Akhirnya Gue Memilih

Setelah kemarin gue bimbang sama pilihan untuk masuk universitas, yang mana dalam pilihan tersebut ada dua universitas yang menurut gue sama kerennya: Sama-sama mengangkat ICT-nya dalam sistem belajar-mengajar. Kedua universitas ini, sama-sama keren. Cuman yang membedakannya adalah: Yang satu masih terbilang baru dan yang satunya lagi sudah punya nama di mata dunia. Oke, ini bukanlah masalah pamor. Kalo gue pribadi sama sekali tidak mengincar pamor karena kan gue kuliah buat nyari ilmu, bukan untuk gengsi-gengsian.

Baca Juga: Mungkin Ini Yang Namanya Rejeki Anak Soleh

Di tengah kebingungan gue itu, gue terpikirkan untuk konsultasi terlebih dahulu. Gue sempat melakukan konsultasi sama kakak-kakak yang memang kebetulan kuliah di kedua universitas tersebut. Menurut informasi yang berhasil gue tangkap dari mereka, masing-masing universitas memiliki poin plusnya masing-masing.

Poin Plus di UMN (yang memberi gue beasiswa)

– Punya orang Kompas, jadi sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

– Bisa kerja di unit usaha milik Kompas Gramedia Group, yang mana unit usahanya sudah terdiri lebih dari 300 unit usaha (berdasarkan yang ada di brochure).

– Magangnya di unit usaha Kompas. Kece banget kan, bisa magang di Kompas! Apalagi magang di Kompas TV! Yang acaranya keren-keren itu loh!

– Kampusnya masih baru. Otomatis fasilitas di sana masih terawat dan masih baru juga. Nggak ada alat-alat rusaknya, gitu. Tentu akan sangat berguna sekali buat gue yang hobi banget memanfaatin fasilitas yang ada.

– Konsep dan tata ruang kampusnya keren! Gue suka!

– Banyak areal terbuka hijau. Jadi, sangat cocok untuk gue yang menyukai ketenangan dan jauh dari hiruk pikuknya perkotaan.

– Lokasi strategis di Summarecon Serpong.

– Banyak anak IVG di sana. Ohiya, IVG itu Indovidgram ya. Gue yang pengin jadi Youtuber mungkin bisa gabung-gabung dan belajar sama mereka :))

– Kata anak UMN, di UMN lebih banyak yang ngambil Ilmu Komunikasi sama DKV. Jadi, kalo ambil Ilmu Komunikasi, bisa jadi Reporter atau Jurnaslis yang mana cocok banget sama Kompas. Ada program peminatannya lagi. Terus, kalo di DKV, nggak usah diragukan lagi lah ya. DKV di UMN hasilnya bagus-bagus semua! Gue udah lihat sendiri hasil-hasilnya dan memang unggul banget! DKV UMN juga lebih banyak program peminatannya. Jadi kalo mau ambil jurusan DKV, mungkin lebih baik ambil UMN kalo saran gue :))

Minusnya

– Akreditasi untuk jurusan yang gue ambil masih B. Berbeda dengan universitas satu lagi yang nyokap gue suruh ambil, yang mana akreditasinya sudah A. Menurut gue wajar kalau masih B, karena kampusnya masih terbilang baru. Akan ada saatnya di mana akreditasi yang tadinya B bisa menjadi A. Semangat!

– Di sana peminat untuk jurusan yang gue ambil masih terbilang sedikit. Hmm, mungkin masih lebih banyak yang ambil Teknik Informatika ketimbang Sistem Informasi :’)

– Kata anak UMN, di UMN lebih banyak yang ngambil Ilmu Komunikasi sama DKV. Ada program peminatannya lagi. Jadi, kalo ambil Ilmu Komunikasi, bisa jadi Reporter atau Jurnaslis yang mana cocok banget sama Kompas. Terus, kalo di DKV, nggak usah diragukan lagi lah ya. Selain program peminatannya yang banyak, DKV di UMN bagus! Gue udah lihat sendiri hasil-hasilnya dan memang unggul banget! Jadi kalo mau ambil jurusan DKV, mungkin lebih baik ambil UMN kalo saran gue :))

– Belum punya kerjasama dengan perusahaan luar negeri (setau gue, tapi kalo salah, mohon di koreksi kembali).

Sementara itu untuk universitas satunya lagi, yang nyokap ngotot banget buat maksa gue supaya mau masuk ke sana, berikut ini adalah plus minus dari kampus satunya lagi:

Poin Plus

– Sudah mendapat akreditasi A untuk setiap jurusan yang ada di sana.

– Sudah lama berdiri, 34 tahun lamanya semenjak berubah nama menjadi “Universitas”. Sementara itu, bila dihitung dari awal berdirinya sendiri, maka jadinya 41 tahun. Berarti udah seumuran sama nyokap gue nih. Jangan-jangan nyokap nyuruh gue masuk sana karena usianya sama dengan nyokap gue, “41 tahun”.

– Unggul di ICTnya.

– Sudah bertaraf global atau internasional.

– Punya banyak kerjasama dengan perusahaan baik dalam maupun luar negeri.

– Peminat untuk jurusan Sistem Informasi di sana terbilang banyak. Tidak heran lagi, karena kampusnya sudah terkenal.

– Berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Sebuah kawasan yang menjadi pusat Ibukota dengan banyak pilihan akses menuju ke mana saja. Udah kayak Doraemon aja ya. Eh tapi bener kok. Kalau mau bepergian, kita bebas mau pergi ke mana saja karena aksesnya terbuka.

– Katanya sih, kalo tugas akhir bisa dikerjain berkelompok. Wiih… enak banget ya. Nggak heran sih, begitu banyaknya mahasiswa di sana sehingga mempermudah mereka mengerjakan tugas akhir berkelompok, bukan sendiri-sendiri. Kalau sendiri-sendiri, repot dong meriksanya.

– UKM-nya ada banyak sekali. Dan di sana ada UKM yang gue incer, yaitu Merpati Putih. Itu loh, beladiri silat yang digunakan untuk para Kopaska, Polisi dan juga Paspampres. Kejamnya Ibukota mengharuskan gue untuk belajar ilmu beladiri karena kalo gue nggak bisa beladiri, tamatlah riwayat gue. Kalo nanti ada wanita cantik yang di todong pisau sama penjahat, gue nggak bisa tampil keren di depan cewek tersebut karena gue nggak bisa beladiri. Yang ada waktu gue mau mukulin penjahat, pisonya udah di leher gue. Niat mau nolong (dan biar terlihat keren di depan cewek cantik), malah berujung maut.

Minusnya

– Macet! Siapa sih yang ingin menghabiskan waktunya buat bermacet-macetan? Menghirup asap dan debu yang ada di jalanan? Gue sih enggak mau karena di sini gue nggak terbiasa sama macet.

– Tidak ada areal terbuka hijau yang luas. Maklum sih, namanya juga kota. Buat memperjuangin lahan aja susah.

Suatu hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalau hanya terpaku pada “kelebihan” dan tidak menyesuaikan dengan kemampuan, maka kelebihan tadi bisa menjadi boomerang bagi kita. Sebaiknya sih, jangan terpaku sama “kelebihan” aja, tapi sesuaikan juga dengan kemampuan. Dengan begitu, hal yang tadinya “kurang” bisa tertutupi dengan sewajarnya.

Baca Juga: Sebuah Keputusan Yang Cukup Berat

Gue memang sempat berpikiran untuk ambil B***s aja seperti saran nyokap. Tapi setelah melalui proses galau, stress dan pertimbangan yang cukup panjang, pada akhirnya gue telah berhasil mengambil sebuah keputusan yang semoga saja keputusan ini tepat.

Jujur, gue sempat galau mau milih yang mana karena keduanya sama bagus. Lalu gue memutuskan untuk searching lagi, mana tau ada yang mengalamai hal yang sama kayak gue, bingung mau milih kedua universitas yang ada. Dan benar aja. Rupanya banyak orang yang mengalami hal yang serupa. Gue kembali melakukan pertimbangan dan juga riset. Setelah mendapat keputusan yang tepat, akhirnya gue memilih…

sumber: http://binus.ac.id/
sumber: http://binus.ac.id/

Setelah mengambil keputusan tersebut gue merasa lega seperti orang yang baru saja melahirkan. Tak lengkap rasanya bila gue nggak melakukan selebrasi. Kalo pemain bola punya selebrasi setelah mencetak angka, maka gue juga melakukan hal yang sama seperti yang pemain bola lakuin. Gue buru-buru nyeburin diri kedalam bak mandi biar rasanya lebih adem dan otak gue lebih fresh lagi karena selama beberapa minggu ini gue stress terus-terusan memikirkan universitas mana yang harus gue ambil. Dan memang, ngelakuin selebrasi seperti di atas rasanya itu puas banget.

Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian punya masalah yang sama seperti gue? Bingung dalam memilih universitas? Bingung dalam memilih jodoh? Bagaimana cara kalian ngelakuin selebrasi setelah ngambil keputusan? Yuk, share di kolom komentar seputar pengalaman kalian setelah puas rasanya mengambil keputusan\o/



30 COMMENTS

    • Iya, pasti gue doain lo kok Nin. Gini-gini, gue baik loh orangnya :p *benerin kerah*
      Hah? Sungguh? Padahal asramanya keren banget loh. Selain murah, fasilitasnya juga lengkap. Udah mirip kayak apartement malah wkwkwkw :v

  1. selamat atas pilihannya.
    apa pun pilihannya, yang penting mau konsekuen atas pilihan itu. jangan pernah menyesali pilihan yang sudah diambil. manfaatkan dan nikmati kehidupan yang telah dipilih itu. jika ada masalah lalu ada yang mencibir “salah sendiri pilih itu”, tutup telinga karena itu adalah konsekuensi dalam memilih. smile emotikon

  2. Alhamdulillah, akhirnya nih anak milih UMN juga. Tempat mah mau baru atau lama juga, asa nggak ada bedanya. Gimana kita nganggepnya sih.
    Aku baca yang UMN, banyak areal yang hijau… wah… jarang kan tempat kuliah yang masih ada hijau-hijaunya. Menurut aku, yang areal hijau itu bisa jadi cuci mata sejenak. Ngerasa tenang, gitu.
    Btw, pas mamamu tau kamu kekeuh di UMN, gimana reaksinya?

  3. saya kira ini tadi memilih soal pasangan. eh lha ternyata memilih perguruan tinggi. soalnya judulnya yang jadi bikin penasaran.
    semoga di UMN itu bisa jadi mahasiswa aktif, dan berprestasi.. aminnn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Enter the captcha *

Setelah mampir jangan lupa tinggalin komentar, ya!\o/ Semoga harimu menyenangkan \o/

*komentar baru akan muncul apabila sudah di Approve terlebih dahulu oleh admin.