Sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Ramadhan. Bulan dimana semua orang berlomba-lomba untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Setiap tahun, Ramadhan selalu terasa spesial. Buat gue, yang menjadikannya terasa spesial adalah karena ramadhan selalu punya cerita dan beberapa keping kenangan yang hidup di dalamnya.

Salah satu cerita yang engga bisa gue lupakan adalah ketika gue menjalani puasa dengan menyandang status sebagai anak kos sekaligus mahasiswa rantau untuk pertama kalinya. Dan sebagai informasi, selama ini gue belum pernah menjalani puasa di kota besar seperti Jakarta.

Ada sedikit cerita. Jadi tahun kemarin adalah awal di mana gue untuk pertama kalinya merasakan puasa ramadhan di Jakarta. Rasanya enggak aneh dan gue enggak butuh penyesuaian karena dari kecil udah belajar puasa. Gue mulai berkhayal.

Membayangkan pertama kalinya sahur di Jakarta dengan menu 4 sehat 5 sempurna; dan berbuka puasa dengan minum es kelapa muda segar yang jualan di dekat kos. Dan di situlah gue. Dibayang-bayangin oleh rasa khawatir dan takut. Gimana kalau nanti gue enggak kebangun pas sahurnya? Gimana kalau nanti makanannya cuma ala kadar dan enggak memenuhi menu 4 sehat 5 sempurna?

Dan ketika bicara tentang suasana, barulah gue menemukan hal yang beda. Sesuatu yang menurut gue baru karena selama ini gue selalu dikelilingi oleh teman, kerabat dan keluarga yang selalu ada dan menemani saat sahur dan berbuka puasa.

Rasanya gue pengin nangis saat itu juga. Tapi satu sisi gue enggak boleh nangis hanya karena semuanya enggak berjalan sesuai keinginan gue. Menjomlo tiga tahun kuat, masa gitu doang nangis sih, Za? Haha. Gue menertawakan diri gue sendiri yang kadang suka terbawa sentimen.

Dan ketika puasa tiba, yang tak di sangka-sangka pun terjadi. Gue enggak jadi sahur dan berbuka sendirian karena ada beberapa orang teman—yang enggak punya kewajiban untuk berpuasa—justru pengin ikut menjalani puasa seperti yang gue lakukan. Walaupun cuma sampai 4 hari, paling enggak, gue enggak merasa kesepian karena hari-hari berikutnya mereka selalu menemani gue saat makan sahur dan berbuka puasa. Duhuhu. Bahagianya diriku.

Tahun ini menjadi kebalikan dari tahun sebelumnya dimana gue enggak lagi beranggapan bahwa momen seperti buka puasa itu harus ramai dengan kumpul bareng teman-teman dan keluarga. Dan karena pengalaman tahun lalu juga, gue siap untuk menjalani puasa ramadhan tahun ini. Nah, khusus untuk tahun ini, jadi gue udah melalukan berbagai macam persiapan menyambut ramadhan.

Tentunya bukan sembarang persiapan karena gue enggak mau kejadiannya sama persis kayak tahun lalu di mana gue enggak dapat jam tidur yang cukup gara-gara terbiasa tidur tengah malam. Itu juga kadang tidur, kadang enggak sama sekali karena takut enggak bisa bangun sahur dan paginya ada kelas. Gue sadar betapa jeleknya time management tahun lalu dan gue enggak mau hal yang sama terulang kembali di tahun ini.

Nah, gimana sih persiapan menyambut ramadhan versi gue? Penasaran, kan? Yuk, simak tipsnya di sini.

1. Mengolah stress

Mengolah Stress
Mengolah Stress Biar Bisa Tidur
Gambar: pexels.com

Gue tuh tipe orang yang sulit tidur kalau lagi dalam keadaan stress. Dan gue sempat susah tidur karena stress mikirin ujian. Bukan karena matakuliah atau stress mikirin nilainya, tapi karena gue kepikiran soal data di lembar kertas jawaban ujian dan lembar absen.

Tiap mau tidur gue selalu kepikiran hal tersebut. GUE TADI UDAH TULIS NOMOR RUANGANNYA BELUM, YA? GUE TADI UDAH TULIS NAMA DOSENNYA BELUM, YA? GUE TADI BENER ENGGAK YA NULIS KELASNYA? GUE TADI UDAH TANDA TANGANIN LEMBAR ABSENSI UJIAN BELUM, YA? Pokoknya data yang kayak gitu yang bikin gue terus kepikiran dan berujung dengan sulit tidur.

Kenapa gue repot-repot mikirin hal tersebut yang padahal udah lewat? Ya karena gue khawatir kalau gue dianggap enggak ikut ujian atau sama sekali enggak diterima lembar ujiannya karena ada data yang kurang. Gue dulu punya pengalaman kayak gitu dan gue nyaris mengulang matakuliah tersebut hanya karena lupa tanda tangan di lembar absensi. Untung pengawas ujiannya baik dan mau membantu gue untuk ngurus absensi ujian di bagian akademik.

Karena stress, seminggu yang lalu kesehatan gue sempat terganggu. Dan sejak berobat ke dokter, gue mulai belajar bagaimana caranya ngolah stress biar engga menganggu tidur. Dan gue merasa bersyukur karena gue berhasil melakukannya.

2. Jaga Kesehatan

Jaga Kesehatan
Menjaga Kesehatan dengan makanan sehat dan kurangi makan pedas
Gambar: pexels.com

Jaga kesehatan juga penting. Salah satu cara yang gue lakukan untuk menjaga kesehatan saat ini ialah dengan makan teratur dan kurangi makan pedas (walaupun ini cukup sulit, sih). Jadi dua hari yang lalu gue sempat bandel dan melanggar aturan yang sudah gue buat karena lagi kepengin makan makanan yang pedas.

Jadi waktu itu gue pesan makanan pedas lewat layanan ojek online. Ya… sebetulnya karena pengin puas-puasin makan enak gitu, sih, karena bentar lagi kan udah mau puasa.

Awalnya pas di makan biasa-biasa aja. Beberapa jam setelah makan, efeknya baru terasa. Bagian ulu hati gue sakit. Kalau gue baca-baca di artikel kesahatan, katanya itu bisa terjadi kalau ada penyakit maag atau makan sesuatu yang pedas dalam keadaan perut kosong. Setau gue, gue enggak maag.

Kalau hal yang masih ada hubungannya dengan lambung, memang pernah. Dulu, lambung gue pernah kena infeksi. Kalau dari artikel kesehatan yang gue baca, penyebabnya karena asam lambung. Penjelasan tentang infeksi lambung ada di sini.

Terlepas dari punya maag atau enggak, intinya sejak hari itu sampai bulan ramadhan berakhir, gue akan mengurangi makan pedas. Kalaupun pedas, jangan yang pedas banget. Yang biasa aja karena sesungguhnya sesuatu yang berlebihan juga enggak baik. *Okesip

3. Olahraga Cukup

Olahraga Cukup
Olahraga cukup tuh penting biar enggak sakit-sakitan pas puasa
Gambar: pexels.com

Jujur gue orangnya jarang banget olahraga. Malah kayaknya gue hampir enggak pernah melakukan olahraga yang menggerakan seluruh anggota tubuh. Mau jogging, bangun paginya susah. Kalaupun bisa bangun pagi, enggak ada temen yang bisa di ajak jogging bareng. Akhirnya yang aktif digerakkan cuma anggota tangan doang karena tiap hari gue selalu melatihnya dengan alat olahraga sederhana bernama handgrip.

Dan seminggu yang lalu, hampir semua badan gue ikut bergerak aktif karena di pakai untuk mengangkut barang atau souvenir untuk acara pernikahannya kakak laki-laki dari temen gue. Beratnya emang enggak seberapa, sih. Cuma sekitar 7 kg doang untuk satuannya dan yang gue angkat sekitar 10,5 kg.

Nah, sejak hari itu dan sampai sekarang gue udah mulai aktif menggerakkan anggota tubuh  dengan olahraga cukup biar kesehatan dan kebugaran selama bulan ramadhan tetap terjaga.

4. Membiasakan tidur awal
Membiasakan Tidur Awal
Pada akhirnya yang paling penting ketika puasa adalah membiasakan tidur awal
Gambar:: pexels.com

Sejak gue udah bisa mengolah stress, jam tidur gue jadi kembali lagi ke normal dan gue udah bisa tidur cepat layaknya anak kecil. Sekarang jam tidur gue udah ganti dari jam 2 menjadi jam 11 malam. Dan kalau lagi ada tugas dan sebagainya paling lambat itu jam 12 malam. Coba kalau dulu, waktu gue belum bisa mengolah stress. Paling lambat itu gue tidurnya jam 5 pagi.

Dengan jam tidur yang sekarang, gue makin percaya diri untuk menyambut ramadhan tahun ini yang sebentar lagi akan datang.

Oke, jadi gue rekap lagi persiapan yang sudah gue lakukan. Persiapan pertama yang pasti olah stress karena kalau enggak bisa ngolah stress otomatis bakal susah tidur dan itu berpengaruh dengan aktivitas sehari-hari.

Kalau jam tidur kurang nanti berpengaruh dengan kesehatan. Kalau kesehatan terganggu, otomatis enggak totalitas dalam menjalankan ibadah puasa dan makanya itu mulai dari sekarang harus diimbangin dengan olahraga cukup dan teratur biar selama puasa nanti enggak jatuh sakit dan sebagainya.

Olah stress udah nih, jaga kesehatan udah, olahraga juga udah teratur, berikutnya membiasakan tidur awal. Karena buat apa bisa olah stress tapi kalau tidurnya selalu terlambat? Jadinya dari sekarang harus membiasakan tidur awal biar ibadah puasanya full dan sahurnya enggak ketinggalan.

Nah itulah berbagai persiapan untuk menyambut bulan ramadhan versi gue. Tentu semuanya sudah gue lakukan sedari sekarang karena ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Kalau kamu gimana persiapannya? Sudahkah semuanya dijalankan? Yuk, saling berbagi dengan cara tulis tips ramadhan versi kamu di kolom komentar. Hehe.

Karena ramadhan tinggal beberapa hari lagi, dengan ini gue ingin mengucapkan maaf kalau gue ada salah-salah kata. Semoga ramadhan tahun ini menjadi bulan yang penuh berkah bagi kita semua.

 

Contact

email: [email protected]

8 KOMENTAR

  1. Menjomblo tiga tahun kuat. Gue bacanya bingung antara harus kagum atau kasian. :(

    Versi gue sih paling harus latih hati supaya nggak ngata-ngatain orang ketika buka Instagram atau Twitter. Ya abis gimana. Kelakuan mereka yang minta banget dikata-katain. :(

    Oh ya, tidak lupa mencatat daftar masjid yang bagi-bagi takjil gratis. Dulu waktu SD ikut terawih karena mau ngisi buku Ramadhan, sekarang nyari masjid ikut pengajian karena mau berburu takjil. :D

    Anyway, lo ngerasa makin tua makin dikit yang ngajak reuni nggak sih? Temen yg udah nikah, kuliah/kerja luar kota, dan sibuk jadi selebgram, biasanya pada ilang entah ke mana. Diajak reuni iya-iya di chat doang. Reuni virtual grup whatsapp anjir. Hahahaha

    • Ng… iya yak. Gue ngebacanya juga agak miris, sih. :(
      Oiya, itu juga penting. Apalagi kan tiap buka Instagram. Beh, bawaannya pengin menghujat. Memaki si pemilik akun. :(

      Tahun lalu, enggak. Malah, temen-temen gue dari SMP rutin kok ngadain reunian (dalam bentuk kelas doang sih) tiap puasa, tiap tahun. Biasanya dengan agedan buka puasa bersama. Kalau temen sma, kurang tau, deh. Tapi tahun lalu ada reuni akbar dan gue enggak bisa hadir karena waktu itu belum balik kampung. Hahahaha

      • Yah mumpung bulan puasa, siapa tau ada berkah Ramadhan reuni asmara sama mantan. HAHAHAHAHA. Mantan alumni hati kan? Harus ada reuni berarti. \:p/

        Wah masih asik sih kalau gitu. Gue kayaknya setiap tiga tahun sekali pasti ganti circle temen. Mentok2 pada ngilang karena nikah. Giliran gue yang mau nikah, yang diajaknya belum mau. Serba salah emang. Huhuhu

  2. alhamdulillah ketemu ramadhan lagi ya..meskipun masih sendiri huahahahaaa..
    apalagi anak rantau menghabiskan bulan puasa dengan jerih payah sendiri. hiks kok jd curcol ya.
    mudah2an puasa kita nanti lancar dan tetap harus menjalankan aktivitas tanpa mengeluh dan tetap jaga kesehatan biar ibadah lancar

BERIKAN PENDAPAT ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.