Me Time

Jadi belakangan ini gue lagi seneng jalan-jalan. Dari satu tempat lalu pindah ke tempat lain; lebih tepatnya perjalanan dari mall satu ke mall lain. Gue biasa nyebutnya me time. Menikmati segala sesuatu tanpa di ganggu sama orang lain.

Gue adalah tipe orang yang suka jalan-jalan; namun dengan berat hati harus gue akui bahwa dulu sebelum pindah ke sini (Jakarta), gue adalah tipe orang yang suka berdiam diri di rumah. Melakukan aktivitas yang sama dari waktu ke waktu. Orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan anak rumahan. Hal yang tak perlu untuk di bahas karena sudah menjadi bagian dari masa lalu.

Gue dulu pernah berjanji kepada diri sendiri: nggak akan jadi anak rumahan lagi seperti diri gue yang dulu. Gue baru tersadarkan sekarang, bahwa selama jadi anak rumahan gue nggak dapet apa-apa selain diomelin nyokap gara-gara suka gangguin si adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Karena aktivitas gue gitu-gitu aja; main hape -> nulis -> mantau sosial media -> main hape -> nonton film -> makan, tak heran bila si adik sampai jadi korban dari keisengan gue.

Awal-awalnya gue takut bepergian seorang diri. Bagaimana tidak? Gue orang baru di sini. Pengetahuan gue akan tempat-tempat dan jalanan di Jakarta masih sangat minim sekali. Bahkan lebih minim bila dibandingi sama rok mini. Lalu apa hubungannya, Za? Belum lagi adanya kemungkinan aksi kejahatan di luar sana. Kalau masih punya keberanian, satu-satunya hal yang dapat gue lakuin di saat merasa terancam hanyalah dengan berpura-pura jadi homo. Barangkali si penjahat akan merasa jijik lalu membatalkan niatnya melakukan kejahatan. Akan beda ceritanya jika si penjahat juga merupakan seorang gay. Ini akan jadi kasus kejahatan yang cukup horror di mana akan ada aksi ‘adu pedang bajak laut‘.

Tanpa perlu di tekankan, gue rasa kalian tahu maksud di atas. :)

Baca Juga: Keluarga Baru

Pengalaman tidak akan datang kalau bukan kita sendiri yang mencarinya, kan?, pikir gue. Sebenarnya nggak gitu. Gue baru kepikiran kalimatnya saat lagi nulis postingan ini. Jadilah gue tambah-tambahin supaya kelihatan keren. Gimana menurut kalian? Udah keren belum pemikiran gue? Hahaha. Dengan pemikiran seperti itu, gue mencoba untuk berani bepergian seorang diri. Melihat-lihat keindahan Kota Jakarta dengan mata kepala sendiri.

Untuk jalan-jalan, gue sendiri lebih prefer main ke tempat-tempat indoor seperti mall daripada ke tempat-tempat lain yang lokasinya di outdoor. Menurut gue pribadi, mall adalah tempat teraman buat orang-orang seperti gue yang kepengin jalan-jalan namun terkendala oleh terbatasnya pengetahuan mengenai seluk-beluk Kota Jakarta. Setidaknya kalau di mall nggak akan sampai kesasar karena tempatnya di dalam ruangan.

Lain halnya jika main ke tempat-tempat outdoor. Misalnya saja Kota Tua. Dengan pengetahuan yang sangat minim sekali akan seluk-beluk Kota Jakarta, bisa saja dari Kota Tua, tau-tau nyasar sampai ke tempat lain seperti Tanah Abang. Atau malah nyasar ke Kalijodo. Siapa yang tahu? Namanya juga nyasar. Hihihi.

Tiap kali jalan-jalan, sesempat mungkin gue mampir ke salah satu coffee shop. Mencecapi rasa dari minuman yang di olah oleh tangan sang Barista. Kalau sudah begini, gue selalu memanfaatkan waktu yang ada untuk menulis. Gue bisa duduk berjam-jam kalau tempatnya nyaman. Kalau tempatnya kurang nyaman, bagaimanapun caranya, sebisa mungkin gue harus betah. Soalnya, minumannya mahal, cuy, sayang kalau cuma duduk satu sampai dua jam doang. Apalagi kalau cuma buat pamer di sosmed. Sayang duitnya, broh.

Di sela-sela istirahat menulis, biasanya gue menyempatkan membaca buku atau novel yang gue bawa dari rumah. Kadang juga membaca berita di koran harian yang sudah di siapkan secara khusus bagi pengunjung yang ingin terus mengupdate pengetahuannya akan kabar terkini.

Selain suka jalan-jalan, gue adalah tipe orang yang suka menyendiri. Menyendiri bukan berarti gue anti sosial. Gue hanya ingin menyendiri. Menikmati waktu yang terus berjalan tanpa adanya gangguan dari orang lain. Terkadang tidak ada gunanya mengajak teman untuk bergabung. Yang dilakukan terkadang hanyalah memperburuk keadaan. Mengurangi semangat dalam mejalankan aktivitas.

Gue selalu menikmati segala saat sedang berteman sepi. Melakukan hal-hal sederhana untuk membahagiakan diri sendiri: menyendiri sambil ditemani oleh alunan musik nan lembut di pendengaran, menyesap secangkir kopi dan berkunjung ke tempat-tempat baru yang belum pernah gue kunjungi. Inilah me time versi gue.

Ngomong-ngomong soal me time, ada beberapa tempat yang pernah gue kunjungi di saat ingin kabur dari suasana yang ‘itu-itu’ aja. Barangkali salah satu dari kalian ada yang ingin mampir ke sini. Entah itu cuci mata, atau malah belanja:

Pacific Place

Gue baru sekali main ke sini dan bisa langsung merasakan kalau tempat ini adalah tempatnya horang kaya buang uang. Tergambar jelas dari pengunjungnya yang notabene adalah orang asing, orang-orang berjas dan mobil-mobil mewah yang berlalu-lalang di depan lobby. Waktu itu gue dalam rangka ingin melepas penat sehabis UTS.

Jadi ceritanya hari itu gue ada UTS untuk mata kuliah Business Process Fundamental yang mana mata kuliahnya cukup menguras otak. Setelah otak gue diperas oleh soal-soal, gue melepasnya dengan pergi ke tempat ini. Mampir ke salah satu coffee shop dan memesan segelas Dark Mocha Frappuccino. Memilih tempat duduk yang ada colokkannya lalu melancarkan aksi 212. Eh, gimana-gimana?

Gue betah berlama-lama di sini karena tempatnya yang cukup nyaman. Rencananya gue ingin menyudahi aktivitas di tempat ini saat jam 6. Lalu muncul sebuah ide, kenapa nggak sekalian nonton saja? Toh, percuma jauh-jauh main ke sini kalau cuma buat nulis doang, Pikir gue. Gue memastikan jam tayang terdekat untuk film yang ingin gue tonton. Sayangnya, gue telat 15 menit. Mau nggak mau gue ikut jadwal berikutnya yang baru akan di putar jam 19.45. Selesai nonton, gue terancam nggak bisa pulang ke kost karena nggak ada driver yang mau ngangkut gue.

Tempat ternyaman untuk me time. Sumber: doc. pribadi

Plaza Senayan

Ide buat main ke sini datang dari hasil menjelajahi internet. Gue lihat, tempatnya cukup bagus. Apalagi, nggak jauh dari sana ada kantor Google dan kantornya Oracle. Jadilah gue main ke sini. Ke mallnya, bukan ke kantor Google atau Oraclenya. Maklum, gue nggak punya akses buat main ke sana. Untuk sekarang mungkin belum punya akses, tapi beberapa tahun ke depan nanti gue pasti punya akses ke salah satu kantor tersebut. Aamiin…

Rencana awalnya gue mau cuci mata di tempat ini. Namun sayangnya rencana yang sudah disusun dengan cukup rapih malah tidak berjalan sesuai rencana. Gue khilaf untuk yang kesekian kalinya di bulan November. Hari itu gue membeli sebuah tumbler seharga 380 ribu. #PamerDikitGapapalahYa #RezaHedon #Hedonism #AntekantekKapitalis

Gue pikir-pikir, lumayan, setiap tanggal 22 kan suka ada promo potongan 50% bagi pelanggan yang membawa tumbler. Tanpa pikir panjang, gue langsung membayar untuk tumbler yang gue pilih.

Beli tumber biar dapet diskon
doc. pribadi

Senayan City

Setelah cukup puas mencicipi Plaza Senayan, gue meneruskan perjalanan ke salah satu mall yang letaknya tidak jauh dari Plaza Senayan. Senayan City. Awalnya Cuma ingin melihat-lihat saja, tahu-tahu gue malah nonton Moana di sini. Huft. Khilaf lagi, deh.

Jalan-jalan ke Senayan City
doc. pribadi

Grand Indonesia

Gue dengar dari orang-orang, katanya mall yang satu ini cukup besar. Tapi setelah main ke sini, menurut gue biasa saja. Nggak sebesar yang orang-orang bilang. Apa mungkin karena gue suka jalan-jalan kali ya, makanya nggak merasa kalau mall ini besar? Entahlah. Gue juga bingung.

Gue udah dua kali ke sini. Yang pertama gue pergi bersama salah seorang teman gue, Reza. Gue ngajak dia main ke sini karena gue takut kesasar sekaligus membeli sebuah binder buat kuliah.

Lalu yang kedua kalinya gue pergi sama teman yang satu kampus sama gue. Waktu itu gue ingin membeli penggaris flowchart yang ternyata sama sekali nggak kepakai saat UTS. Kampret. Udah jauh-jauh, eh nggak kepake. Kesel dibuatnya. Tapi ada untungnya juga itu penggaris nggak kepake. Akan semakin rumit jika harus menggambarkan alur flowchart dari sebuah bisnis.

Bonus pict saat gue otw menuju Pacific Place
doc. pribadi.

Nah, itu dia beberapa tempat yang pernah gue kunjungi saat sedang ingin menyendiri atau disebut me time. Kalau kalian punya saran untuk tempat-tempat yang cocok untuk dihabiskan sendiri, tolong komen di bawah, ya! Barangkali gue akan mengunjungi salah satu dari tempat-tempat yang kalian saranin. Yohoho~

Follow my blog with Bloglovin



11 COMMENTS

  1. Anak mall banget yhaa. Kalo gue me time cukup dikamar ada headset, buku, kertas, pensil itu udah pw banget si. Gaperlu jalan-jalan yg jauh mengingat passion gue yg tukang nyasar ini terus berkembang. Yha tapi balik lagi, setiap orang punya caranya masing-masing dalam menghabiskan waktu sendiri. :) dan bagus sih untuk anak rantau punya hobi jalan-jalan gini, jadi kalo kenapa-napa gak nyasar-nyasar amat.

    • Kalau itu gue ngerti, kok, Dib. Daripada kesasar gitu, kan. Lebih baik diam di kamar. Gue sebenarnya betah di kamar, tapi adakalanya juga gue bosen sama suasana kamar yang gitu-gitu aja. Makanya gue jalan-jalan sambil melepas suntuk. :(
      Yap! Betul! Pernah waktu itu gue jalan-jalan sama temen. Temen gue yang bawa motor ini nggak tau kemana jalannya. Batere hape gue juga udah mau habis. Berhubung gue cukup kenal sama tempatnya (karena pernah jalan ke sana), jadilah kami pergi tanpa di pandu sama aplikasi apapun. Masih sempat tanya-tanya orang kalau gue mulai lupa. Untungnya kami bisa sampai di tujuan :)

  2. Duhhh reza mainnya. Hedon bangettt wkwkw.

    Gue kalo me time ke mall paling ngabisin waktu di gramedia. Dan itu bisa berjam2. Syurgaaaaaa mah gramedia. Klo ngopi enakan di coffe shop yg bukan mall sih. Hehehewww

    • Kadang gue juga me timenya ke Toko Buku kok, Bang. Tapi nggak bisa lama-lama juga soalnya nggak semua buku di buka. :(
      Kalau aja kebuka, gue betah ngehabisin waktu di Toko Buku. Hihihi
      Iya kah? Boleh minta rekomendasi tempatnya, bang?

  3. Mendingan ke toko buku kalau gue, sih. Ya, maksud gue cari mal yang ada toko bukunya. Ehehe. :D
    Kalau udah ke GI, cobain juga ke PI (Plaza Indonesia). Kan deketan tuh. Hm… gue jarang banget ke mal itu, sih. Lebih sreg ke Taman Anggrek, Central Park, atau Citra Land yang kini jadi Ciputra Mall.

    • Hm, Taman Anggrek sama Central Park gue udah bosan, sih. Udah sering main ke sana bareng temen. Ciputra, belum pernah ke sana. Hahaha
      Gue baru tahu kemarin, Bang, kalau GI berdekatan sama PI. Tau gitu, gue sekalian ke sana waktu itu. Huft.

  4. Syukurlah masa-masa aku hobi me time sendirian itu udah selesai. bahaya juga lo hobi jalan-jalan sendirian. ntar ketmua gituan jadi gitu gimana tu. hahaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.