Akibat Pola Hidup Kurang Baik

Jadi ceritanya hari Sabtu kemarin ada penyuluhan dari salah satu bimbel yang datang ke sekolah untuk berbagi sedikit ilmu mereka pada kami murid kelas XII, yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. Kegiatan berbagi ilmu ini dilakukan selepas kegiatan rutin yang dilakukan di sekolah gue setiap hari Sabtunya, yaitu sholat Dhuha.

Sebenarnya ada dua kegiatan pada Sabtu pagi. Jalan pagi dan kegiatan Sholat Dhuha. Nah, karena Sabtu sebelumnya kami yang kelas tiga menjalankan sholat Dhuha, maka seharusnya Sabtu kemarin kegiatan sabtu pagi kami adalah jalan pagi. Namun karena ada penyuluhan, maka digantilah kegiatan jalan pagi itu dengan sholat dhuha.

Awalnya kegiatan berjalan kurang lancar. Mas Subur yang menjadi MC-nya sempat kewalahan menertibkan barisan shaf anak laki-laki dan juga perempuan. Sebenarnya meluruskan Shaf ini terbilang cukup mudah, tapi entah kenapa yang lain membuatnya jadi terlihat ribet. Setelah meluruskan shaf, barulah kegiatan dimulai. Acaranya seru. Seru banget. Ada sesi renungannya juga. Itu loh, yang “Bayangkan… Bayangkan jika pacar kamu jalan sama mantannya atau sama orang lain!”, Oops. Seketika jadi baper. Haha tapi gadeng. Gak seperti itu renungannya. Kalau renungannya seperti itu, bisa kacau pesertanya karena harus baper. Dan kasihan juga bagi para jomblo, karena gak punya siapa-siapa untuk dibayangin. Akhirnya membayangkan pacar orang jalan sama dirinya.

Tapi bukan kegiatan itu yang ingin gue bahas. Yang ingin gue bahas adalah penyakit yang membuat gue harus berbaring selama empat hari di kasur. Dikutip dari akun personal gue di Twitter.

Dan juga akun twitter gue satunya lagi.

Dari semua kemungkinan yang ada, yang menyebabkan perut gue sakit selama 3 hari itu, ini adalah kemungkinan yang gak nyambung banget tapi ada benarnya juga. Dan gue mulai meragukan jenis kelamin gue sendiri setelah menghubungkan kemungkinan itu.

Gak banget kan? Ini adalah kemungkinan tertolol yang pernah gue pikirkan selama sakit.

Untuk kalian yang gak tau apa itu segugut, senggugut itu adalah sakit pada perut yang dialami oleh wanita ketika sedang Haid. Tuh kan gue tau. Gue mulai ragu sama jenis kelamin gue sendiri. Laki atau perempuan?! Jawablah wahai jiwa laki-lakiku!

Baca Juga: Saatnya Memikirkan Masa Depan

Cerita ini bermula pada sabtu sore kemarin. Perut gue mulai menimbulkan gejala-gejala aneh seperti sakit perut. Gue sadar, karena gue belum makan nasi dari pagi tadi. Siang pun juga belum. Sorenya, nyokap masak sayur buat gue. Karena nyokap udah selesai masak sayur, gue langsung melahap sayur itu dengan sangat beringas dan buas. Seperti singa yang sedang kelaparan.

Saat sedang makan, perut gue kembali merasakan sakit. Namun tidak begitu serius. Gejala ini seperti sebuah pertanda bahwa akan ada penyakit yang menyerang gue. Dan benar aja, ketika malamnya, perut gue sakit. Sakit yang amat serius. Benar-benar sakit. Waktu itu gue lagi makan salah satu makanan favorit gue di rumah, Sambal sardine dengan kentang goreng + tumis kangkung. Seketika nasi di dalam piring makan gue itu, terlihat seperti lautan darah. Serius.

Gue kalau makan sambal Sardine dengan kentang goreng, pasti sambelnya gue banyakin. Gak tau kenapa, tapi rasanya enak banget. Tapi gue juga khawatir kalau sampai sakit perut karena kebanyakan makan cabe. Ya karena dihadapan gue ada makanan favorit, gue dengan begonya melahap semua itu.

Namun tiba-tiba sakitnya kian parah. Gue gak menyelesaikan misi menghabiskan makanan itu. Walaupun tinggal sedikit lagi, jujur, gue gak mampu melanjutkannya. Karena sakitnya sudah amat parah. Bisa kelar hidup gue kalau tetap ingin melanjutkan. Gue meninggalkan makanan yang ada di piring itu. Meski tinggal sedikit lagi, tapi tetap aja mubazir.

Akibat-Pola-Hidup-Kurang-Baik-2
Sakit Perut

Gue pun mengeluhkan rasa sakit dibagian perut pada nyokap.

“Ma, perut abang sakit.”

“Paling itu cuman masuk angin,” kata nyokap.

“Mungkin. Tapi masa iya masuk angin kayak gini,” dan pada saat itu juga badan gue terasa panas dan mengigil. Seperti gejala malaria.

“Ke Dokter aja ya?”

“Gak ma, gak usah. Mungkin cuman masuk angin,” elak gue, gak mau dibawa ke dokter.

Jujur, gue paling males kalau harus periksa ke dokter. Selain antreannya lama, duduk di ruang tunggu dengan berbagai macam jenis penyakit dalam satu ruangan, itu cukup nyebelin sebenarnya.

Ada yang batuk, ada bersin dan pilek-pilek, kan bahaya kalau sampai tertular. Kalau ada pasien yang menularkan kegatengannya pada gue, gue mau kok! Mana tau wajah gue bisa makin ganteng! Atau ada orang dengan postur tubuh gede dan tinggi, secara tiba-tiba menularkan tingginya itu ke gue. Gue juga mau kok! Gue ikhlas malah! Biar gue gak pendek lagi! Gue capek diginiin mulu di sekolah.

Namun atas saran salah satu teman, yang menyarankan untuk coba cek ke lab, akhirnya gue memberanikan diri cek ke lab. Tentunya melalui proses cek ke dokter dulu supaya bisa di cek di Laboratorium. Supaya jelas penyakitnya. Dan sayangnya gue kemarin gak bawa hp. Jadi gue gak bisa memfoto keterangan dari dokter. Tapi gue memegang keterangan dari dokter. Berikut keterangannya:

Laporan Laboratorium
Laporan Hasil Laboratorium

Buset, tinggi juga ya Leukosit gue. Jujur, gue kira angka-angka itu adalah biaya cek di laboratorium. Iya, awalnya gue kira itu biaya cek di lab. Taunya, setelah gue kasih keterangan itu sama teman gue, dia mengatakan gue kena infeksi lambung. Padahal pola makan gue udah baik dan teratur loh.

Baca Juga: Belajar Mencintai Diri Sendiri

Dari sini gue belajar pentingnya mengatur pola makan dan hidup. Orang biasa, dengan aktivitas yang biasa, di kota biasa, bisa saja kena infeksi lambung. Apalagi orang penting, dengan aktivitas yang luar biasa padat, tinggal di kota besar, besar kemungkinan bisa kena infeksi lambung. Seperti yang gue alami.

Gue seorang pelajar biasa. Aktivitas gue gak begitu padat juga sih. Paling cuman belajar. Makan kadang teratur kadang enggak. Tergantung lauk yang ada pada saat itu. Olahraga juga jarang. Gue paling rajin olahraga itu waktu bulan puasa kemarin. Sehabis puasa, gue mulai malas untuk olahraga. Gak tau kenapa. Padahal gue udah menekatkan pada diri gue sendiri untuk serius ingin berolahraga agar tubuh tetap sehat.

Mulai dari sekarang, cobalah untuk mengatur pola makan yang baik. Pola hidup yang baik. Agar tidak terkena penyakit. Perbanyak makan-makanan yang bagus untuk kesehatan tubuh seperti sayur. Kurangin makan-makanan yang pedas, di goreng, dan berminyak. Nyokap gue demen banget tuh masak makanan yang pedas, di goreng dan pastinya berminyak. Meskipun ada sayur sekalipun, tapi tetap aja kemungkinan kena penyakit itu ada.

Ini adalah cerita tentang Akibat Pola Hidup Kurang Baik. Mulai dari sekarang kurang-kurangin deh. Sesuatu yang berlebihan itu gak baik.

Apa langkah yang kalian ambil dalam upaya mengatur pola hidup dan makan yang baik? Yuk share di kolom komentar! Berbagi ilmu dan pengetahuan itu baik loh!



10 COMMENTS

  1. Kadang banyak lelaki sering mengabaikan gejala-gejala sakit, sih. Tapi emang, healthy life is a choice. Apalagi cowok suka makan tengah malem, terus tidur. Itu sebenernya bisa bikin disfungsi sistem pencernaan.

  2. Minum Cimory kalau aku mah kak. Terus kalau weekend sepedahan sama jalan kaki. Ya meski jomblo, tapi alhamdulillah selalu sehat jasmani dan finansial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.