak ngaruh.

Baca Juga: Apapun yang Kamu Mau

Ketika bungkusan nasi padang di letekan di atas meja, tanpa basa-basi gue langsung bak bik buk tuh nasi. Gue telanjangin dan gue nikmati setiap suapan yang masuk kedalam tenggorokan. Sungguh nikmat terasa. Nasi padang dengan lauk rendang, pucuk ubi, gulai nangka, sambel ijo sama sambel merah menemani jam makan siang gue.

“Bang, mau sayurnya nggak?” tanya adik gue dari dapur.

“Sini.” Sayur-sayuran yang ada pada nasi bungkus tersebut berpindah tempat. Terjadi transaksi sayur-sayuran.

“Cabenya mau juga bang?” tanya adik gue polos.

“Boleh deh,” jawab gue singkat. Lagi-lagi gue terlibat dalam sebuah transaksi. Transaksi cabe-cabean. Nasi gue penuh sama cabe dan sayuran. Karena nggak sempat mengambil gambar, gambarannya gue ilustrasikan begini ya:

source: viva.co.id
source: viva.co.id

Lelaki sejati saat makan nasi padang minumnnya cuman satu gelas doang.

Minggu pagi kali ini gue bangun dalam keadaan sakit dibagian rahang dan air liur yang berceceran di atas bantal. Tumben gue ngiler. Biasanya kagak. Trus mulut gue kok sakit ya? Sakit gigi? Enggak. Ah, mending sih cuman sakit dikit. Gue menanggapinya dengan biasa-biasa aja. Paling juga nanti sembuh sendiri, batin gue.

Seperti minggu-minggu pagi sebelumnya, nyokap paling males kalau harus masak di minggu pagi. Biasanya nyokap beli makan di luar atau kalau emang udah parah banget malasnya, bisa-bisa makan mie instan. Dan minggu pagi kali ini nampaknya seisi rumah lagi kurang beruntung dimana nyokap lagi males kedua-duanya.

Gue mengawali hari dengan sarapan mie. Baru beberapa hari yang lalu padahal gue makan mie karena lagi nggak nafsu makan.

Seperti biasa, minggu pagi gue terasa membosankan. Nggak ada kegiatan yang bisa membangkitkan mood. Gue melirik jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 12.15. Yah, tidur siang mungkin ide yang bagus.

Baca Juga: Tentang Hobi Baru

Hari minggu gue di habiskan buat tidur. Buseet Generasi penerus macam apa gue ini. :(

Gue bangun dalam keadaan sakit di bagian rahang (lagi). Tak sama seperti pagi ini, sorenya lebih sakit lagi. Entahlah. Gue nggak tau kenapa seperti ini. Gue berdiri di depan kaca dengan mulut ternganga, pada titik rasa sakit yang letaknya di belakang rahang, gue melihat seperti ada gigi yang berusaha keluar dari dalam gusi. Gue browsing-browsing, baca wikipedia, baca website kesehatan, gue mendapat jawaban dari pertanyaan yang muncul di kepala. Menurut hasil penelusuran, sakit yang gue rasakan disebabkan oleh:

Gigi bungsu merupakan gigi geraham ketiga atau gigi geraham terakhir yang tumbuh di pengujung usia belasan tahun atau di awal usia dua puluh tahunan. Tumbuhnya gigi bungsu ini kerap menimbulkan masalah, salah satunya adalah rasa nyeri hebat. Gejala ini biasanya terjadi apabila sudah tidak adanya lagi ruang yang tersisa pada gusi yang bisa ditempati gigi bungsu.

Sumber: Alodokter

Ohh ternyata itu gigi bungsu yang tumbuh, gumam gue seraya menahan rasa sakit. Untuk pertama kalinya gue nangis di penghujung usia belasan tahun. Gue malu. Tapi gapapa juga, sih.

Berdasarkan kejadian ini gue menyimpulkan bahwa:

Karena sakitnya teramat sakit, seorang lelaki bisa saja menitikkan air matanya.

Itulah pendapat gue soal lelaki sejati yang ditinjau langsung melalui aktivitas sehari-hari secara nyata. Menurut kalian sendiri, lelaki sejati itu yang kayak gimana sih?

Sekian postingan kali ini. Jangan lupa untuk klik tombol like yang ada di sebelah kanan atas di blog ini atau bisa juga dengan cara klik di sini yang nantinya akan mengarahkan kalian ke halaman fanspage gue di Facebook. Jangan lupa ninggalin jejak juga karena seorang blogger yang baik selalu ninggalin jejak dimanapun dia berada\o/

Jangan lupa klik tombol share, ya?. Sekian dan terima kasih~ \o/



34 COMMENTS

  1. Anjis dari sekian paragraf, intinya cuma tumbuhnya gigi bungsu. Btw, gue hari ini nggak makan nasi padang. Jadi pengin, tapi ini akhir bulan. Sungguh kegamangan yang terpampang nyata. Hhaha

    Lelaki sejati menurut gue adalah lelaki yang yang bisa menjadi anak dan ayah yang baik dan bertanggung jawab. tsah.

  2. Mmm, gitu toh pendapatmu tentang lelaki sejati. Hah, cuman gitu doang? Kok serasa gampang banget nemuin lelaki sejati atuh kalo gitu mah, Za. :(
    Heh, sebelum berangkat sekolah, sarapan dulu! Nggak baik tau! #emankkedua
    Ciee, jalan kaki. Aku pengen gitu ke sekolah jalan kaki. Tapi apadaya jarak ke sekolah jauh, 8 km mah ada… :’)
    Transaksi cabe-cabean. Yaarabb, cabe yang mana nih? Dan ciptaan terbaru pun muncul; sayur dicabein. -.-
    Waaaahhhh, gigi bungsu, ya? Berarti si bungsu kakaknya geraham, ya? Oh, ya, iya. Mantap. Sekian. :(

  3. transaksi cabe-cabean :v
    jadi nih dari semua kalimat intinya cuman masalah tumbuh gigi bungsu :v untungnya aku dah lewat, semua dah tumbuh, sakit coy..apalagi kalo dah tumbuh setegah kadang abis makan nyangkut di ujung :v
    menurut aku laki-laki sejati itu adalah orang yang bertanggung jawab pastinya :cool

  4. terima kasih telah berbagi informasi Pak, senang sekali rasanya membaca tulisan2 di blog ini, saya merasa bertambah wawasan semoga yang mengeleloa blog ini selalu di berikan kesehatan..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.