Sahur kemarin gue dapet bbm dari seorang cewek. Wah, akhirnya ada juga ya cewek yang mau bbm gue! Ia adalah teman lama gue di smp dulu. Iya, gue pernah SMP kok. Waktu itu ceritanya gue lagi kekenyangan setelah habis santap sahur bersama keluarga. Sambil menunggu imsak dan adzan subuh, gue main hp di dalam kamar stalking kegiatan sahur mantan ngecek kegiatan di timeline twitter gue.

Lalu ada sebuah notifikasi yang masuk di hp gue. “Wah, Siska nge-bbm gue nih!” ucap gue kegirangan lalu joget-joget gak jelas di dalam kamar kayak tante girang yang biasanya godain berondong lewat.

Gue menarik nafas cukup dalam, menenangkan diri gue yang lagi dilanda bahagia karena di bbm sama dia. Dia itu adalah teman gue di kelas dua waktu SMP dulu. Entah kenapa gue tiba-tiba bisa suka sama dia. Gue gak begitu mengingat secara detail, kenapa gue bisa jatuh cinta sama dia.

Dia itu orangnya sedikit tomboy, kalau kekenyangan suka sendawa. Ya iyalah, semua orang kalau kenyang memang pasti sendawa lah bego! *lalu disiram sama kolak panas*. Gue rasa, gue jatuh cinta sama dia karena sendawa. Lalu nanti cerita ini dibuat versi FTV-nya dengan judul: Sendawa-mu mengalihkan duniaku. Atau: Gadis Sendawa, Siska.

Entah bagaimana bisa gue jatuh cinta sama dia. Padahal, kalau orang-orang normal pasti gak suka sama cewek yang model beginian. Gue juga punya temen, gue jatuh cinta sama dia, tapi seketika gue ilfeel sama orang itu setelah gue tau dalemnya. Ya, orang itu ternyata kalau ketawa punya suara yang khas. Yang kalau ketawa suaranya kayak cowok abis. Gue aja kalau ketawa gak gitu-gitu amat. Dan gue ilfeel langsung sama cewek itu.

Gue itu gak suka sama cewek-cewek yang terlalu lepas. Seperti cewek yang sempat membuat gue jatuh cinta tapi ternyata dia kalau ketawa kayak om-om. Dia memang cantik kalau lepas jilbab, tapi cara dia tertawa itu, yang membuat gue langsung ilfeel dan membuang rasa suka itu.

Tapi gak men, Siska berbeda dengan cewek yang kalau ketawa suaranya kayak om-om di atas. Ya… gue heran aja gitu kenapa gue bisa jatuh hati sama Siska. Padahal sendawanya itu lepas banget. Sendawa gue aja kalah. Mungkin itu yang khas dari dia, dan itu juga yang membuat gue jatuh cinta sama dia. Mungkin.

Ketika gue lagi nulis ini, gue terbayang-bayang kembali zaman gue SMP dulu. Tepatnya saat kelas dua SMP. Padahal, di kelas gue, di kelas dua itu, ada banyak cewek yang lebih cantik dan lebih feminim. Entah bagaimana bisa gue menaruh hati sama Siska. Temen-temennya Siska juga banyak yang cantik. Bahkan teman-temannya itu masuk dalam daftar cewek idaman versi gue. Tapi gak, gue gak menaruh hati sama mereka. Gue lebih menaruh hati sama Siska.

Baca juga: Reshuffle

Siska nge-bbm gue, dan pesannya berbunyi: “Tanggal 11 nanti bukber 8D dan awas aja kamu gak datang.” Ya mungkin pesan itu biasa aja. Tapi bagi gue itu adalah sebuah pesan yang sangat spesial. Lalu dengan tangan gemetaran dan keringat dingin, gue membalas bbmnya itu.

“Iya iya Sis, Insya Allah tapi ya :D”

Buka Bersama

Lalu dia membalas, “Datang pokoknya, titik.”

Dengan tangan setengah gemetar, gue membalas lagi pesannya itu, dengan sedikit bercanda: “Kelihatannya aku gak bisa ikut bukber 8D, deh.”

Baca Juga: Menyesuaikan Diri

Diam sejenak. Sepertinya dia lagi memikir kan sesuatu. Lalu membalas lagi pesan dari gue: “Udahlah, malas banget sama kamu!”

Begitulah percakapan kami di bbm waktu itu. Tentunya pesannya lebih panjang lagi, tapi gue cuman mengutip percakapan tersebut supaya lebih singkat.

Kelas gue ini terbilang cukup kompak. Setiap bulan puasa, kami selalu mengadakan buka bersama sekaligus reunian. Tapi sayang, gue gak pernah bisa hadir dalam acara tahunan kami itu. Waktu gue udah kelas sembilan (kelas tiga SMA), gue gak bisa hadir karena lagi liburan waktu itu. Kalau gak salah inget. Waktu gue kelas satu SMA, bentrok sama acara pesantren kilat sekaligus buka bersama di sekolah. Waktu gue naik kelas dua SMA, gue lagi liburan ke Bandung.

Baca Juga: Cerita Singkat Saat Puasa

Dan kini, gue kembali mendapat ajakan. Karena udah tiga kali di ajak dan gak pernah ikut acara tahunan itu, gue jadi gak enakan sama temen-temen gue itu. Apalagi, kami sekarang sudah berpencar. Berpisah sekolah. Gak bisa bertemu lagi karena udah sibuk sama kegiatan masing-masing. Apalagi saat ini kami udah mau kelas tiga. Tahun depan udah mulai kuliah. Kapan lagi gue bisa ikut bukber bareng mereka? Gue sedih sama diri gue sendiri.

Kalau dulu, kami masih bisa ketemu karena masih satu sekolah. Ya, seengaknya masih bisa ketemu di kantin. Ngobrolin hal yang gak penting sampai obrolan yang gak penting banget. Masih bisa satu meja saat makan di kantin. Kalau sekarang? Udah enggak.

Jujur, gue merindukan temen-temen gue di kelas delapan dulu. Gue rindu sama mereka. Meski kami sering dapet masalah, tapi masalah itu lah yang terkadang menimbulkan kerinduan. Gue gak tau tahun ini bisa ikut acara tahunan itu apa enggak, tapi jika bisa, gue akan datang. Gue akan datang ke acara itu, karena gue sangat merindukan kalian. Meski itu harus mengorbankan tiket pesawat sekalipun. Karena moment seperti ini, belum tentu dapat terulang kembali tahun depan nanti.

8 KOMENTAR

  1. Jadi keinget, aku punya tante yg cara ketawanya cetar membahana, tapi kok om ku bisa suka sama dia ya? bener-bener sukar dipercaya. Tapi kan cinta emang rumit, hahaha.

    Selamat berbuka bila sudah waktunya! :D

BERIKAN PENDAPAT ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.