Akhiri Saja

Percuma… lebih baik gue akhiri saja semua ini. Mengakhiri dengan cara melupakan semua kenangan manis tentang dia untuk selama-lamanya.

Sungguh sebuah pembukaan yang tidak nyambung.

Di postingan sebelumnya gue pernah bilang kalo tahun ini gue mau bikin sebuah project agar rutinitas yang gue jalani tak hanya itu-itu saja. Bangun, makan, tidur, dan seterusnya.

Tujuan dari dibentuknya project ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menambah riwayat gue dalam dunia literally yang tadinya pendek, menjadi panjang. Project ini juga bertujuan agar gue semakin mantap dalam kegiatan tulis-menulis cerita.

Baca Juga: Semangat Baru

Awalnya gue senang nulis cerita fiksi. Iya. Seneng aja gitu karena gue bebas menentukan jalan cerita dan bagaimana tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Sesekali gue bermain sama khayalan untuk membentuk cerita yang akan gue tulis. Kadang gue suka gemes sendiri ngebaca cerita yang sudah gue tulis. Lucu aja gitu, jomblo bikin cerita romance. Seperti yang kalian pikir, jomblo gak cocok buat nulis cerita romance.

Jomblo kalo nulis cerita romance, yang di bayangin pastilah dia menjadi pemeran utama yang keren dan gagah di dalam cerita tersebut, sementara ceweknya adalah orang yang ia taksir. Jadi kalo di dunia nyata si penulis dan orang yang di taksir tidak dapat bersatu, setidaknya di dunia khayalan si penulis dan si cewek dapat bersama. Miris, memang. Tapi gue ngelakuin hal tersebut.

Yah paling tidak gue bisa bersama dia
Yah paling tidak gue sama dia dapat bersama di dunia khayalan.

Ketika gue terjun di dunia fiksi, ada beberapa genre yang sama sekali belum pernah gue coba. Salah satunya genre fantasi sama Sci-Fi.

Karena tahun ini gue punya project nulis, gue kepikiran buat nyobain genre fantasi yang selama ini belum pernah gue coba. Gue udah seneng banget karena berhasil dapat 500 karakter. Kalo dibandingin sama tulisan gue yang lalu-lalu, gue lebih senang sama tulisan gue yang sekarang. Tapi setelah gue baca ulang, kayaknya kurang greget gitu pembukaannya. Feel-nya kurang dapet gitu.

Baca Juga: Percuma

Entah kenapa setelah lama tidak menulis cerita fiksi, gue ngerasa kalo tangan jadi kaku pas nulis. Otak gue harus bekerja ekstra untuk dapat menciptakan setiap kalimatnya. Gambarannya sih udah dapet, tapi pas mau di tulis, gue bingung mau bagaimana mendeskripsikannya. Huhuhu.

Akhirnya gue ngerombak draft yang telah gue tulis di ms. word. Draft tersebut gue bagi jadi beberapa bagian. Coretan satu sama coretan dua. Gue lihat-lihat, coretan satu lumayan juga. Tapi kelemahannya terletak di pembukaan. Coretan dua pembukaannya masih gue pikirin, masih perlu pengembangan cerita, tapi pembukaan dari coretan dua lebih cocok ketimbang coretan satu. Hanya saja yang menjadi penghalang saat ini adalah gue stuck di salah satu scene yang ada di coretan dua. Sehingga membuat gue fokus di scene itu saja. Gue akui, cara yang gue terapkan salah.

Harusnya gue gak terfokus sama scene itu saja. Biarkanlah mengalir seperti air. Bila sudah terbentuk scene-scenenya, baru lah di edit dan disatuin.

Sudah seminggu lebih namun tulisan gue tak kunjung selesai juga sampai sekarang. Masih stuck di satu adegan. Setelah jadi, di delete. Jadi, di delete. Begitu aja terus sampe ada anak kedokteran dari UI yang nembak gue.

Baca Juga: Yakin

Saat gue lagi ngelamun di depan kelas, sempat terlintas keinginan untuk berhenti dari project ini. ‘YA! Lebih baik gue akhiri saja project ini.’ pikir gue.

Tapi kalo gue berhenti, berarti gue cemen karena berhenti dari tantangan yang gue bikin sendiri. AHH TIDAK 🙁

GUE BUKAN COWO CEMEN! GUE GAK PANTES MENYANDANG GELAR ‘CEMEN’. 🙁

Saran… gue butuh saran dari teman-teman yang lagi membaca curahan hati gue yang gak penting ini 🙁 pls, help me. Jangan sampai gue menyandang gelar CEMEN. JANGAN!

Menurut pendapat kalian, gue harus berbuat apa supaya masalah yang sedang gue hadapi saat ini bisa segera terselesaikan bersamaan dengan tulisan yang saat ini masih menjadi draft di ms. word? Please.. gue butuh banget saran dari kalian. 🙁

Kalo kalian punya saran buat gue, jangan sungkan untuk memberikannya melalui kolom komentar yang ada di bawah, ya!

Yak cukup sekian postingan gue kali ini. Jangan lupa untuk klik tombol ‘like’ pada fanpage gue yang ada di sebelah kanan atas di blog ini atau bisa juga dengan cara klik di sini yang nantinya akan mengarahkan kalian pada laman fanspage gue di Facebook. Jangan lupa ninggalin jejak karena seorang blogger yang baik selalu ninggalin jejak dimanapun dia berada\o/

Gue gak tau postingan ini bermanfaat atau enggak buat kalian, tapi yang jelas postingan ini lebih banyak gak bermanfaatnya daripada bermanfaat. Semoga kalian bisa mengambil setiap pelajaran dalam tulisan gue ini ya walaupun gue yakin, gak ada pelajaran di dalamnya karena gue bukan seorang guru yang baik. Jangan lupa juga untuk nge-share ke setiap sosial media yang kalian punya, ya. Sekian dan terima kasih~ \o/

Ciaaaoo~

16 COMMENTS

  1. Banyak baca karya yang segenre dengan project mas. kalau bikin sci-fi ya banyakin baca yang sci-fi juga. Saya pengen masuk ke Kompas, ya klipingn cerpen kompas tuk mengenali gaya editornya

  2. kalo lagi stuck. Mending tinggalin draftnya sebentar. Rileks aja, coba ngapain aja dulu. Nonton Film kek, baca buku atau hal lainnya. Ntar pas balik lagi, biasanya ada ide yang fresh. 😀

  3. Wuih padahal kalo jadi keren tuh project-nya, bro. Lanjutin aja udah, jangan akhirin gitu aja perjuangan lo yang udah susah payah nulis sejauh itu. Stuck mah udah biasa, gue aja sering. Piknik dulu gih, biar ademan dikit haha.

    Saran gue sih, coba lo baca-baca buku atau nonton film yang sesuai dengan project yang mau lo buat. Ya, siapa tau dari situ bisa dapet pencerahan dan bisa lanjutin scene lo yang stuck ini sampe selesai dan bagus. Mangat! 😀

  4. ayo ayo semangat bang, paulo coelho sang maestro aja nulis paling cepet satu tahun (fokus) dan paling lama bisa ngegarap sampe 5 tahun. So jangn patah rambut, biarkan saja dan tumbuhkan lagi XD
    stuck nulis? cari inspirasi dengan keliling rumah sambil buka lemari (njir maling apa cari ide?)

    • Yoyoyo gue bakalan semangat\o/
      Iya… nulis itu emang sulit. Bahkan yang ahli sekalipun butuh satu tahun dan baru lima tahun untuk ngegarapnya. Tapi tak diragukan lagi sih, hasilnya pasti lebih maksimal karena melewati proses yang sangat panjang 🙂

Tinggalkan Komentar

Setelah berkunjung, yuk jangan lupa untuk ninggalin jejak dengan cara meninggalkan komentar kalian di kolom yang sudah gue sediakan! Oya, kalian juga boleh ajak sanak, gebetan atau bahkan keluarga buat main-main ke blog gue. Pssst kalau kalian ada seorang kenalan cewek, bisa kali kenalin dia sama gue. Kali aja jodoh :p Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.