Selamat Jalan Sahabat Baik ku

 

Selama tiga tahun kita selalu bersama. Kita bahkan tak terpisahkan. Kita berdua sudah seperti kaki dan sebutir nasi. Yang melekat saat di injak oleh sang kaki. Ya, kadang kita tak terpisahkan. Gue senang punya sahabat kayak lo. Sahabat yang selalu ada dikala saat gue membutuhkan lo.

Ya… mungkin tak selamanya lo selalu ada. Kadang ada kalanya juga lo gak ada di saat gue membutuhkan. Gue ngerti kok, karena waktu lo gak mungkin di habiskan untuk selalu bersama dengan gue. ( ini gue ngetiknya sambil nangis loh ).

Gue memakluminya.

Kadang ada kalanya lo itu nyebelin banget. Lagi penting-pentingnya, lo mendadak nyebelin. Serasa gue ingin menabok elo disaat lo berubah jadi nyebelin. Tapi berkat lo, kadang gue jadi belajar untuk selalu bersabar. Gue orangnya kadang sabar, kadang juga enggak. Tergantung sama mood gue waktu itu. Gue tau, lo pasti ngerti kan sama apa yang gue rasakan ketika lo berubah jadi nyebelin?

Sesuatu itu di ciptakan dengan saling berkaitan. Seperti siang dan malam. Bulan dan Bintang. Gue dan elo. Pasti ada sesuatu yang di ciptakan untuk menguji kesabaran seseorang. Gue rasa, lo itu diciptakan untuk menguji kesabaran gue.

Lo itu kadang jadi mood booster gue. Tapi kadang-kadang lo juga bisa berubah jadi mood breaker buat gue.

Lo itu selalu menjadi mood booster di saat gue lagi bingung, bosan, jenuh, dan galau. Kalau gue lagi galau, lo selalu ada dan selalu berhasil mengembalikan mood gue menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kalau gue lagi jenuh, lo juga selalu berhasil.

Begitu juga sebaliknya. Tidak ada sesuatu yang sempurna. Karena yang Maha Sempurna itu hanyalah milik Sang Pencipta.

Kadang kalau lagi galau, gue lagi membutuhkan elo, elo tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkan gue tenggelam dalam pekatnya galau yang gue rasakan. Lo pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Seketika itu juga, elo yang harusnya jadi mood booster seketika menjadi mood breaker buat gue.

Lo itu labil. Ya, lo itu labil kalau menurut gue. Karena lo gak konsisten banget kalau menurut gue. Lo jadi mood booster dan mood breaker gue. Seharusnya kalau lo jadi mood booster, tetap lah menjadi mood booster. Kalau lo benar-benar ingin menjadi mood breaker, jadilah mood breaker.

Mangkanya, biar gak labil atau plin-plan, baca buku tentang: Cara menjadi mood booster atau mood breaker yang baik. ( Ini bukan promosi, karena lo gak bakal mungkin nemu buku beginian di toko-toko buku kesayangan lo ). Eh tapi  daripada lo sayang sama toko buku, mending sayang sama gue aja ( lirik para cewek yang sedang membaca postingan ini ).

Bulan puasa sudah hampir dekat. Di kala sedang puasa, lo selalu ada menemani gue hingga waktu berbuka tiba. Lo juga yang selalu menemani gue, mulai dari waktu setelah shalat Subuh hingga waktu Shalat Tarawih usai. Setelah itu apa? Kita berpisah. Dan baru berjumpa keesokan harinya. Tapi gue senang.

Mungkin gue orangnya cuman manis di awal. Gue selalu memberikan sesuatu yang sangat lo butuhkan, sejak awal kita berjumpa. Namun, setelah lama saling mengenal, gue gak seperti yang dulu. Malah kebalikannya. Justru lo yang selalu memberikan segala yang gue butuhkan. Sedangkan gue? Gue cuman menjadi orang yang selalu meminta-minta sesuatu dari lo.

Semenjak lo pergi hari Senin kemarin (01 Juni 2015), gue mulai merasakan yang namanya penyesalan. Gue menyesal karena belakangan ini gue gak selalu ada buat lo. Malam sebelum lo meninggalkan gue, gue terlalu sibuk sama dunia gue sendiri.

Gue sadar, mungkin gue sudah mempunyai dunia sendiri. Tapi gak seharusnya gue meninggalkan lo hanya karena dunia baru gue jauh lebih menarik dibanding dunia kita berdua. Mungkin rumput tetangga jauh lebih hijau daripada rumput lo. Tapi gak seharusnya gue memilih rumput yang lebih hijau. Seharusnya gue berterima kasih pada rumput yang sudah mulai menguning itu karena jika tidak ada rumput kuning bila tidak ada rumput hijau.

Gajah mati meninggalkan gadingnya

Harimau mati meninggalkan belangnya

Lo mati meninggalkan berjuta kenangan yang telah kita lalui bersama.

Bye

Semenjak lo pergi, gue jadi merasa kesepian. Gue benar-benar merasa kesepian karena udah gak ada lo lagi yang menemani gue seperti dulu lagi. Berbagai cara gue lakukan untuk menghibur diri gue sendiri. Termasuk menulis dan mengupdate blog gue ini.

Baca juga: Review Kuroko no Basket 21

 

Ada hal lain lagi yang baru gue sadar. Gue belum mengucapkan terima kasih sama lo yang selama ini selalu menemani gue.

Melalui tulisan ini, gue ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat lo, sahabat terbaik gue. Seandainya gue pandai menyanyi, ada sebuah lagu yang ingin gue nyanyikan buat lo, sahabat terbaik gue. Tapi karena gue gak pandai bernyanyi, maka gue cuman hanya bisa menyanyi dalam hati ini.

It’s been a long day without you my friend
And I’ll tell you all about it when I see you again
We’ve come a long way from where we began
Oh I’ll tell you all about it when I see you again
When I see you again

Ada begitu banyak hal yang ingin gue ceritakan pada lo, ketika gue berhasil melewati berbagai hal yang selama ini gak bisa gue lalui tanpa lo. Tapi sayang, karena kita berbeda dunia. Sampai jumpa, sahabat terbaik gue.

Selamat Jalan sahabat baik gue 13 Oktober 2011 - 01 Juni 2015
Selamat Jalan sahabat baik gue
13 Oktober 2011 – 01 Juni 2015


2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.