Hidup di perantauan mengharuskan gue dan temen-temen di sini untuk belajar hidup mandiri. Semua dilakukan sendiri. Listrik isi sendiri, beli peralatan kuliah sendiri, beli buku sendiri, pokoknya semua serba sendiri gitu. Yang paling dilema adalah ketika lagi butuh hiburan.

Makin ke sini tuh makin sulit nyuri waktu untuk sekedar piknik. Tugas kuliah banyak. Belum lagi pikirin project akhir. Efek dari banyak tugas jadi mudah stress. Cepat marah. Semua dianggap serius bahkan saat lagi bercanda. “Kayaknya lo butuh piknik deh, Za.” Ujar temen gue. Ya, dia benar.

Gue lagi butuh piknik.

Masalahnya, untuk piknik tuh enggak segampang itu. Lagi butuh, waktunya enggak ada. Lagi ada waktu, udah keburu males. Yang gue heran kenapa kebutuhan dan waktu enggak pernah bisa bertemu. Sepinter apapun gue mengatur waktu, selalu ada si kembar yang menghalang-halangi. Nama si kembar itu “males dan mager”.

Oke. Kalau udah ngomongin piknik gitu rasanya enggak adil kalau belum bahas tempat. Tempat piknik paling ideal menurut gue tuh yang lokasinya enggak jauh-jauh amat. Bisa diakses oleh kendaraan dan tempatnya jelas. Salah satu contohnya Jiexpo Kemayoran. Wait. Tadi katanya piknik?

Ya, kan contoh. Hehehe.

Lagian piknik enggak melulu soal wisata alam dan keranjang makanan seperti di film Tom & Jerry. Piknik bagi gue tuh, ya, guenya terhibur dan bisa melupakan sejenak rasa letih. Apapun medianya entah itu musik, pemandangan maupun makanan dan minuman.

Ngomong-ngomong… gue jadi ingat kalau dulu pernah punya impian bisa nonton konser musik secara langsung. Mimpi itu pernah gue tulis untuk dijadikan resolusi di tahun 2016. Persis sebelum gue jadi mahasiswa.

Kecintaan gue terhadap dunia musik terbukti dari lamanya waktu yang gue habiskan untuk mendengarkan lagu. Yang berhasil terekam oleh aplikasi streaming musik periode Desember tahun 2016 – Desember 2017. Dan belum termasuk lagu yang gue putar lewat Youtube dan aplikasi streaming musik lainnya.

Waktu yang digunakan untuk mendengarkan musik
Cukup lama, bukan?

Karena impian itu belum terwujud sampai sekarang, gue berkeinginan untuk mewujudkannya. Dengan cara menabung sejak pertengahan bulan Februari kemarin. Sekarang masih dalam proses menabung. Nanti kalau berhasil terkumpul, gue pengin pake untuk nonton konser musik idola gue, The Chainsmokers! The Script juga boleh, tuh!

Nonton Konser Musik The Chainsmoker di Jakarta
The Chainsmokers!
sumber gambar: Billboard

Tiketnya memang belum gue beli karena masih nabung. Tapi walaupun belum punya, minimal gue udah nyusun rencana dari sekarang. Ya, gue tuh orangnya terstruktur dan selalu menyiapkan rencana sebelum memulai sesuatu. Gue udah ngerencanain mau beli tiketnya di mana. Mau pake baju dan celana apa ketika nonton konser. Ke sananya naik kendaraan apa dan bareng siapa. Pokoknya gue udah mikir ke sana. Soal jadi atau enggak, itu bisa di pikirkan nanti.

Beli tiketnya di mana? Gampang! Kan sekarang serba online. Jadi beli tiketnya, ya, secara online.

Gue tuh anaknya enggak suka ribet. Dengan banyaknya metode pembayaran, jadi gue bisa pilih metode yang paling cocok untuk kebutuhan gue yaitu lewat internet banking. Untuk mempermudah urusan sekarang hampir semuanya bisa dilakukan secara online. Mulai dari pembelian token listrik, bayar PDAM, sampai tv kabel.

Dan yang namanya anak rantau pasti sekali-kali kangen keluarga atau masakan di rumah. Momen libur semester kemarin beberapa temen gue enggak bisa pulang ke kampung halaman karena tiket mahal dan ada yang sibuk kerja.

“Ya, gimana ya, Za. Gue sibuk kerja. Paling kalau mau pulang kampung, ya, waktu lebaran nanti,” katanya beberapa hari sebelum libur semester tiba. “Ya… meskipun gue enggak merayakan hari idul fitri. Hehehe,” dia melanjutkan.

Baca Juga: Libur Semester

“Naik apaan? Pesawat?” tanya gue.

“Biasanya sih iya. Tapi gue mau coba naik kereta kali ini.” Katanya. “Biar lebih hemat.”

“Kalau mau hemat ya tergantung seberapa pinter lu nyari diskonan. Biasanya nanti suka ada promo tiket lebaran, tuh,” Jawab gue. “Harus cepet biar tiketnya enggak keburu habis.” Lanjut gue.

“Iya, lu bener. Lu memang paling mengerti gue, Za!” pujinya.

Mudik Naik Kereta
sumber gambar: pexels.com

“Ah, bisa aje lu sendokan warteg.” Gue memukul lengannya dengan manja dan tertawa bersama.

 

 

STAY CONNECTED

Facebook || Google+ || Instagram || Twitter ||

email: [email protected]

7 KOMENTAR

  1. buat tiket kereta uda dibuka yak dari sekarang kalau mau beli buat mudik soalnya temen ada yang share jadwalnya

    btw konser musik aku jg belon pernah nonton secara live hahaha paling nonton konser band indi doank

  2. Zaman kuliah dulu, aku jg susaaaah bgt cari waktu utk jalan2 pas libur. Ada aja yg bikin ga jadi :p. Baru setelah kerja, mulai gampang deh nyusun waktu, tempat dan budget, mungkin krn udh mandiri secara financial, jd ga ush repot nyesuaiin budget dr ortu dan minta izinnya :p.

    Tp yg pasti, pas lebaran justru aku ga pgn piknik ato mudik sih Za :p . Muahaaal semua tiket dan sampe di kota ortu, malah tempat2 fav dan kuliner banyak tutup hihihi.. Makanya aku lbh milih mudik pas peak season udh lewat :p

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.