Tentang Kelas: Nama

 

Kelas… kalau bicara soal kelas, dulu setiap kelas di sekolah gue itu memiliki nama tersendiri. Seperti misalnya, kelas Delapan E dengan nama Delman. Delete Mantan atau menghapus mantan. Loh? bukan, bukan itu namanya! Kelas gue juga dulunya memiliki nama. Mau tau apa nama kelas gue dulu? Dulunya, Nama kelas gue itu RakedD.

Entah bagaimana penyebutan namanya, gue juga bingung. Ada yang bilang RakeDd, ada yang bilang RakedD. Sehingga kadang-kadang kesalahan dalam menyebutkan nama ini menimbulkan keributan seperti layaknya permasalahan di sosial media yang topicnya itu bubur ayam di aduk atau enggak.

Begitu juga dengan kelas gue. Kesalahan itu menimbulkan keributan. Sehingga terbagilah dua kubu antara RakedD dengan kubu RakeDd.

 Rakedd

RakedD itu ada kepanjangannya loh. Kepanjangan dari RakedD  adalah Rakyat Keren Delapan D. Sebuah nama yang menyatukan kami semua. Nama ini dicetuskan oleh anak-anak kece dari kelas gue. Entah siapa yang mulanya mencetuskan nama “RakedD” ini. Pokoknya pas gue masuk, tiba-tiba saja udah ada nama ini di papan tulis. RakedD, kenapa harus RakedD sih? Apa gak ada nama lain? Seperti misalnya Delapan D.

“Itu biasa banget pea!”

Ya tapi kan…

Kriik… kriik… kriik…

Oke.

RakedD ini tiba-tiba aja jadi trending taufik. Eh trending topic. Tapi di kelas gue doang. Beberapa ada yang setujuh dengan nama ini dan beberapa juga ada yang gak setujuh dengan nama itu. Frendy salah satunya. Dia menyatukan orang-orang yang gak setujuh dengan nama itu dan melakukan pemberontakkan dengan mengganti nama RakedD menjadi RajedD. Rakyat Jelata Delapan D. Hiiih miris banget ya namanya.

Baca Juga: Dijahilin Teman Sebangku

Seketika yang lain bersorak ria dengan nama yang dicetuskan oleh Frendy. Gue juga. Ikut-ikutan bersorak. Biar kekinian. Pas gue ikut-ikutan bersorak yang lain langsung diam. Kriiik… kriik… kriik… Nasib.

Tapi entah bagaimana si Frendy ini kepikiran nama itu. Entah mimpi apa dia semalam sampai punya ide merubah nama menjadi Rakyat Jelata Delapan D. Gue setujuh sih sama idenya Frendy ini. Kenapa? Ya biar kekinian aja.

Semenjak kelas punya nama, RakedD, kelas kami sering menjadi bahan cibiran di ruang guru. Tentu saja, karena kelas gue itu banyak ulahnya. Dulunya, RakedD itu diisi oleh murid-murid yang terbilang bandel. Setiap belajar, banyak guru yang gak betah bila mengajar di kelas kami. Sering ribut. Setiap wali kelas masuk, wali kelas selalu menggunakan satu jam pelajaran untuk menasihati kami sekelas.

Masalah silih berganti. Mereka yang bandel terus saja bandel. Tidak ada perubahan.

Di semester kedua, tampaknya jauh lebih parah daripada semester pertama. Masalah yang datang makin serius. Anak-anak perempuan sudah berusaha mengingatkan kami para cowok supaya tidak membuat masalah di semester kedua ini karena semester kedua adalah fase-fase yang berbahaya. Bila semester satu yang bermasalah dapat di ubah di semester kedua, maka di semester kedua ini sebaiknya tidak ada masalah. Karena semester dua adalah masa penentuan kenaikan kelas.

Oke kalau orang-orang di kelas biasa aja kalau ada ribut. Tapi jika ketahuan sama guru ini akan berakibat fatal. Wali kelas terus mengingatkan kami semua. Tidak terkecuali cowok maupun cewek karena semuanya sama aja. Sama-sama suka ribut kalau guru lagi belajar. Tapi bedanya murid cewek gak pernah berkelahi. Apalagi di depan guru. Hingga akhirnya waktu-waktu kenaikan kelas tiba.

Baca Juga: Tentang Kelas: Kekompakan

Murid-murid cowok mulai frustasi. Semuanya tampak pesimis. Terutama yang sering membuat masalah di kelas. Gue kasihan sama mereka. Tapi gue juga kasihan sama diri gue sendiri. Gue bisa naik atau enggak ya? Uang Kas yang selama ini kami kumpulkan, kami gunakan untuk nonton dan makan.

Disitu, ada sesi curhat dari anak-anak cowok yang kelihatannya frustasi. Mereka minta maaf sama semuanya karena selama ini sering menimbulkan masalah.

menghela_nafas_ilustrasi

“Maafkan kami ya, karena selama ini kami sering menimbulkan masalah,” curhat temen gue yang udah frustasi.

“Iya, pasti kami maafkan kok walaupun kamu nyebelin,” kata anak-anak cewek.

“Maafkan kami juga ya bila selama ini kalian yang gak punya masalah apa-apa sama guru jadi ikutan bermasalah karena kami ini.”

“Iya, santai aja kali.” kata anak-anak yang menjadi korban.

Begitu banyak kenangan yang ada. Kenangan-kenangan itu sendiri gak akan bisa dilupakan begitu saja. Sampai sekarang pun, gue masih ingat kenangan-kenangan itu. Oh indahnya masa-masa SMP gue dulu. Semoga, di SMA ini banyak cerita dan kenangan indah yang bisa gue kenang hingga tua nanti. Semoga saja.



7 COMMENTS

  1. di setiap sekolah juga pasti ada kok satu kelas yang terkenal bandel nya :D masa-masa SMP yaa masa-masa nakalnya :D jadi wajar sih :D

  2. Haha, emang sih kalo cowok rajanya ribut, tapi menurut saya sih kalo cowok wajar ribut.
    kalo di sekolah saya dulu gpp ding ribut asalkan nggak suka bolos pasti naik kelas.

  3. Aku bacanya rakedde.
    Jadi huruf besar kecilnya ngaruh ya, sampe jadi ada kubu RakedD dengan kubu RakeDd? xD

    Anak cowok dikelas kadang ngeselin emang, suka ribut dan ngeganggu. Jadi kalo dipikir-pikir kelas tanpa anak cowok itu gabakal rame :D

    • Iya, gue bacanya juga Rakedde XD
      iya, ngaruh banget sampai ada dua kubu gitu XD
      Iya, tanpa anak cowok kelas gak bakal rame. Tapi tanpa anak cewek juga kelas kurang ramai XD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.