Home Story Cuti yang Kebablasan

Cuti yang Kebablasan

on

Menjadi bebas enak kali, ya? Pikir gue, di suatu siang yang panas sehabis menjemput rezeki makan siang dari abang ojek online. Makanan yang gue pesan melalui layanan ojek online kali ini adalah Nasi Goreng Padang yang berlokasi di Benhil. Maklum, namanya juga pengabdi promo. Dalam perjalanan menuju lantai 20 gue teringat akan masa lampau. Masa-masa ketika gue masih rutin menulis blog.

Cepat-cepat gue mengecek halaman blog gue sendiri. Tercatat postingan terakhir yang gue publish ialah tanggal 21 April 2019 kemarin. Gue mengecek tanggal di perangkat gawai, di situ terpampang jelas tanggal 15 Juli 2019. Jari gue mulai bergerak menghitung seperti anak TK yang baru dikenalkan pelajaran berhitung khususnya pertambahan.

Sesampainya di meja kerja, gue langsung mengecek timeline pekerjaan dan mulai mengatur waktu. Ya, tentu saja gue perlu mengatur waktu karena dalam satu hingga dua bulan ke depan gue akan sangat sibuk. Mulai dari tugas kantor, tugas kampus, dan kepentingan lainnya. Melalui perhitungan tersebut sangat jelas bahwa gue sudah 3 bulan absen nge-blog.

Bukan, gue bukan tipe orang yang suka memaksa diri untuk rutin menulis blog. Itu bukan cara gue. Cara gue adalah menulis ketika ingin. Dan, saat ini gue sedang ingin bercerita. Khususnya hal apa yang gue lakukan selama absen 3 bahkan 4 bulan belakangan ini.

Semua dimulai dari jenuh yang gue rasakan beberapa waktu lalu. Sebagai mana yang pernah gue ceritakan sebelumnya, gue sedang menjalani magang dengan posisi sebagai Technical Writer. Yang artinya, kegiatan sehari-hari gue adalah menulis.

Kegiatan menulis yang gue lakukan setiap harinya itu berhubungan dengan dokumen, di mana penulisan dokumen tersebut harus menggunakan kata baku agar mudah dimengerti oleh pembaca. Memang menyenangkan. Tapi, ada kalanya gue merasa perlu bercerita. Sekadar mengeluarkan isi yang ada di dalam kepala gue.

Ketika waktunya tiba, gue mulai menulis apa yang ingin gue bagikan. Dan seperti biasa, setelah tulisan tersebut jadi, gue akan mereview lagi apa yang udah gue tulis. Mungkin untuk menghapus atau menambahkan bagian yang kurang. Di sinilah permasalahan tersebut muncul. Sewaktu gue mereview tulisan yang gue buat dengan gaya bebas, gue merasa bahwa tulisan tersebut seperti hambar dan terlalu kaku. Mungkin karena terpengaruh oleh pekerjaan di mana gue selalu menulis dengan gaya baku atau resmi.

Gue pun engga mau ambil pusing. Sebagai gantinya, gue mencoba menulis hal lain. Tentunya dengan memberi jeda selama seminggu dengan harapan gaya menulis gue dapat kembali seperti dulu. Begitu tulisan tersebut jadi, gue masih merasa kurang cocok dengan apa yang sudah gue tulis. Hal itu terjadi selama dua minggu. Karena masalahnya sampai ke situ, gue pun berniat mengambil “cuti” untuk sementara waktu.

Niat awalnya gue ingin cuti nge-blog selama lebih kurang sebulan. Namun siapa sangka, cuti yang seharusnya cuma sebulan itu justru menjadi 4 bulan. Ini di luar rencana gue sebelumnya, cuti yang kebablasan.

Cuti atau libur tersebut sedikit banyak merugikan diri gue sendiri. Salah satunya kemungkinan hilangnya pembaca dan pengunjung setia. Selain kehilangan pembaca, gue sendiri juga rugi karena tagihan hosting dan domain terus berjalan. Sementara gue ketawa-ketiwi bermain media sosial, yang lain sudah maju membicarakan algoritma terbaru pada mesin pencari dan rate card.

Banyak sekali hal terlewatkan selama gue istirahat nge-blog. Pertama, gue terlambat merespond pertanyaan dari pembaca. Pertanyaan yang masuk tersebut didominasi oleh pembaca berusia 17 – 18 tahun. Dari beberapa yang masuk, yang paling banyak ditanyakan kepada gue adalah tentang kuliah dan sejenisnya. Khususnya pertanyaan tentang jurusan Sistem Informasi dan seperti apa ujian masuk di Binus University.

Beberapa dari pembaca tersebut memang ada yang sempat kontak langsung ke kanal media sosial gue dan sudah pasti gue balas sesegera mungkin karena gue lumayan aktif di media sosial. Tapi untuk pertanyaan yang masuk lewat komentar blog ataupun form yang sudah gue sediakan memang belum sempat gue balas karena alasan di atas.

Kedua, gue melewatkan beberapa film bagus karena enggak sempat untuk nonton film yang sedang tayang di bioskop. Dan masih banyak lagi hal yang terlewatkan oleh gue baik di sengaja maupun tidak.

Karena sudah melewatkan beberapa hal, gue ingin menceritakan apa yang belakangan ini gue lakukan pada saat libur. Jadi, begini ceritanya:

1. Mengerjakan Proposal Skripsi

Seperti yang pernah gue bilang sebelumnya, bahwa tahun ini gue sudah mulai mengambil skripsi. Gue memang sengaja mengambil skripsi sedikit lebih awal dibanding teman satu angkatan gue yang lainnya di mana mereka baru mengambil skripsi tahun depan. Tentu gue sudah mempertimbangkan dengan matang mengenai keputusan gue ini dan siap bertanggung jawab atas segala kemungkinan yang akan terjadi di kemudian hari.

Karena hal tersebut gue harus menggunakan waktu luang untuk mengerjakan proposal skripsi. Proposal tersebut wajib dibuat dan dikumpulkan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan yaitu 20 Juli kemarin.

2. Mengerjakan Laporan Akhir

Selain berurusan dengan proposal sripsi, gue juga berurusan dengan yang namanya laporan akhir magang. Enggak, ini bukan akhir dari kegiatan magang yang gue jalani selama di Mandiri. Melainkan akhir dari periode atau jilid pertama dari pada program magang yang gue jalani.

Memang magangnya ada berapa periode? Seperti yang sudah gue ceritakan sebelumnya, gue magang selama 1 tahun atau tepatnya 12 bulan. Di mana satu periode itu sendiri adalah 6 bulan. Setiap periodenya diwajibkan untuk membuat satu laporan akhir dan dikumpulkan sebelum batas waktu yang ditetapkan.

3. Bermain game

Sudah menjadi agenda penting bagi seorang mahasiswa seperti gue mengisi waktu senggang dengan bermain game. Pada masa libur lebaran kemarin gue memang berniat menghabiskan waktu dengan bermain game. Tentu saja karena gue memerlukan hiburan setelah penat bekerja.

Di waktu seperti sekarang ini pun gue masih melakukannya. Khususnya weekend atau saat ingin main. Setelah mengisi waktu, baru lah, gue akan mengerjakan yang lain atau main handphone khususnya media sosial.

4. Belajar mengelola keuangan dan investasi

Mengelola Keuangan
Belajar Mengelola Keuangan dan Investasi
sumber gambar: pexels.com

Dan terakhir, gue mulai belajar investasi. Sebelumnya gue pernah bercerita bahwa gue sedang memulai kebiasaan menabung, tepatnya menabung untuk hal penting seperti dana darurat. Tapi kalau gue hanya fokus menabung di bank, gue enggak akan sampai di tujuan akhir yaitu bebas finansial. Untuk sampai ke tujuan tersebut gue perlu investasi. Salah satunya investasi ilmu.

Gue memulai investasi dengan belajar, salah satunya belajar mengelola keuangan yang baik dan benar. Menurut gue, mengelola keuangan merupakan dasar dari segalanya. Seperti halnya fondasi atau pilar yang ada pada bangunan. Jika dasarnya saja sudah salah, maka yang lainnya akan sia-sia.

Itu lah beberapa kegiatan yang gue lakukan selama “cuti” dari nge-blog. Ke depannya gue berharap bisa rutin mengisi blog ini dengan berbagai jenis konten yang lebih baik dari sebelumnya. Jika kalian punya saran atau request untuk konten selanjutnya, tinggalkan di kolom komentar, ya!

Reza Andrianhttp://rezaandrian.com
Bloger and Full Time Technical Writer.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/
*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.

Bloger and Full Time Technical Writer.
609FansSuka
647PengikutMengikuti
945PengikutMengikuti

MUST READ