Bosan Juga Bisa Berevolusi

Bosan…. bosan…. bosan….

AAAARRGGGHHHH SEMPAK NAGA, GUE BOSAN!

Entah kenapa belakangan ini gue jadi mudah bosan. Kalo udah bosan, mengerjakan kegiatan apapun jadi kayak nggak niat. Ada aja permasalahan-permasalahan yang timbul dari ke-nggak niatan gue selama beraktivitas.

Pada hakikatnya, bila suatu kegiatan dilakukan dan diiringin oleh salah satu kata ajaib, disini gue menggunakan kata ajaib “niat”, maka secara tidak sadar kegiatan apapun itu, pasti akan terselesaikan dengan baik. Seperti misalnya gue niat mau deketin guru Fisika yang kecantikannya terkenal seantero nusantara tapi versi sekolah.

Maka hal utama yang gue harus lakukan adalah dimulai dengan pdkt dulu. Iya PDKT men. Sebenarnya bissmilah sih. Tapi kalo belum ada niat, gimana mau baca bissmilah? Maka dari itu, niat adalah kunci paling utama. Niat memegang peranan penting bagi keberlangsungan hidup lo. Aseeek. Udah keren belum kata-kata gue?

Setelah lo punya niat, lanjut ke langkah selanjutnya. Bukan, bukan langsung pdkt tapi baca bissmilah dulu supaya apa yang lo kerjakan atau lakukan nantinya akan bernilai ibadah. Enak kan, mengerjakan sesuatu tapi dari yang dikerjakan bisa mendapat pahala? Ya enak, doooooooooooooooooooooooong!

Langkah selanjutnya adalah cari tau informasi tentang si guru. Cari tau apa yang dia suka dan apa yang nggak dia suka. Setelah tau semua hal tentang si guru, maka selanjutnya gue harus berjuang.

Karena gue melakukan dengan “niat”, pasti guru Fisika tadi jadi deket dong sama gue. Iya, kan udah niat. Sama seperti halnya lo pengen banget deket sama si “dia”. Kalo dari awal lo udah pasang niat supaya deket atau jadian sama dia, di pastikan 99% lo bakal jadian sama dia. Dan 1% nya lo bakal di tolak karena lo bukan tipikal cowok yang dia suka atau lebih kejamnya lagi, lo ditikung sama temen lo sendiri. Ya :)

—————————————————————

Permasalahan yang timbul dari ketidak niatan gue dalam berkegiatan menimbulkan masalah yang cukup besar bagi hidup gue. Waktu itu kan gue baru aja keluar dari rumah sakit. Keluar dari rumah sakit  tidak sepenuhnya membuat hati gue bahagia karena selama di rawat gue depresi nggak bisa melakukan hal yang gue suka.

Selama di rawat di rumah sakit yang di dalam kamarnya nggak ada televisi membuat gue bosan. Nah, kebosanan itu masih terbawa-bawa sampai ke rumah. Bahkan sampai dua minggu setelah gue keluar dari rumah sakit.

Baca Juga: Penderitaan Telah Berakhir

Meskipun gue udah ketemu sama yang namanya Wifi, tetap aja gue bingung mau ngapain. Gue bingung cara melampiaskan rasa bosan itu. Belum selesai masalah bosan, timbul masalah lain lagi yang disebabkan oleh bosan. Saking lamanya dibiarin, ternyata kebosanan itu telah berevolusi dan berujung dengan ketidak niatan gue dalam beraktivitas. Iya. Ternyata Bosan Bisa Berevolusi juga.

“Bang, udah mandi?”

“Belum Ma,” jawab gue sambil main hp.

“Sana mandi, bentar lagi kita mau ke rumah sakit. Cepat!” perintah nyokap.

“Gak mau Ma, males.”

Belum lama gue bilang “males”, sapu lidi mendarat dengan mulus mengenai betis gue. Sakit, men! Gue berjalan ke kamar mandi sambil ngelus-ngelus bekas pendaratan dari sapu lidi yang mengenai betis gue. Masuk kamar mandi, gue cuman basahin rambut doang sambil nyebur-nyebur air biar nyokap mengira gue lagi mandi.

Setibanya di rumah sakit orang-orang pada nutup hidung.

Terus ada lagi aktivitas lainnya yang cukup terganggu karena ketidak niatan gue dalam beraktivitas. Waktu itu gue nyokap nyuruh gue buat masak mie goreng. Setelah mendapat perintah gue langsung mengerjakan yang nyokap minta. Tiba di waktu membuang air rebusan air, karena ngerjakannya nggak diiringin dengan niat, mie tadi ikut terbuang bersama rebusan air yang ingin gue buang.

Sumber: sijuki.com

Gue jadi sedikit berhalusinasi. Gue jadi berhalusinasi kalo mie yang terbuang itu bisa bicara!

“Jadi begini caramu Za? Begini caramu memperlakukanku? Setelah apa yang kamu lakukan padaku, aku jadi tau bagaimana sikapmu yang sebenarnya. Emang ya… ternyata semua laki-laki itu sama saja. Sama-sama nggak bisa mengerti perasaan sebuah makanan! Sama-sama nggak bisa diharapkan kalo bekerja di dapur!”

Baca Juga: Kok Kamu Nggak Bisa Diajak Kompromi

Sejak saat itu gue terus terbayang-bayang perasaan sebuah mie yang ikut terbuang bersama dengan air rebusan.

——————————————————————————

Beberapa hari yang lalu atau lebih tepatnya hari Kamis kemarin gue sudah mulai masuk sekolah seperti biasanya. Meski masih dalam pengobatan atau rawat jalan, dokter sudah memperbolehkan gue untuk bersekolah lagi namun tetap tidak boleh melakukan aktivitas yang berat.

Aktivitas yang gue lakukan selama di sekolah pun juga terbilang kurang niat. Untungnya mendekati ujian semester para guru sudah tidak memberikan tugas lagi. Setidaknya gue masuk di waktu yang tepat.



7 COMMENTS

  1. Saya geli dengan cerita mi itu.
    Tapi, kalo boleh saya berpesan, saat keadaan seperti itu, jangan sampai berpikir yang negatif. Kata nenek itu berbahaya. :)

    Salam hangat dari Bondowoso..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.