Nonton Drama Korea

Belakang ini aku lagi suka nonton drama. Bukan drama kubu negatif sama kubu positif di Youtube, bukan juga kisah drama percintaan AwTemulawak. Bukan.

Sekarang aku lagi suka nonton drama Korea. Orang-orang lebih suka menyebutnya drakor atau dramkor. Ya begitulah aku akan menyebutnya supaya kita bisa lebih akrab. Suatu hal yang langka mengingat sebetulnya aku bukan tipe orang yang menyukai hal-hal yang berbau korea. Kecuali mie instantnya yang terkenal cukup pedas itu. Aku menyukainya sebagai orang yang menyukai makanan pedas. Bukan sebagai orang yang mencintai hal-hal yang bertema Korea.

Berawal dari temanku yang bernama Rico. Waktu itu kami nonton drama yang berjudul Legend of the Blue Sea. Aku juga ikut nonton waktu itu karena penasaran. Pada suatu adegan, aku tertawa melihat aksi pemeran perempuan di dalam cerita drama tersebut. Aku tidak tahu nama tokoh di dalam film tersebut karena posisiku saat itu sebagai penikmat. Orang yang penasaran dimana letak bagusnya dari drama korea. “Yahh,” kataku tanpa sadar. Tentu saja dengan nada kecewa karena streaming kami saat itu tersendat oleh koneksi internet sehingga videonya mengalami buffering.

Setelah hari itu, aku tidak lagi menganggap drama korea itu buruk. Aku suka, tapi sekedar suka. Tidak sampai ke tahap ingin nonton sampai episode terakhir. Apalagi mempelajari bahasanya. Pada saat nonton bareng pun, aku cuma sanggup nonton sampai dua episode. Sementara temanku mampu nonton sampai lima episode, bahkan enam.

Kira-kira dua bulan setelahnya, aku tertarik dan penasaran pada salah satu drakor. Bukan yang aku nonton bareng teman-temanku waktu itu, yang ini judulnya beda lagi. Ketika dramanya tamat, semua orang mulai membicarakannya di media sosial. Sejak itulah aku mulai nonton film drama itu.

Sekarang aku sudah sampai pada episode sembilan, dari total delapan belas episode kalau aku tidak salah ingat. Aku berjuang sekuat tenaga supaya dapat mencapai episode terakhir. Bukan hal yang mudah mengingat satu episodenya saja setara dengan satu film yang di putar di bioskop yang mana durasi satu filmnya lebih kurang satu jam dua puluh menit. Heu.

Tentu saja aku punya alasan kenapa aku mau nonton drama tersebut. Tidak mungkin aku nonton tanpa alasan. Pasti ada alasannya walaupun sekedar mengisi waktu. Mengisi waktu juga termasuk alasan, kan? Tapi bukan itu alasan kenapa aku mau menonton drama tersebut. Ada yang lebih penting dari sekedar mengisi waktu luang di hari libur kuliah.

Kau mau tahu alasannya kenapa?

Mau?

Yakin?

Baik, akan kuberitahu alasannya.

Alasannya cukup simpel, karena pemeran wanita pada film tersebut, mirip dengan orang yang pernah aku cintai. Cukup mudah bagiku menyadari kemiripan dari tokoh tersebut dengan orang yang pernah aku sukai. Berawal dari menyaksikan temanku yang lagi nonton drama tersebut, bibirku berkata dengan sendirinya, “ini cewenya mirip sama seseorang yang aku kenal,” kataku menunjuk pemeran wanita di dalam cerita Goblin.

“Siapa?” tanya temanku itu.

“bukan siapa-siapa,” kataku kemudian.

Aku sangat berterima kasih pada temanku, Aldof, karenanya, sekarang aku bisa terus menikmati keindahan dirinya di sepanjang hari. Aku bisa berjumpa dengannya di setiap hari pada setiap episode yang aku tonton.

Dirimu..
credit to: Soompi

Adapun alasan kedua karena aku cukup tertarik dengan jalan cerita dari film Goblin tersebut. Kebetulan dalam waktu dekat ini aku berencana ingin menulis sebuah cerpen. Ah, rasanya sudah cukup lama aku nggak nulis cerpen. Cerpen terakhir yang aku tulis adalah setahun yang lalu. #curhat

Nah, sekarang kalian sudah tahukan alasannya kenapa? Tolong jangan bilang sama dia, ya? Ini rahasia diantara kita saja. Aku harap kalian bisa diajak kerjasama untuk tidak menyampaikan hal ini kepada dia.

Aku setuju dengan konsep bahwa cinta tidak harus saling memiliki. Terserah kalian setuju atau tidak dengan konsep tersebut, aku tidak peduli. Tapi kalau bisa saling memiliki, kenapa tidak? Toh, yang namanya cinta juga perlu di perjuangin, ‘kan?

Baca Juga: Maaf

Tuh, kan, baper jadinya. Inilah alasan kenapa aku malas nonton drama korea. Selalu sukses membuat penontonnya jadi baper di setiap cerita. Udahlah, habis namatin Goblin ini, aku tidak nonton drama korea lagi. Ya, kecuali kalau pemeran wanitanya mirip sama dia. *eh

14 COMMENTS

  1. Hmmmm, jadi penasaran pengen nonton drama yang judulnya sering nongol di setiap social media akhir-akhir ini. Dulu saya sempat ngikutin Dream High, dan ternyata drama korea gak seburuk yang disangka orang-orang. Malah keren banget. Wahahaha~

  2. Wah lagi rame ya drakor yang satu ini, kalo gua kurang begitu suka sih sama drakor, paling ibu gua yang suka nonton haha kalo drama-drama gini gua malah lebih suka ke anime jepang, tapi yang tanpa episode, jadi mirip-mirip film gitu, soalnya detail visual nya kelas banget!

    Kunjungan balik ya diansaurs.blogspot.com

  3. Wah suka Goblin juga ternyata, ceritanya memang seru dna unik. 🙂 Aktingnya Kim Go Eun terasa beda banget sama yang di Cheese in the Trap. Tapi itu malah menunjukkan kualitas aktinya. Dan lagi di sini berkumpul aktor yang sudah cukup berpengalaman Goong Yo dan Lee Dong Wook. Juga sebagai temu kangen para penggemarnya. 🙂 Tidak ketinggalan Yok Sung Jae yang makin menambah warna dalam drama ini.

Tinggalkan Komentar

Setelah berkunjung, yuk jangan lupa untuk ninggalin jejak dengan cara meninggalkan komentar kalian di kolom yang sudah gue sediakan! Oya, kalian juga boleh ajak sanak, gebetan atau bahkan keluarga buat main-main ke blog gue. Pssst kalau kalian ada seorang kenalan cewek, bisa kali kenalin dia sama gue. Kali aja jodoh :p Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.