DBD Invasion

Belakangan ini media cetak maupun media elektronik di Bengkulu memuat suatu berita yang cukup mengerikan. Disebut mengerikan karena masyarakat Bengkulu sendiri nampaknya belum siap menghadapi kabar buruk tersebut. Kabar buruknya, gue ngelihat mantan gue jalan sama cowoknya di depan mata gue Bengkulu diserang wabah DBD! Alias rawan DBD!

Kota Bengkulu saat ini lagi musim-musimnya buah durian DBD. Kabar terakhir yang gue baca di koran, jumlahnya ada 149 kasus orang yang terkena Demam Berdarah pertanggal 29 Januari. Dari 149 kasus, ada 12 orang yang meninggal dunia karena DBD. Bujug buset! 149 kasus dan 12 meninggal dunia!?

Ini mah namanya DBD Invasion! Invasi nyamuk DBD!

Baca Juga: Playlist Baru

Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

Gigitan dari nyamuk Aedes aegypti bisa menimbulkan Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Persebaran nyamuk jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, A. aegypti merupakan pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan siklus persebaran dengue di desa dan kota.

Sumber: Wikipedia

Pemerintah kota Bengkulu sendiri mulai mengeluarkan fatwa tindakan tegas berupa himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk cepat tanggap dalam mencegah masalah ini.

Himbauan-Pemerintah
Sumber: Doc. Pribadi

Memang bener, sih, belakangan ini mulai banyak nyamuk-nyamuk berukuran kecil yang kalo dipukul (mati) mengeluarkan berupa cairan berwarna merah kehitaman sehabis ditepuk. Gak tau apa itu nyamuk DBD atau nyamuk biasa. Tapi munculnya baru-baru ini. Sejak kabar DBD mulai mencuat.

Nyamuk-nyamuk yang biasanya ngisap darah tanpa meninggalkan rasa sakit ketika kau meninggalkanku tanpa sebuah kepastian dan kau berjalan sama cowok lain di depan mataku sendiri usai menghisap, sekarang berubah jadi cukup menyakitkan. Bahkan terlalu sakit untuk menerima kenyataan bahwa kau telah menjadi kekasih hati cowok lain yang bukan diriku Gue yakin, ini pasti ulah si komon! nyamuk DBD!

Baca Juga: Hari Pertama di UGD

Ini bukan berita hoax. Ada beberapa tetangga gue yang masuk rumah sakit karena kena DBD. Temennya adik gue pun juga masuk rumah sakit karena DBD. Gak tau deh gimana kabar mereka sekarang. Semoga saja masih bisa terselamatkan.

Setelah tau Bengkulu rawan DBD, gue mulai was-was terhadap segala macam aktivitas. Baik aktivitas disekolah, diluar sekolah maupun di rumah mantan.

Nyamuk paling senang sama tempat yang kotor, gelap dan bau. Contoh tempat kotor yang ada di dalam rumah adalah kamar. Terutama kamar cowok. Kamar cowok tuh biasanya punya kesan yang kotor, pake banget.

Bagi kami para pria, kotor adalah seni. Air seni itu kotor. Maka kotor adalah bagian dari seni. Seni merupakan suatu hal yang paling keren di dunia ini. Lukisan Monalisa bagian dari seni yang terlahir dari sebuah ide menakjubkan dari Leonardo da Vinci. Jika lukisan Monalisa yang terlihat biasa-biasa saja dimata orang-orang normal, lain halnya bila dipandang dari sudut pandang ahlinya atau pecinta seni. Kalau dilihat dari sudut pandang pecinta seni, hal yang dianggap biasa oleh orang normal sebenarnya adalah hal yang luar biasa bagi mereka. Hal sekecil apapun bisa menjadi suatu seni yang cukup menakjubkan apabila kita tau bagaimana cara menikmati hal kecil itu. Satu hal yang perlu kalian tau, cowok paling pintar kalau urusan ngeles.

Baca Juga: Ceritanya Ditikung Teman Sendiri

Mangkanya gak heran lagi kalau cowok lo jelas-jelas udah ketangkep basah punya selingkuhan atau ‘orang ketiga’ tapi mereka masih ngeles. Itu karena cowok jago yang namanya ngeles! Yeah.

Well, cewek juga jago dalam menjaga rahasia. Misalnya menjaga rahasia kalau mereka lagi selingkuh. Tapi karena itulah, mereka (cewek) jago dalam mencium bau-bau kebohongan dari seorang pria. Sebuah fakta mengatakan bahwa orang yang biasa (ahli) dalam berbohong bisa mencium bau kebohongan dari orang lain.

Baca Juga: Ceritanya Cukup Sedih

Walaupun nyamuk senang sama tempat kotor bukan berarti ditempat yang bersih sekalipun tidak ada nyamuknya. Nyamuk itu ada disegala tempat, men! Mau tempatnya bersih, wangi, mewah, ada kaca bening, tempatnya anak-anak alay berfoto, eh tunggu, itu WC bioskop! Maksudnya nyamuk bisa saja sedang mengintai kalian! Di tempat maupun dalam kondisi apapun itu. Waspada nyamuk DBD!

 

Source: secercahcahaya10.blogspot.com
Source: secercahcahaya10.blogspot.com

Apa yang lebih parah dari penjajahan sebuah negara? Yak, penjajahan oleh hewan biadab, nyamuk Aedes aegypti! Jangan agap remeh hewan berukuran kecil yang satu ini, karena nyamuk serta virus yang dia bawa bisa membunuhmu.

Nah, karena tak ingin dijajah oleh nyamuk inilah, gue akan berbagi sedikit tips yang gue kutip dari koran harian.

Berikut adalah beberapa cara mencegah persebaran gigitan dari nyamuk DBD:

  1. Menguras, mengganti Bak mandi, air di dalam vas bunga, tempat minum/mandi burung minimal 3 hari sekali
  2. Menutup tempat penyimpanan air
  3. Mengubur barang bekas yang memungkinkan tergenangnya air dan mendaur ulang barang bekas
  4. Melakukan pemantauan jentik

Plus:

  1. Tidak menggantung pakaian secara berlebihan (mangkanya di cuci woi! Jangan males! Apalagi yang cowoknya nih)
  2. Tidur menggunakan kelambu
  3. Menabur bubuk abate pada bak penampungan air
  4. Memelihara ikan pembasmi jentik (biasanya gue pake ikan adu atau ikan cupang)
  5. Rumah selalu terang dan cahaya matahari selalu masuk kedalam rumah setiap pagi (selain mencegah agar rezeki tak dipatok ayam, bangun pagi juga dapat membuat sehat dan terhindar dari nyamuk DBD karena sinar mentari bisa masuk ke dalam rumah.)
  6. Selalu membersihkan lingkungan dari sampah dan hindari genangan air pada selokan
  7. Dan yang terakhir, jangan main ke rumah mantan! Apalagi pas lagi ada cowoknya! Jangan! Yang ada lo malah sakit hati!

Dan untuk tanda-tanda dari gejala demam berdarah adalah sebagai berikut:

  1. Demam tinggi mendadak, >38 C, lamanya 4-7 hari
  2. Demam tidak dapat teratasi dengan penurun panas biasa
  3. Nyeri perut (ulu hati): Mual, Muntah, nafsu makan minum berkurang
  4. Nyeri sendi, nyeri otot (pegal-pegal)
  5. Nyeri kepala, pusing
  6. Pendarahan berupa: Bintik merah di kulit. Mimisan. Gusi berdarah, yang lebih parah disertai muntah darah
  7. Konstipasi (sulit buang air besar) atau diare).

Sumber: Koran Harian Rakyat Bengkulu (media group Jawa Pos)

Tidak hanya Bengkulu saja yang menjadi target nyamuk DBD. Bisa saja tempat kalian ada nyamuk Aedes Aegyptinya. Mari dimulai dari sekarang camkan pada diri sendiri untuk selalu menjaga kebersihan. Walaupun nyamuk tetap ada, setidaknya tidak separah tempat yang kotor, gitu.

Lucunya, ada moment dimana lo ngelihat ada nyamuk terbang disekitar telinga lo, terus lo berusaha menghukum mati itu nyamuk dengan dihukum cabuk dipukul sampai mati tapi lo gak bisa mendapatkan itu nyamuk. Kesel? Pastinya. Jangankan gue, orang sekuat Saitama aja kesel sama nyamuk (lihat One Punch Man Episode 2).

Well,  sampai disini saja tulisan gue kali ini soal DBD. Mari bersama-sama membasmi DBD \o/

Jangan lupa untuk like Fanspage gue di Facebook. Letak tombol like nya ada disebelah kanan atas blog ini. Lalu tak lupa juga untuk comment dan share postingan ini ke teman-teman maupun keluarga \o/



33 COMMENTS

  1. (Sambil masukin pakaian kotor yang digantung ke kresek buat di loundry) Meskipun kasus DBD di Malang belum sebanyak di tempat agan, tapi bikin was-was juga, palagi populasi nyamuk di kamar mulai nambah. Artikelnya keren, gan. Informatif dan dikemas dengan tata bahasa yang lucu, bikin nggak bosen bacanya :)

  2. Iya nih, di rumah aku juga tumben nyamuknya makin banyak. Sebel.
    Ini sih mirip artikel banget Za. Keyeeeeen. Jelas banget.
    Kamar aku juga berantakan terus Za. Emangnya kamu doang.
    Aku nggak ngerti pikiran ngacomu yang air seni, dan ngomongin cewe atau cowo yang selingkuh. Gimana sih, gimana? :(
    JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN JUGA ZA! HEU.

    • Sama, gue juga ikutan sebel. Oya? Mungkin ada baiknya gue pensiun ngeblog dan merambah dunia tulis-menulis artikel aja kali, ya. Hohoho Sebelumnya gue juga pernah merambah dunia tulis-menulis artikel, dan dibayar. Lumayan sih. Tapi repot juga karena kudu di update tiap hari-_-
      Itu sih… karena kotor, Ris. Nyamuk kan suka sama yang kotor, mangkanya disangkut pautkan sama air seni, gitu alias gue lagi ngaco itu mah. Abaikan aja.
      Betul!

  3. emang DBD musim lagi yak? hehe, emang bahaya sih dulu bokap juga sempet kena tuh dan sempet di rawat berminggu-minggu di rs swasta di kota gua. biasanya di depan rumah di bawah poon” rindang dan deket” solokan gt biasanya banyak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.