Libur is not Real

Belakangan ini gue kurang istirahat. Tidur kurang, badan letih, capek batin dan kepala mumet. Minggu-minggu belakangan seakan jadi neraka bagi setiap pejuang akhir semester genap. Diburu oleh tugas akhir semester seperti project aplikasi, project analisis dan design, laporan mengajar di paud dan PKMKC atau biasa disebut Program Kreativitas Mahasiswa. Belum lagi hasilnya harus dipresentasiin di hadapan dosen dan teman kelas. Sungguh, semuanya memakan waktu dan tenaga yang banyak.

Laporan program kreativitas mahasiswa jurusan sistem informasi

Untungnya, semua itu dikerjakan secara berkelompok yang mana artinya masing-masing punya tugas tersendiri yang sudah ditentukan sejak awal kelompok terbentuk. Seperti misalnya gue yang kebagian dibidang design user interface untuk sistem sebuah tempat makan atau restaurant. Sistem yang kami rancang ini diharapkan nantinya dapat memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal ini adalah tempat makan itu sendiri.

Puncaknya adalah hari Sabtu, tanggal 10 Juni kemarin. Saat itu gue bimbang. Badan gue letih dan mata mengantuk, tapi satu sisi hari itu ada presentasi dan pengumpulan project akhir untuk mata kuliah sistem analysis and design. Keputusan yang gue ambil sudah final dan siap untuk menerima resiko. “Mungkin akan lebih baik nggak tidur daripada nanti ketiduran trus nggak masuk kelas”, kata gue di dalam kamar indekos sambil mengepalkan tangan di udara.

Gue dan Aldo agak terlambat masuk kelas. Untung presentasinya belum di mulai. “Urutan presentasinya di pilih secara acak,” Jeff sedikit berbisik. “Kata ibunya tadi, yang laporannya diterima yang boleh maju presentasi.”

“Oke, mari berharap supaya laporan kita nggak diterima,” kata gue dengan nada bercanda supaya suasana nggak makin tegang.

“Kalau nggak presentasi, kita nggak dapat nilai,” terang Jeff dengan nada serius.

“Oke, gue revisi lagi. Mari berharap supaya laporan kelompok kita diterima dan kita kebagian maju di sesi pertama.”

“Memang kenapa?” tanyanya penasaran.

“Kita berdua belum tidur,” kata gue dengan Aldo.

“Jadi mau maju sesi pertama?” tanya Jeff.

“Iya. Apalagi memang?”

Jeff memeriksa kembali slide presentasi. Setelah cek-cek-n-ricek bahan presentasi, ketemulah bagian-bagian yang salah dan kemudian diperbaiki. Khususnya pada bagian urutan activity diagram. Setelah selesai dengan urusan revisi, laptop di simpan dan kami kembali memperhatikan teman kami yang sedang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Activity Diagram untuk system restaurant yang kami rancang
Ini nih yang namanya Activity Diagram

Sudah dua kelompok yang maju menampilkan hasil kerjanya. Suasana kelas kembali hening. Bertanya-tanya berikutnya kelompok siapa yang akan maju presentasi. Gue dengan Aldo berharap berikutnya adalah kelompok kami yang dipanggil oleh dosen.

“Berikutnya saya beri kebebasan. Yang sudah siap dan mau tampil lebih dulu, silahkan.” Kata dosen memecah keheningan.

Dibelakang, kami sibuk diskusi. “Mau maju sekarang, nggak?” tanya salah satu dari kami.

“Boleh aja,” kata gue yang udah siap.

“Ayo.”

Sudah ada kelompok lain di depan kelas pada saat kami ingin maju. Kesempatan itu direbut. “Oke. Kalau gitu habis ini aja.”

Perhatian kami tertuju pada yang di depan. Sesekali gue memperhatikan jarum jam. Memprediksi pada menit keberapa kelompok di depan selesai menampilkan hasil kerjanya. Harusnya lebih dari cukup, batin gue.

Hasilnya diluar dugaan. Dosen banyak memberi masukan pada kelompok yang tampil diurutan ketiga sehingga waktu hanya tersisa 15 menit sebelum kelas pertama bubar. Waktu 15 menit rasanya tidak memungkinkan bagi kami untuk tampil karena biasanya dosen sudah membubarkan kelas 15 menit sebelum kelas berakhir. “Udah, fix ini kita tampil di jam ketiga,” kata gue.

“Saya beri kesempatan satu kelompok lagi untuk maju,” titah dosen ditengah-tengah keriuhan kelas yang sudah siap untuk bubar. Seketika semuanya kembali duduk dibangku masing-masing. Melepas tas dari bahu. Kelas menjadi hening. Tak seorangpun ada yang berani mengeluarkan suara. “Siapa selanjutnya yang mau maju?”

Aldo sebagai ketua kelompok mengangkat tangan. Kiranya hanya kelompok kami saja yang siap untuk maju. Nyatanya, ada satu kelompok lagi yang juga ingin tampil.

“Siapa duluan yang mau tampil?” tanya dosen. Aldo dan Regita bungkam. “Oke, kelompok Aldof atau Regita?”

“Aldof dulu aja deh Bu,” ucap Regita memberi kesempatan pada kami.

Alhasil kami berlima maju untuk menampilkan hasil kerja kelompok kami selama ini. Selesai presentasi, ada koreksi dan masukan dari dosen terhadap sistem yang kami buat. Kelas pertama bubar. Salah satu beban lepas. Selanjutnya ada kelas kedua. Diruangan yang sama dengan kelas sebelumnya. Dengan kelompok yang sama. Untungnya, di kelas kedua nggak ada materi lagi. Cuma absent sama ngumpulin project.

Sekarang gue udah terbebas dari semuanya. Nggak ada lagi presentasi, nggak ada lagi laporan-laporan dan project. Hari-hari tersibuk dalam beberapa minggu belakangan seolah terlunasi. Minggu-minggu penuh kebebasan, kesenangan dan ketenangan, sudah menanti di depan mata. Yep, libur tlah tiba! Libur tlah tiba! Hore! Hore! Hore!

Namun ada satu hal yang amat disayangkan sebetulnya. APAAN! SENENGNYA CUMA DUA MINGGU DOANG. SEMENTARA ITU UAS UDAH MENANTI DI DEPAN MATA. APAAN! NGGAK BISA DISEBUT LIBURAN JUGA KARENA DUA MINGGU ITU BAKAL KEPAKE UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI MENGHADAPI UAS SEMESTER GENAP. HUHUHUHUHUHU.

Yeah. Setelah dipikir-pikir lagi, Libur is not real! Libur tidak betul-betul ada! Libur hanyalah mitos yang dibuat oleh orang-orang akademis. Ayolah. Gue butuh libur. Tiga minggu bisa keleus! Habis UAS! Ya? Ya? Ya? *depresi :(

 

STAY CONNECTED

Facebook || Google+ || Instagram || Twitter ||

e-mail: [email protected]



12 COMMENTS

  1. Semagat zaa, gue udah ngalamin sebulan yg lalu. Dan sekarang tinggal nikmatin liburan panjang selama 3 bulan. Yuhuu
    Kerjain semaksimal mungkin za, jangan sampe nyesel kaya gue krn barusan ngecek nilai hasilnya mengkhawatirknan :’D

  2. Eh, ada reza. Gue blm pernah jejak dsni nih. Pdhal gue udh prnah baca post an lu dulu loh wkwk.
    Kuliah sistem informasi itu ngpain sih? Komputer2 gtu? Liat diagramnya aja gue udh puyeng. :’D Hahaa.

    Lah UAS lg? bkannya udh pada UAS kmrenan ya? Apa emg lu blm?
    Smagat yaaak. Jd mahasiswa lelah jg yeee. wkwk.
    Itu Jeff gue kita Jefferson blogger. Tp bkn deng yak.
    Lumayan 2 minggu rehat, bsa napas bntr. bntar doang. Gue cuma bsa blg “Sing sabar yaaa…. :’D”

    • Oya? Hahaha, gapapa, lu.
      Kuliahnya ngaapain aja? Yang pasti, belajar! Memahami keinginan dan kebutuhan consumer dalam hal sistem untuk perusahaan mereka. Iya, komputer-komputer juga. Coding juga. Mengolah sumber data juga.
      Hahaha, belom UAS gue, lu. Sedikit agak telat kami UASnya. Yah, lumayan melelahkan, lah. Hahaha
      Bukaaan. Salah orang… Hahaha. Jefferson juga di Binus, kok. Tapi dia di jurusan HI. Gue kan, SI. Meski begitu, gue blm pernah ktmu sama dia, lho. Padahal satu kampus :’D
      Yah… lumayan, lah. Bisa nafas dikit. Iyaa.. :’D

  3. Kalo gua alhamdulillah uas udah lewat, kebiasaan gitu uas di bulan puasa kalo semester genap gini. Banyak enak dan ga enak nya, semua punya kelebihan masing-masing, gua liburnya duluan, masuk duluan, lu libur belakangan, masuknya juga belakangan, hal itu berlaku untuk jodoh gua dan lu juga, ngerti ya?
    Libur emang bener-bener ga ada, istilah nya kalo sebelum uas itu kan minggu tenang ya, jadi ya jangan berharap tenang, karena beberapa dosen ngasih tugas ya di minggu tenang itu, ada juga kadang yang bikin kp, bener-bener ga ngertiin banget :(. Apa lagi gua juga jurusan dkv, uas nya yang kebanyakan take home, ada beberapa yang ngerjain di kelas juga sih. Ya itung-itung tugas take home itu buat ngabuburit puasa, cuma ya kenyataan nya ga pernah gua buat jadi bahan ngabuburit, paling-paling ngerjain nya malem juga. Kalo lu gimana? mending uas nya take home atau ngerjain di tempat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.