Senin Horror

Suara jangkrik saling bersahutan, menemani gue dalam melewati dinginnya udara yang menerobos masuk melalui celah-celah dinding yang masih menyisihkan sedikit ruang bagi udara untuk masuk ke dalam kamar. Kamar gue emang sengaja diberi batu sebagai jalan keluar dan masuknya udara di kamar biar nggak pengap.

Meski di luar sana sunyi karena nggak ada lagi orang yang beraktivitas pada waktu tengah malam, gue nggak merasakannya sama sekali karena atmosfir di kamar gue cukup berbeda dengan yang ada di luar. TING-NUNG bunyi notifikasi menggema di kamar, bersamaan dengan munculnya sebuah nama dari layar hape berukuran 5,0 inch tersebut.

Disebelah tabung yang berisi sesuatu berwarna ijo itu tertulis 17%. Sesekali muncul tanda pengingat yang berisi perintah untuk segera melakukan pengisian daya batere. Cukup bodoh menuruti perintah tersebut karena sekarang udah hampir masuk jam tidur gue. Walaupun badan udah ngasih kode untuk segera mengistirahatkan tubuh, tapi mata gue masih pengen melek.

“Sebentar lagi gue tidur.” Kata hati kecil gue.

“Sebentar lagi gue tidur.” Hati kecil gue masih ingin meneruskan.

“Sebentar lagi gue lapar.” Oke, ini udah masuk waktu lapar tengah malam. Sialnya, mereka pada ngeshare foto-foto makanan dan klimaksnya itu pas ada foto Indomie rasa Soto dengan rawit, sayur dan telor yang menghiasi mangkuk kaca tersebut. Gue nggak tahu foto itu nyomot dari Google atau emang bikinan dia sendiri. Yang pasti, MEREKA MEMBUAT GUE LAPAR! TERKUTUK LAH KALIAN WAHAI ORANG-ORANG YANG SUKA SHARE FOTO MAKANAN WAKTU TENGAH MALAM! GUE KUTUK KALIAN JADI FAKIR KUOTA BIAR NGGAK BISA SHARE FOTO MAKANAN LAGI!

Sebenarnya gue nggak ada masalah sama makanan. Mau shubuh kek, mau pagi kek, siang, sore, malam, tengah malam, gue nggak ada masalah dengan waktunya. Tapi yang jadi masalah buat gue adalah: sebentar lagi gue mau tidur.

Baca Juga: Ngabisin Hari Libur

Gue pernah nonton salah satu acara yang membahas tentang kesehatan di tipi. Katanya, sebisa mungkin jangan langsung tidur ketika baru selesai makan. Sebisa mungkin tidurnya ditunda untuk satu atau dua jam sehabis makan. Karena katanya habis makan langsung tidur itu nggak baik untuk kesehatan.

Gue percaya aja karena yang ngomong dokter. Kalau yang ngomong adalah seorang kuli, gue nggak percaya karena kuli kalo habis makan mereka langsung kerja lagi. Pekerjaan kuli tuh sama kayak orang yang lagi berolahraga: sama-sama melakukan aktivitas berat. Habis makan aja mereka langsung kembali bekerja, apalagi tidur.

Karena udah masuk waktu tengah malam, yaitu jam 1, gue nggak punya pilihan selain berusaha menjinakkan cacing-cacing yang lagi demo, menuntut agar haknya segera dipenuhi. Daripada nanti demonya berujung anarkis, lebih baik gue coba jinakkin aja. Cacing tuh bukannya berterima kasih karena udah dikasih tempat tinggal yang nyaman, eh malah demo. Gue basmi juga lo pake Combatrin. Biar tahu rasa.

Baca Juga: tikus-tikus bandel

***
Gue left, nih?!

Yaudah, left aja sana :p

Tyas Urbaningrum keluar dari grup.

Gue bisa bernafas lega sekarang karena mereka mengganti foto makanan dengan foto hantu. Tapi… bukan berarti dengan ini nggak ada lagi yang terusik.

Tyas orangnya emang suka parnoan sama hantu dan sesuatu yang mistis. Sehabis ini gue yakin, Tyas bakal susah tidur. Memasuki jam tengah malam emang pas buat share foto makanan sama foto hantu. Selain bisa menggagalkan rencana diet seseorang, juga bisa bikin susah tidur bagi yang penakut kayak Tyas.

Tips jahil: kalau udah tengah malam dan kalian masih asik chattingan sama gebetan atau pacar, goda imannya dengan foto makanan atau kalau mau yang lebih ekstrim lagi, kirimi dia foto hantu. Gue yakin, besoknya lo bakal diputusin.

Makin malam, makin random dan yang diomongin pun makin nggak asik. Daripada gue buang-buang waktu, lebih baik tidur, pikir gue. Lagian, tabung ijo itu tinggal 5% lagi.

Gue kalau tidur tuh emang kebiasaan make kaus kaki. Selain untuk menghangatkan kaki, juga menghindari dari gigitan nyamuk. Sialnya pas mata gue tinggal 5 watt, pasangan kaus kaki yang biasa gue pake ketika tidur ilang sebelah. Udah mager, mata tinggal 5 watt, pasangannya ilang. Sama kayak temen. Ketika lagi dibutuhin malah ilang. Mau nggak mau, dalam hitam gue mencari pasangannya yang hilang.

Baca Juga: Seperti Orang Bodoh

“GELI, BASAH, WAT DAFISH! APAAN INI YANG ADA DI KAKI GUE!!!”

Gue dihadapkan pada dua pilihan: Nyalain lampu atau lanjut tidur. Gue merasa kayak ada yang gerak-gerak di bagian telapak kaki gue. Geli, teksturnya cukup basah, gue menerka-nerka apa yang ada di bawah telapak kaki gue yang tertutupi oleh kaus kaki.

“Yah, kayaknya emang nggak ada pilihan lain lagi.” gumam gue. Gue lompat dari ranjang buat nyari tombol penerang. Gue terpaksa melakukannya karena perjalanan gue menuju “pulau kapuk” terkendala oleh sesuatu yang langsung menyerang pusat rasa geli. Ketika dilepas, gue menemukan seekor Kelabang keluar dari dalam kaus kaki gue. Pantes, daritadi geli-geli gitu. Kakinya toh yang bikin geli, pikir gue.

Kelabangnya nggak segede ini kok. Lebih kecil lagi. Sumber: lampung.tribunnews.com
Kelabangnya nggak segede ini kok. Lebih kecil lagi.
Sumber: lampung.tribunnews.com

Kelabang itu bergerak licah, bersembunyi di bawah lemari kayu tua yang sudah tak terpake lagi. Tangan gue udah siap menghukum Kelabang tersebut dengan buku diary yang gue ambil dari dalam box bekas tempat gue nyimpan buku-buku pelajaran. Kelabang itu bergerak keluar dari tempat persembunyiannya. Secepat mungkin tangan gue menimpanya dengan buku diary yang udah gue genggam sedaritadi.

Malam itu menjadi malam yang panjang, sekaligus malam paling horror yang pernah gue alamin. Pantes, ini hari Senin. Senin horror. Berbagai pertanyaan muncul seputar Kelabang tersebut: Kelabang suka dengan bau kaus kaki bekas, ya? Kaki-kakinya kedinginan, ya? Kelabang rumahnya di dalam kaus kaki, ya? Kelabang kurang kerjaan, ya? Kelabang lagi main petak umpet, ya?

Berkaca dari kejadian tersebut, gue jadi sadar bahwa menjaga kebersihan kamar dan berdoa sebelum tidur itu penting supaya selama tidur kita dijauhkan dari berbagai binatang atau berbagai hal aneh yang bisa menganggu kita selama tertidur. Anehnya, Kelabang itu nggak ngigit gue. Mungkinkah ini kekuatan dari doa yang gue rapalkan sebelum tidur? Gue rasa, iya. Dari pengalaman horror malam itu juga, gue jadi tau berdoa sebelum tidur memberikan manfaat yang besar.

Kalau kalian punya pengalaman serupa atau lainnya yang ingin kalian bagi ke pembaca, silahkan. Mari kita berdiskusi :)



19 COMMENTS

  1. Okay, kalo gue tidur selalu seperti (inget ya, seperti :D) orang mati. Ga bakal bangun meskipun ada gangguan suara, gerak aneh-aneh yang gue rasain, atau apapun jenisnya. Jadi ya, selama ini gue ga merasa pernah mengalami kejadian seperti saudara :v

  2. Emang bener banget sih kalau abis makan tuh nggak boleh langsung tidur gitu aja selain nggak baik buat kesehatan juga bisa jadi perut jadi buncit :D

  3. yaelah kirain apanya yang horor, ternyata..
    berarti kelabang suka yah sama kaos kaki bau gitu, hahahaha
    kalau aku sih kejadian horor tuh nginjek tokek pas SMP dulu, amsyong itu horor banget dan bikin aku merinding disko

  4. What’s? Kelabang, Za? Menghuni di kaus kaki? Taah, makanya, kaus kaki tuh harus bersih. Biar nggak ada yang menghuni. Ih, ngebayanginnya geli tapi peengen nangis :’)
    Aku nggak habis pikir kalo tuh kelabang ngigit kamu terus…….
    Oke ini lebay :(

  5. Saya benci ketika harus terbangun di tengah malam. Tiap terbangun di tengah malam tangan saya otomatis meraih smartphone, membukanya, masuk app twitter, lalu membuka akun twit seseorang…. dan kemudian saya merasa ada yg aneh disini *tunjuk hati*. It’s hurt man!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.