Bulan kemarin gue habis menerima kiriman paket dari salah satu brand yang namanya udah cukup tersohor di industri gaming. Dan pada saat paketnya gue buka, ternyata di dalamnya ada dua jenis barang yang saling membutuhkan. Yaitu satu unit mouse gaming dan satu unit mousepad.

Bayangin deh, lagi main game PC tapi enggak ada mousepadnya. Kurang nyaman, ‘kan?

Pada awalnya gue masih berpikir kalau semua mouse itu sama aja bentuk, fungsi, dan cara pemakaiannya. Yang membedakan paling yang satu cuma bisa klik kiri dan kanan; dan yang satunya lagi bisa klik beberapa tombol yang fungsinya bisa diatur sesuka hati.

Berbagai macam pertanyaan muncul dikepala gue. Seperti, kenapa dinamakan mouse gaming? Kenapa harganya bisa lebih mahal dibanding mouse biasa? Dan, apasih yang spesial dari mouse gaming yang satu ini?

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, jadi belakangan ini gue sengaja libur dari kegiatan menulis karena lagi pengin ngulik mouse gaming yang satu ini. Dan pada kesempatan kali ini gue ingin mengajak kalian semua untuk melihat lebih dekat, mereview dan sekaligus mengunboxing mouse gaming yang gue terima pada awal bulan kemarin.

Apasih yang spesial dari mouse gaming steelseries rival 110?
Apasih yang spesial dari mouse steelseries ini?
doc. pribadi

Oya, sebelumnya gue mau kasih disclaimer sedikit. Kalau produk ini gue beli dengan uang gue sendiri dan tulisan ini ada karena keinginan gue sendiri untuk mereview mouse gaming yang satu ini. Jadi gue sama sekali enggak dibayar oleh pihak yang namanya gue sebutkan (Steelseries) pada tulisan ini. Ehem, kalau mau kerja sama, silakan mengirim email ke [email protected]

Oya, sebelumnya gue pengin ngasih tau kalau yang pengin gue omongin kali ini tuh adalah review mouse gaming Steelseries Rival 110. Reviewnya ada banyak di Youtube. Tapi kali ini gue pengin ngereview pake versi gue sendiri di mana gue nyobain produknya terlebih dahulu sebelum mengulasnya ke dalam bentuk tulisan. Dan, ya, ketika tulisan ini jadi, artinya gue udah selesai nyobain mouse mouse Steelseries Rival 110.

Jadi bisa dipastikan reviewnya bakal sesuai pengalaman yang gue dapatkan, dan beberapa penemuan selama pemakaian. Daripada berlama-lama mending langsung aja, yuk!

Unboxing Steelseries Rival 110
Unboxing Steelseries rival 110.
doc. pribadi

Hal pertama yang gue suka dari mouse ini adalah desainnya. Menurut gue, secara visual desain mouse ini terlihat cukup gahar. Seperti terbuat dari bahan khusus. Tapi siapa yang menyangka, bahwa dibalik desainnya yang gahar, sebenarnya Steelseries Rival 110 ini terbuat dari material plastik dengan tekstur Semi-Rough Matte yang artinya enggak meninggalkan bekas sidik jari waktu di pakai pada saat di pegang.

Tersedia dalam tiga pilihan warna. Hitam, abu dan putih. Gue sengaja memilih warna hitam untuk menambah kesan gahar.

Hal yang perlu diperhatikan ketika main game dalam jangka waktu yang lama adalah tingkat kenyamanan. Mouse ini berhasil menjawab apa yang selama ini gue butuhkan pada saat bermain game. Hal ini terbukti pada saat gue main game Counter Strike Global Offensive (CSGO), Fortnite, dan game lainnya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ukurannya enggak terlalu gede di tangan.
doc. pribadi

Kenapa nyaman? Karena permukaannya enggak licin dan nyaman banget waktu di genggam. Ukurannya enggak terlalu gede dan ringan banget karena bobotnya cuma 87.5g. Pas buat ditangan gue yang kecil. Selain itu, Rival 110 ini sangat cocok untuk semua jenis gaya genggam. Seperti palm grip, claw grip dan fingertip.

Gue sendiri baru tau kalau masing-masing gaya punya nama tersendiri. Dan gue sendiri adalah pengguna gaya fingertip.

Steelseries yang gue pakai saat ini tuh udah mechanical switch dengan jaminan daya tahan 30juta kali klik untuk setiap tombolnya. Dan yang paling gue suka, udah RGB Illumination yang artinya pada saat dicolokkan ke perangkat laptop, logo Steelseriesnya akan menyala.

Warnanya bisa diatur sesuka hati. Tapi gue pribadi lebih prefer pakai warna ungu. Suka aja gitu ngelihatnya dibanding warna-warna lain. Hehe.

RGB Illumination Steelseries Rival 110
Gue pilih warna ungu. Keren aja gitu.
doc. pribadi

Bahas desain udah, nih. Berikutnya gue pengin ngomongin teknologi yang ditanamkan ke dalam mouse gaming yang satu ini. Selama masa percobaan gue selalu bertanya-tanya. Kenapa sih bisa dihargai semahal ini? Kalau cuma luarnya doang, harusnya enggak mahal banget. Tapi pertanyaan tersebut berhasil terjawab. Teknologi yang membuatnya mahal dan berbeda dari mouse lain. Baik yang sesama mouse gaming mau pun mouse biasa.

Software khusus Steelseries Engine 3
Software Steelseries Engine 3

Yang membuat gue semakin jatuh hati adalah karena dia ditanami sebuah teknologi sensor optik eksklusif bernama TrueMove1 yang dibuat secara khusus oleh PixArt. Sebuah perusahaan asal Jepang yang bergerak dibidang imaging sensor. Jadi bisa dipastikan pengguna akan puas dengan hasilnya. Dan yang gue tau brand lain enggak punya sensor dan teknologi secanggih ini—mungkin ada tapi beda nama dan kerjasamanya dengan vendor lain—karena dalam pembuatan sensornya, PixArt hanya khusus bekerja sama dengan Steelseries. *silakan koreksi jika gue salah.

Truemove1 menjanjikan proses 1 to 1 tracking yang artinya jarak  pergesaran mouse hasilnya akan sama persis dengan jarak yang ada di layer monitor. Oya, Steelseries Rival 110 ini hadir dengan DPI di rentang 200 up to 7200 dan kecepatan tracking sebesar 240 IPS yang bisa diatur sesuai keinginan melalui sebuah software resmi milik Steelseries yang bernama Steelseries Engine Core 3.

Konfigurasi sensor dan warna led dari steelseries engine 3
Warna LED, sensor dan sebagainya bisa diatur dari software khusus ini.
doc. pribadi

Sensor dan teknologi ini sangat cocok untuk performance seorang gamer sejati yang sanggup menghabiskan waktu berlama-lama di depan layar komputer untuk bermain game. Dan gue sangat merekomendasikan mouse gaming yang satu ini kepada kamu yang ingin terjun atau mendalami bidang Esport (olahraga elektronik) karena Steelseries Rival 110 ini menjanjikan no stability issues, no tracking error dan no response time delays.

Overall gue puas banget karena desain, bobot dan teknologinya yang super canggihnya membuat pengalaman bermain game gue jadi positif, menyenangkan dan tak terlupakan. Dengan kualitas dan kelengkapan fitur sebagus itu, gue rasa harganya masih reasonable dan pas di kantong mahasiswa sekaligus anak kos seperti gue.

Pengin tahu harganya berapa? Waktu itu gue beli dengan harga Rp600.000 (enam ratus ribu rupiah) di salah satu tempat marketplace Indonesia. Kebetulan penjual atau pemilik tokonya perwakilan resmi dari Steelseries.

Nah, itu dia review mouse gaming Steelseries Rival 110. Sekali lagi gue sama sekali enggak dibayar atau punya hubungan kerjasama dengan Steelseries. Ini murni keinginan gue sendiri, review jujur dari seorang mahasiswa, penulis, dan gamer wannabe.

Untuk spesifikasi dan informasi lebih lengkap bisa kalian cek sendiri di halaman website Steelseries.

2 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.